Pejabat Pemkab Abdya saat mengikuti Profiling Aparatur Sipil Negara (ProASN) yang diselenggarakan BKN, berlangsung di Laboratorium Komputer SMP Negeri 1 Blangpidie, Kabupaten Abdya. Foto:Ahlul Zikri/Analisaaceh.com
Analisaaceh.com, Blangpidie | Sebanyak 458 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat Daya (Abdya) mengikuti Profiling Aparatur Sipil Negara (ProASN) yang diselenggarakan Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, mulai 26 hingga 29 Oktober 2026, tersebut dipusatkan di Laboratorium Komputer SMP Negeri 1 Blangpidie.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten III Setdakab Abdya, Rizal yang didampingi Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Abdya, Nur Afni Muliana, pada Senin (26/10/2026).
Peserta ProASN berasal dari berbagai jenjang jabatan, meliputi jabatan pimpinan tinggi pratama (JPT), administrator, pengawas, hingga pejabat fungsional dan pelaksana di lingkup Pemkab Abdya.
Untuk menjaga kelancaran, pelaksanaan tes berbasis Computer Assisted Test (CAT) ini dibagi dalam dua sesi saban harinya dengan kouta 60 peserta per sesi. Sesi pertama berlangsung pukul 08.30-11.30 WIB, sedangkan sesi kedua dilaksanakan pukul 13.30-16.30 WIB.
Dalam sambutannya, Rizal mengatakan, ASN merupakan penggerak utama roda pemerintahan dan pelayanan publik. Karena itu, pengelolaan sumber daya manusia (SDM) aparatur perlu menyesuaikan diri dengan tantangan zaman yang semakin dinamis.
Menurutnya, penerapan sistem merit harus dilakukan secara menyeluruh, terutama dalam pengelolaan karier, promosi, dan mutasi pegawai. Seluruh proses tersebut harus didasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil serta transparan.
“Melalui program ProASN ini, pemerintah daerah ingin memetakan potensi dan kompetensi setiap pegawai secara objektif. Hasil Profiling akan menjadi basis data penting dalam penyusunan manajemen talenta (talent pool), perencanaan pendidikan dan pelatihan yang tepat sasaran, serta penempatan pegawai sesuai dengan keahliannya,” ujar Rizal.
Rizal menegaskan bahwa Profiling ASN bukan merupakan ujian kelulusan yang harus ditakuti. Ia meminta seluruh peserta menjadikan asesmen tersebut sebagai sarana untuk mengenali potensi diri sekaligus mengidentifikasi kompetensi yang masih perlu dikembangkan.
Ia juga mengingatkan peserta agar mengikuti seluruh tahapan asesmen dengan jujur, tenang, dan sungguh-sungguh. Sementara itu, tim asesor dan panitia diminta menjalankan proses tersebut secara profesional, akuntabel, serta sesuai dengan standar yang ditetapkan.
“Ikutilah seluruh proses asesmen ini dengan jujur, rileks, dan penuh semangat. Kejujuran peserta sangat membantu pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pengembangan karier ke depan,” ungkap Rizal.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Abdya, Nur Afni Muliana, menegaskan kesiapan pihaknya untuk mendukung program BKN dalam mewujudkan manajemen talenta ASN yang profesional.
Lebih lanjut, sebut Nur Afni, asesmen ini bertujuan memperoleh gambaran komprehensif mengenai profil kompetensi, minat, dan karakter para ASN.
“Hasil pemetaan itu nantinya akan menjadi salah satu dasar dalam penerapan manajemen talenta ASN di lingkungan Pemkab Abdya, termasuk untuk mendukung pengembangan kompetensi dan penempatan pegawai sesuai kebutuhan organisasi,” ucapnya.
Melalui pemetaan terintegrasi ini, kata Nur Afni, Pemkab Abdya optimistis dapat memperkuat birokrasi yang profesional berlandaskan nilai dasar berakhlak dan semangat bangga melayani bangsa.
“Kita berharap upaya ini dapat mendorong terwujudnya birokrasi yang profesional dan berorientasi pada pelayanan publik, sejalan dengan nilai dasar ASN berakhlak dan semangat bangga melayani bangsa,” pungkasnya.
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Pemerintah Aceh mengusulkan anggaran pendapatan dan belanja Aceh (APBA) Tahun Anggaran…
Analisaaceh.com, Tapaktuan | Satu unit mobil Toyota Kijang Innova bernomor polisi (Nopol) BL 1128 DY…
Analisaaceh.com, Aceh Besar | Polres Aceh Besar menggelar apel gelar pasukan Operasi Patuh Seulawah 2026…
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Seorang pria berinisial ZZ (40) diduga menusuk pengendara sepeda motor, M…
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh menemukan…
Analisaaceh.com, Tapaktuan | Sebanyak 1.995 pelaku Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Aceh…
Komentar