11.657 Warga Aceh Tengah Masih Terisolir Akibat Longsor dan Banjir Bandang

kondisi banjir di Aceh Tengah, foto: tangkapan layar video warga.

Analisaaceh.com, Takengon | Sebanyak 11.657 jiwa di Kabupaten Aceh Tengah masih mengalami keterisolasian akibat bencana tanah longsor dan banjir bandang yang terjadi sejak 25 November 2025 hingga 6 Januari 2026. 

Data tersebut dirilis BPBD Kabupaten Aceh Tengah berdasarkan pemantauan akses darat di wilayah terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tengah, Ir. Andalika, ST, menyebutkan, keterisolasian terjadi karena timbunan longsor di badan jalan serta putusnya sejumlah jembatan, baik jembatan berawang maupun jembatan gantung, sehingga akses roda dua dan roda empat belum sepenuhnya dapat dilalui.

Berdasarkan data BPBD, terdapat 5 kecamatan yang masih memiliki desa terisolir, yakni Kecamatan Bintang, Ketol, Silih Nara, Rusip Antara, dan Linge.

Kecamatan Ketol menjadi wilayah dengan jumlah warga terisolir terbanyak, mencapai 4.951 jiwa, disusul Rusip Antara sebanyak 2.765 jiwa, Linge sebanyak 2.362 jiwa, Bintang sebanyak 1.325 jiwa, dan Silih Nara sebanyak 254 jiwa.

Secara keseluruhan, tercatat 26 desa masih terisolir dari total 295 desa terdampak bencana di 14 kecamatan. Sementara itu, 269 desa lainnya telah dapat diakses, meski sebagian jalur masih terbatas dan rawan.

BPBD juga mencatat hingga saat ini terdapat 17 akses jalan roda dua dan 26 akses jalan roda empat yang masih dalam kondisi terbatas atau belum terbuka sepenuhnya.

Pemerintah daerah melalui BPBD terus melakukan upaya penanganan darurat, termasuk pembukaan akses jalan, penanganan jembatan rusak, serta pendistribusian logistik bagi warga terdampak. 

BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem dan longsor susulan masih dapat terjadi di wilayah dataran tinggi Aceh Tengah.

Komentar
Artikulli paraprakGaji ASN Aceh Utara Tertunda, Pemerintah Aceh Tegaskan Bukan karena Evaluasi APBK
Artikulli tjetërPlafon Ruang Bersalin RSUD Yuliddin Away Ambruk, Nyaris Timpa Pasien MelahirkanÂ