Analisaaceh.com, Blangpidie | Ribuan hektar ahan sawah petani di Kecamatan Kuala Batee dan Jeumpa, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) masih mengalami kekurangan debit air. Pasalnya, banyak jaringan irigasi yang belum memadai untuk mengalirkan air ke sawah-sawah petani dalam wilayah setempat.
Untuk memaksimalkan pasokan aliran air, para petani meminta pemerintah untuk membangun jaringan Irigasi sayap kanan Daerah Irigasi (DI) Krueng Susoh. Jika jaringan tersebut telah terbangun dengan jarak 27 kilometer dari DI Krueng Susoh maka pasokan air akan lebih maksimal dan akan meningkatkan hasil panen.
Bahkan, para petani di wilayah tersebut melalui Imum Mukim wilayah Kuala Batee juga telah melayangkan surat kepada Bupati Abdya nomor 500/02 tanggal 2 Februari 2026 tentang Permohonan Pembangunan Irigasi Sayap Kanan DI Susoh.
Dalam surat tersebut, petani memiliki luas lahan 1.307 hektare di Kuala Batee dan 697 hektare di wilayah Jeumpa. Lahan itu merupakan lahan produktif yang butuh aliran air demi meningkatkan hasil panen guna mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto.
Meskipun irigasi teknis di wilayah setempat dinilai sudah tersedia dan memadai, namun debit air yang mengalir ke sawah warga belum optimal. Jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut, para petani khawatir akan terjadi alih fungsi lahan secara besar-besaran karena ketidakpastian sumber air saat musim tanam.
Terkait dengan permohonan dua wilayah tersebut, Plt Kepala Dinas PUPR Abdya, Rahwadi ST, Kamis (5/2/2026), mengatakan bahwa Bupati Abdya Safaruddin telah memerintahkan kepada pihaknya untuk segera berkoordinasi dengan Balai BWS 1 Provinsi Aceh dalam rangka menyahuti permohonan petani di wilayah Kecamatan Jeumpa dan Kuala Batee terkait minimnya pasokan air yang tersedia di irigasi kabupaten perlu dukungan aliran air dari sayap kanan.
“Hasil pantauan kami dilapangan, memang debit air kurang meski irigasi teknisnya bagus. Dan kita sudah mengecek memang benar kondisinya bagus, tapi jaringannya yang belum memadai,” ungkap Rahwadi.




