Wakil Bupati Abdya, Zaman Akli saat menyampaikan sambutan pada peresmian Pabrik Es PT Samudra Karya Nanggroe di kawasan Tempat Pendaratan Ikan (TPI), Gampong Padang Baru Kecamatan Susoh Kabupaten Abdya, Senin (28/9/2026). Foto:Ahlul Zikri/Analisaaceh.com
Analisaaceh.com, Blangpidie | Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Zaman Akli menyebutkan bahwa kehadiran Pabrik Es Balok PT Samudra Karya Nanggroe menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem ekonomi masyarakat pesisir dan menjaga rantai dingin perikanan di wilayah tersebut.
Hal itu disampaikan Zaman Akli saat menyampaikan sambutan pada peresmian Pabrik Es PT Samudra Karya Nanggroe di kawasan Tempat Pendaratan Ikan (TPI), Gampong Padang Baru Kecamatan Susoh Kabupaten Abdya, Senin (28/9/2026).
Pabrik es tersebut memiliki kapasitas produksi mencapai 30 ton per hari. Dalam satu kali penggilingan selama 10 jam produksi, pabrik mampu menghasilkan 310 batang es. Dengan dua kali penggilingan, total produksi mencapai 620 batang es setiap harinya.
Zaman Akli mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Abdya memberikan apresiasi kepada PT Samudra Karya Nanggroe yang telah memilih Abdya, khususnya kawasan Pusat Pelelangan Ikan (PPI) Ujong Serangga sebagai lokasi pengembangan usaha.
“Ini merupakan bentuk kepercayaan dunia usaha terhadap potensi daerah, dan kepercayaan seperti ini harus kita jaga bersama,” kata Akli.
Menurutnya, pembangunan ekonomi daerah tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga harus memastikan bahwa hasil produksi masyarakat memiliki kualitas yang baik, mampu bertahan selama proses distribusi, serta memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi bagi masyarakat.
Ia menilai keberadaan pabrik es memiliki peran penting bagi masyarakat nelayan karena es menjadi bagian dari mata rantai penanganan hasil tangkapan, mulai dari ikan ditangkap, didaratkan, dibawa ke tempat pelelangan hingga dipasaran kepada konsumen.
“Karena itu, kami melihat investasi yang dilakukan PT Samudra Karya Nanggroe ini bukan semata-mata tentang membangun sebuah fasilitas produksi. Kita berharap kehadirannya dapat menjadi bagian dari ekosistem ekonomi pesisir kabupaten Abdya,” ucapnya.
Akli menyebutkan, PPI Ujong Serangga merupakan salah satu pusat aktivitas perikanan tangkap di Abdya. Kawasan tersebut menjadi tempat berlangsungnya aktivitas nelayan, pedagang ikan, dan berbagai pelaku usaha perikanan.
Ia berharap berbagai fasilitas yang berada di kawasan PPI Ujong Serangga dapat saling mendukung sehingga nelayan lebih mudah memperoleh es, penanganan hasil tangkapan menjadi lebih baik, serta kualitas ikan yang dipasarkan tetap terjaga.
“Pada akhirnya, masyarakat memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar,” sebut Akli.
Lebih lanjut, kata Akli, pemerintah daerah berkepentingan agar investasi yang berkembang di Abdya dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat kepada masyarakat. Namun, aktivitas usaha juga harus tetap memperhatikan ketentuan perizinan, standar produksi, kebersihan, lingkungan serta kepentingan masyarakat sekitar.
Ia meminta PT. Samudra Karya Nanggroe mengelola pabrik secara profesional, menjaga kualitas produksinya, memperhatikan kebutuhan nelayan dan pelaku usaha perikanan, serta membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah dan masyarakat.
Akli juga berharap usaha tersebut tidak berhenti pada aktivitas produksi es balok, tetapi dapat berkembang menjadi bagian dari penguatan industri perikanan di Abdya.
“Ketika rantai dingin kita semakin baik, peluang untuk meningkatkan kualitas, memperluas pemasaran dan menciptakan nilai tambah hasil perikanan juga semakin terbuka,” terang Akli.
Akli mengajak masyarakat di sekitar kawasan PPI Ujung Serangga untuk menjaga keberadaan investasi tersebut dengan menciptakan lingkungan usaha yang aman, tertib dan kondusif.
Menurutnya, perkembangan perusahaan diharapkan dapat membuka lapangan usaha, menyerap tenaga kerja, serta menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kita tentu berharap pabrik es balok PT Samudra Karya Nanggroe ini menjadi awal dari tumbuhnya investasi-investasi baru di sektor kelautan, perikanan dan sektor ekonomi lainnya di Abdya,” harap Akli.
Akli menegaskan bahwa Pemkab Abdya terus mendorong pertumbuhan dunia usaha yang produktif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Jika perusahaan berkembang, lapangan kerja terbuka dan aktivitas ekonomi bergerak, manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Kita ingin potensi laut dan pesisir yang kita miliki tidak hanya menjadi sumber daya alam, tetapi benar-benar menjadi sumber kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Tiga pengasuh sebuah daycare di Banda Aceh dijatuhi hukuman penjara oleh…
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Banda Aceh mengamankan dua pria berinisial…
Analisaaceh.com, Aceh Besar | Seorang mahasiswa Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Aceh, Muhammad Rasya Fadilla (18),…
Analisaaceh.com, Blangpidie | Pabrik Es Balok PT Samudra Karya Nanggroe mulai beroperasi di kawasan Pangkalan…
Rumah Amal Universitas Syiah Kuala (USK) mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menggunakan media sosial sebagai…
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Sebanyak 26 kejadian gempa bumi tercatat di wilayah Aceh dan sekitarnya…
Komentar