Bupati Abdya, Safaruddin saat meninjau lokasi pembangunan Mall Pelayanan Publik (MPP). Foto:Ahlul Zikri/Analisaaceh.com
Analisaaceh.com, Blangpidie | Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin meninjau sejumlah pembangunan infrastruktur strategis di Kabupaten Abdya, Selasa (27/10/2026). Peninjauan tersebut meliputi progress pembangunan Mall Pelayanan Publik (MPP), Tugu Sigupai, dan lokasi venue Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-38, hingga renovasi Masjid Agung Baitul Ghafur Abdya.
Dalam peninjauan itu Bupati Safaruddin turut didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Abdya Amrizal, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTSP) Abdya Amiruddin, Kepala Dinas Syariat Islam Abdya, Muhammad Rasyid, dan Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya PUPR Abdya, Azmi Kamal, serta Kabid Bina Marga PUPR Abdya, Darma Musliandi.
Safaruddin mengatakan, peninjauan dilakukan untuk memastikan progres berbagai pekerjaan menjelang akhir Oktober 2026 berjalan sesuai target. Selain mengevaluasi realisasi, pemerintah daerah juga ingin mengetahui kendala yang dihadapi di lapangan, terutama memasuki musim hujan.
“Ini sudah masuk akhir Oktober 2026. Kita mewanti-wanti semua pekerjaan dari kegiatan yang sedang berproses. Kita juga ingin melihat sejauh mana realisasi pekerjaan yang sedang berjalan, apakah waktunya masih cukup dan apa saja kendala di lapangan,” ujar Safaruddin saat diwawancarai wartawan di lokasi peninjauan.
Menurutnya, kondisi cuaca menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan pekerjaan fisik. Maka dari itu, kondisi tersebut perlu diperhatikan karena curah hujan mulai meningkat dan berpotensi menghambat pekerjaan konstruksi.
Safaruddin menyebut pembangunan insfratruktur menjadi salah satu tolak ukur penting dalam pelaksanaan program pemerintahan Arah Baru Abdya Maju pada tahun pertama.
“Kalau tahun 2025 itu masa transisi, maka tahun 2026 ini tahun ujian pertama saya yang untuk memberikan dampak dari pembangunan, terutama infrastruktur. Walaupun program lainnya berjalan dengan baik, progress infrastruktur di tahun awal ini tetap menjadi perhatian utama,” ucap Safaruddin.
Dalam peninjauan MPP, Safaruddin menyebut progress pembangunan telah mencapai lebih dari 80 persen dan dinilai cukup menjanjikan. Ia menargetkan MPP tersebut sudah dapat difungsikan pada tahun 2027. Bahkan, konsep bangunan akan dikembangkan agar tidak hanya menjadi pusat pelayanan administrasi masyarakat.
“Kita berharap MPP tahun depan sudah fungsional. Bahkan, kita tambahkan konsepnya menjadi destinasi baru, ada rooftop sehingga gedung ini bukan hanya berfungsi sebagai tempat pusat pelayanan, tetapi juga menjadi wadah bagi pelaku seni dan UMKM,” sebutnya.
Lebih lanjut, kata Safaruddin, total anggaran pembangunan MP diproyeksikan mencapai lebih dari Rp16 miliar. Pada tahun berjalan, anggaran yang dialokasikan sekitar Rp4,7 miliar, setelah sebelumnya pada tahun lalu mencapai Rp3,5 miliar. Sementara untuk tahun 2027, pemerintah daerah merencanakan tambahan anggaran sekitar Rp7 miliar hingga Rp8 miliar.
Kemudian, Safaruddin juga meninjau pembangunan Tugu Sigupai yang menjadi salah satu bagian dari penataan wajah kota. Ia mengatakan, pemerintah daerah ingin memperbaiki dan mempercantik kawasan tersebut, termasuk memastikan penataan drainase dan keindahan pedestrian kota berjalan optimal agar tidak terkesan kumuh dan mengganggu pemandangan saat musim hujan.
Lebih lanjut, sebut Safaruddin, pemasangan ornament di Tugu Sigupai dijadwalkan mulai pada bulan depan.
“Penataan kota harus bagus. Jangan sampai ketika hujan, tamu yang datang melihat kota kita seperti tidak tertata. Bahkan, progress pekerjaan Tugu Sigupai saat ini cukup baik dan pemasangan ornament diperkirakan mulai dilakukan bulan depan,” terangnya.
Dari Tugu Sigupai, rombongan kemudian meninjau lokasi venue MTQ. Safaruddin menegaskan pembangunan kawasan tersebut tidak hanya dipersiapkan untuk pelaksanaan MTQ ke-38 Aceh pada tahun 2027, tetapi dirancang menjadi kawasan multifungsi, mencakup stadion, venue penunjang, hingga fasilitas pendukung lainnya.
Di kawasan tersebut, lanjut Safaruddin, pemerintah merencanakan pembangunan stadion beserta sejumlah fasilitas pendukung. Sarana ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan Abdya apabila nantinya mendapat kesempatan menjadi tuan rumah kegiatan olahraga tingkat provinsi, termasuk Pekan Olahraga Aceh (PORA).
Tahun ini, tambahnya, fokus pengerjaan meliputi pembangunan jalan, mushalla, sumur bor, serta penataan kawasan dengan alokasi anggaran Rp3 miliar. Sementara pada 2027, pemerintah merencanakan anggaran sekitar Rp17 miliar.
Safaruddin juga menyampaikan apresiasi apabila Pemerintah Aceh memberikan kepercayaan kepada Abdya sebagai tuan rumah.
“Kalau diberikan kesempatan, saya sangat berterima kasih. Jaminan saya adalah perhelatan MTQ 2027 yang ke-38 akan menjadi MTQ terbaik. Ini menjadi tolak ukur agar Pemkab Abdya dapat memberikan kegiatan yang jauh lebih baik, dengan target panjang menjadikan Abdya siap sebagai tuan rumah PORA,” ujarnya.
Safaruddin turut menjelaskan perkembangan pembebasan lahan di kawasan venue MTQ. Proses tersebut sempat mengalami hambatan karena masih terdapat tarik ulur dalam pembebasan lahan. Pemerintah, tidak dapat mengambil keputusan pembayaran secara sepihak tanpa mempertimbangkan hasil penilaian dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).
“Kita tidak bisa menggunakan kebijakan kekuasaan untuk membayar tanpa pertimbangan dan rekomendasi KJPP atau tim penilai. Kalau KJPP menyatakan bisa dibayar, kita bayar. Kalau tidak, kita tidak berani,” jelasnya.
Untuk pembangunan kawasan venue MTQ, anggaran tahun 2026 mencapai sekitar Rp3 miliar. Sementara pada 2027, pemerintah merencanakan anggaran sekitar Rp17 miliar. Anggaran tersebut akan digunakan untuk pembangunan venue, taman, tugu, serta sejumlah fasilitas pendukung lainnya. Kawasan itu juga direncanakan memiliki pagar keliling sehingga menjadi satu kompleks yang tertata.
“Insyaallah pagarnya keliling sehingga nanti menjadi semacam kompleks. Itu yang menjadi target utama kita,” ungkap Safaruddin.
Safaruddin mengatakan pemerintah juga mulai menyiapkan konsep pengembangan kawasan perkotaan agar pertumbuhan Abdya tidak hanya terpusat di satu kawasan. Salah satu proyek yang disiapkan adalah pembangunan jalan dua jalur di depan pendopo yang direncanakan berjalan bersamaan dengan pembangunan pasar modern senilai Rp46 miliar.
“Pasar modern sudah berjalan dan pemenangnya juga sudah ada. Tahun depan kita merencanakan pembangunan jembatan penghubung,” jelasnya.
Menurut Safaruddin, pembangunan jembatan diperlukan untuk membuka akses alternatif. Jika hanya mengandalkan jalan di kawasan Pesantren Abu Sham, arus lalu lintas diperkirakan akan terganggu karena kondisi jalan yang relatif sempit. Pengembangan kawasan tersebut juga berkaitan dengan rencana penataan pedagang kaki lima. Pemerintah ingin menyediakan kawasan baru sehingga aktivitas perdagangan dapat dipusatkan di lokasi yang lebih tertata.
“Jadi kita membuat semacam pengembangan kota baru. Nanti di depan kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Abdya, insyaallah tahun ini ada jalan dua jalur, jembatan dan tugu. Kemudian jalan di kiri dan kanan sehingga kawasan ini semakin berkembang dan mempercantik kota,” katanya.
Selanjutnya, Bupati Safaruddin turut memantau perbaikan konstruksi Masjid Agung Baitul Ghafur Abdya. Ia mengakui terdapat sejumlah kelemahan pada konstruksi awal bangunan yang kini sedang diperbaiki.
“Tahun ini, pemerintah daerah menganggarkan anggaran sebesar Rp3,5 miliar. Tahun depan direncanakan anggaran tambahan sekitar Rp4 miliar sampai Rp5 miliar untuk mempercantik masjid. Kita perbaiki masjid agar masyarakat kita dalam menjalan ibadah lebih khusyuk dan lebih nyaman,” pungkas Safaruddin.
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Personel Unit III Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polresta Banda Aceh…
Analisaaceh.com, Blangpidie | Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam…
Analisaaceh.com, Blangpidie | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat Daya (Abdya) memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98…
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Pemerintah Aceh mengusulkan anggaran pendapatan dan belanja Aceh (APBA) Tahun Anggaran…
Analisaaceh.com, Tapaktuan | Satu unit mobil Toyota Kijang Innova bernomor polisi (Nopol) BL 1128 DY…
Analisaaceh.com, Aceh Besar | Polres Aceh Besar menggelar apel gelar pasukan Operasi Patuh Seulawah 2026…
Komentar