Categories: NEWS

Bawa Kabur Imigran Rohingya, 2 Warga Aceh Timur Ditangkap Polisi

Analisaaceh.com, Idi Rayeuk | Dua warga Aceh Timur berinisial ZA (44) dan AR (18) ditangkap Polisi, lantaran diduga hendak membawa kabur tiga orang imigran ilegal etnis Rohingya dari tempat pengungsian di Desa Sineubok Rawang pada Minggu (19/1).

Kapolres Aceh Timur AKBP Nova Suryandaru, melalui Kasat Reskrim Iptu Adi Wahyu Nurhidayat mengatakan, penangkapan itu berawal dari laporan warga kepada Polsek Peureluak Timur, bahwa ada 3 imigran illegal etnis Rohingya yang masuk ke dalam satu unit mobil penumpang Mitsubishi jenis L300 yang hendak menuju ke arah timur (Medan Sumatera Utara).

“Dari informasi tersebut, Kapolsek Peureulak Timur berkordinasi dengan kami dan dilakukan pengejaran terhadap mobil penumpang dengan Nomor Polisi BL 1464 AN dan berhasil diamankan di wilayah hukum Polres Langsa,” kata Kasatreskrim, Kamis (23/1/2024).

Setelah berhasil diamankan, kepada petugas, sopir L300 menyebutkan bahwa dirinya mendapatkan penumpang ketiga imigran illegal etnis Rohingya dari ZA di Jalan Medan-Banda Aceh Desa Seuneubok Punti, Kecamatan Peureulak Timur.

“Dari keterangan tersebut, tim gabungan melakukan penyelidikan terhadap ZA (seorang wanita) dan berhasil diamankan. Sementara itu ZA mengaku bahwa dalam menjalankan aksinya, ia dibantu oleh AR,” ungkap Kasatreskrim.

Lanjut Kasatreskrim, pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan terhadap beberapa pelaku yang menggerakkan kedua tersangka untuk membawa keluar imigran illegal dari camp pengungsian.

“Dari pengakuan tersangka, ZA mendapatkan upah Rp. 150.000,00 dari orang yang memerintahkannya. Sedangkan AR yang membawa imigran illegal etnis Rohingya ke rumah ZA meminta upah Rp. 300.000,00 namun upah tersebut belum ia terima,” jelas Kasatreskrim.

Kasatreskrim menegaskan, terhadap kedua tersangka akan disangkakan Pasal 328 KUHPidana dan atau Pasal 10 Jo Pasal 2 Undang-undang RI nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman minimal 3 (tiga) tahun.

Sementara itu Kapolres Aceh Timur AKBP Nova Suryandaru, menyikapi keterlibatan warga lokal dalam peristiwa tersebut, mengimbau masalah untuk tidak terbujuk oleh iming-iming dengan membawa imigran illegal etnis Rohingya keluar dari camp penampungan.

“Semua di-iming-iming pakai uang, mereka tidak tahu bahwa orang yang menerima uang itu juga akan jadi tersangka,” kata Kapolres.

Menurutnya, keterlibatan warga lokal dalam operasi penyelundupan imigran illegal etnis Rohingya dari camp penampungan merupakan modus operandi yang bisa terjadi dan berulang.

“Oleh karena itu, kepada masyarakat jangan terlibat dalam penyelundupan imigran gelap Rohingya. Karena akan memiliki konsekwensi berhadapan dengan hukum. Sudah ada contoh beberapa kasus yang ditangani Polres Aceh Timur,” pungkasnya.

Chairul

Komentar

Recent Posts

Inflasi Aceh 5,05 Persen, Tertinggi di Sumatera pada Oktober 2026

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Provinsi Aceh mencatat inflasi tahunan tertinggi di wilayah Sumatera pada Oktober…

10 jam ago

Kebakaran Hanguskan 22 Rumah, Balai Adat, dan Mushola di Gayo Lues

Analisaaceh.com, Gayo Lues | Kebakaran melanda permukiman warga di Dusun Belah Lane, Gampong Telege Jernih,…

10 jam ago

Perbaiki Listrik di Atap Garasi, Pria di Aceh Besar Tersengat

Analisaaceh.com, Aceh Besar | Seorang pria bernama Putra (40), asal Jawa Timur, tersengat listrik saat…

10 jam ago

BMKG Peringatkan Curah Hujan Tinggi di Sejumlah Wilayah Aceh

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I mengeluarkan peringatan…

10 jam ago

BMKG Tetapkan Tiga Kabupaten di Aceh Berstatus Awas Hujan Tinggi

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini curah hujan…

10 jam ago

Lama Rusak Parah, Jalan Penghubung Dusun di Padang Bak Jok Dibangun

Blangpidie - Masyarakat Gampong Padang Bak Jok, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), menyambut…

10 jam ago