Analisaaceh.com, Takengon | Fenomena lubang raksasa menyerupai sinkhole yang muncul di Desa Pondok Balik, Kabupaten Aceh Tengah, kian mengkhawatirkan.
Longsoran yang terjadi secara perlahan namun terus-menerus membuat lubang tersebut semakin melebar dari tahun ke tahun, menggerus lahan warga hingga mengancam infrastruktur vital di wilayah dataran tinggi Gayo.
Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menggelar rapat teknis bersama tim terkait untuk membahas kondisi terkini dan langkah penanganan awal terhadap fenomena tersebut.
“Kemarin sudah kita lakukan rapat teknis dengan tim. Ini memang semakin hari semakin berat, semakin bergeser. Penanganannya harus melalui kajian yang serius, perlu tenaga ahli untuk mengkaji penyebab longsoran yang terus terjadi setiap hari,” kata Haili Yoga kepada awak media Selasa (3/1/2026).
Menurutnya, longsoran di lokasi tersebut sebenarnya telah terjadi sejak 2013, namun dalam beberapa waktu terakhir kondisinya semakin parah dan luasannya terus bertambah. Jika tidak segera diantisipasi, kawasan tersebut dikhawatirkan akan terbelah dan berdampak langsung pada permukiman warga.
“Kalau ini tidak diantisipasi, nanti bisa terbelah. Awalnya longsoran sekitar 500 meter, sekarang sudah mencapai 500 meter lagi. Kalau bertambah 500 meter lagi, itu sudah masuk ke kampung dan desa,” ujarnya.
Haili Yoga juga mengungkapkan bahwa akses jalan di sekitar lokasi kini sudah terputus, sehingga kondisi tersebut dinilai sangat berisiko bagi keselamatan masyarakat serta aktivitas ekonomi warga.
“Jalan hari ini sudah putus, itu sangat riskan. Ini kondisi yang cukup berat,” tambahnya.
Atas situasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah berharap adanya keterlibatan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk penanganan yang lebih komprehensif dan berbasis kajian ilmiah.
“Harapan kami, tim dari provinsi dan pusat bisa hadir bersama tim kabupaten, supaya penanganannya bisa dilakukan secara menyeluruh dan tidak melebar ke lokasi lain,” pungkas Haili Yoga.




