Categories: Artikel

Larangan Potong Kuku Idul Adha: Fakta atau Mitos?

Idul Adha, hari raya umat Muslim yang identik dengan penyembelihan hewan kurban, ternyata menyimpan sejumlah tradisi unik.

Salah satunya adalah larangan memotong kuku dan rambut bagi mereka yang akan berkurban. Namun, benarkah larangan ini memiliki dasar yang kuat dalam ajaran Islam?

Asal Usul Larangan

Larangan memotong kuku dan rambut bagi mereka yang akan berkurban berakar pada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.

Hadits tersebut menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW melarang orang yang hendak berkurban untuk memotong kuku dan rambutnya sejak awal bulan Dzulhijjah hingga hewan kurbannya disembelih.

Perbedaan Pendapat Ulama

Meskipun hadits tersebut menjadi dasar larangan, ternyata tidak semua ulama sepakat mengenai hukumnya. Beberapa ulama, seperti Imam Nawawi dan Imam Syafi’i, berpendapat bahwa larangan tersebut bersifat makruh, artinya lebih baik ditinggalkan namun tidak berdosa jika dilakukan.

Sementara itu, ulama lain seperti Imam Ahmad, berpendapat bahwa larangan tersebut bersifat haram, artinya berdosa jika dilakukan. Mereka berargumen bahwa semua bagian tubuh, termasuk kuku dan rambut, akan dihisab di akhirat kelak.

Hikmah Larangan

Terlepas dari perbedaan pendapat ulama, larangan memotong kuku dan rambut bagi mereka yang akan berkurban memiliki hikmah yang mendalam.

Salah satunya adalah sebagai bentuk pengorbanan dan ketaatan kepada Allah SWT. Dengan menahan diri dari memotong kuku dan rambut, seseorang menunjukkan kesediaannya untuk mengorbankan sebagian dari dirinya demi menjalankan perintah agama.

Selain itu, larangan ini juga mengajarkan nilai-nilai kebersihan dan kesucian. Dalam Islam, kebersihan merupakan sebagian dari iman. Dengan menjaga kuku dan rambut tetap utuh, seseorang menunjukkan kepeduliannya terhadap kebersihan dan kesucian dirinya, terutama saat akan melaksanakan ibadah kurban.

Kesimpulan

Larangan memotong kuku dan rambut bagi mereka yang akan berkurban merupakan salah satu tradisi unik dalam perayaan Idul Adha. Meskipun terdapat perbedaan pendapat ulama mengenai hukumnya, larangan ini memiliki hikmah yang mendalam, yaitu sebagai bentuk pengorbanan, ketaatan, kebersihan, dan kesucian.

Oleh karena itu, bagi mereka yang hendak berkurban, disarankan untuk mengikuti anjuran untuk tidak memotong kuku dan rambut sejak awal bulan Dzulhijjah hingga hewan kurbannya disembelih. Dengan demikian, mereka dapat menjalankan ibadah kurban dengan lebih sempurna dan mendapatkan ridha Allah SWT.

Maheza

Komentar

Recent Posts

Safaruddin Tunjuk Darmawan Jadi Plt Kabag Prokopim

Analisaaceh.com, Blangpidie | Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin menunjuk Darmawan Saputra, SE sebagai Pelaksana…

4 jam ago

Harga BBM Non-Subsidi Turun Mulai 1 Februari 2026

Analisaaceh.com, Jakarta | PT Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga resmi menurunkan harga Bahan Bakar Minyak…

4 jam ago

SPBU di Abdya Aktifkan Lagi Sistem Barcode BBM

Analisaaceh.com, Blangpidie | Pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum…

4 jam ago

Tonggak Baru USK, Prof. Mirza Tabrani Terpilih Rektor

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Prof. Dr. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A resmi terpilih sebagai Rektor…

4 jam ago

Usai Tembus Rp10 Juta, Harga Emas Banda Aceh Turun

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Harga emas di Banda Aceh mengalami penurunan pada Senin (2/2/2026), setelah…

4 jam ago

Dua Pencuri Tas di Depan Apotek Cinta Sehat Diringkus Polisi

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Aksi pencurian tas di depan Apotek Cinta Sehat, Banda Aceh, yang…

4 jam ago