NEWS Hidupkan Nuansa Melayu Gambus, Sanggar Merduhati Manggeng Jadi Magnet di Panggung HUT...

Hidupkan Nuansa Melayu Gambus, Sanggar Merduhati Manggeng Jadi Magnet di Panggung HUT ke-24 Abdya

Sanggar Seni Merduhati asal Desa Tengah Kecamatan Manggeng tampil memukau di pentas pergelaran seni dalam rangka HUT ke 24 Kabupaten Abdya di Lapangan Pulau Kayu Kecamatan Susoh, Minggu (26/4/2026) malam. Foto: Ist

Analisaaceh.com, Blangpidie | Panggung perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menjadi saksi lahirnya talenta baru di dunia seni lokal. Sanggar Seni Merduhati, grup seni asal Gampong Tengah, Kecamatan Manggeng itu, sukses mencuri perhatian penonton dalam penampilan perdana mereka di tingkat kabupaten.

Meski tergolong balia karena baru dibentuk pada tahun 2025 lalu, sanggar dibawah binaan Kepala Dinas Pendidikan Abdya, Gusvizarni, Kepala Disporaparekraf, Safrizal dan Kadis Koperasi UKM Perindag Zedi Saputra ini tampil percaya diri.

Mengenakan kostum tradisional yang elegan, penyanyi dan pemusik Merduhati berhasil menghidupkan kembali nuansa Melayu Gambus yang kental dengan menyuguhkan irama yang membuat penonton terpaku.

Salah satu Pendiri Sanggar Merduhati, Yunadi menyampaikan bahwa kehadiran mereka di panggung HUT ke-24 Abdya merupakan tonggak sejarah bagi sanggar yang bermarkas di gampong Tengah, Kecamatan Manggeng tersebut.

“Kami ingin membawa penyegaran dengan mengangkat kembali genre Melayu dan Gambus yang sempat dipopulerkan para pendahulu kami. Meski kami baru seumur jagung, semangat para anggota untuk menjaga warisan budaya ini sangat luar biasa,” ujar Yunadi, Senin (27/4/2026).

Ia menambahkan, penampilan mereka di ajang kabupaten ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi pesan bahwa regenerasi seniman di wilayah Manggeng terus berjalan. Tepuk tangan riuh dari masyarakat yang memadati lapangan Pulau Kayu Kecamatan Susoh menjadi bukti bahwa kehadiran Sanggar Merduhati diterima dengan hangat sebagai aset baru dalam khazanah budaya Tanoh Breuh Sigupai.

“Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkembang dan berkontribusi dalam pelestarian seni budaya Abdya,” ujarnya.

Ke depan, Yunadi berharap Sanggar Seni Merduhati dapat terus berkembang dan menjadi wadah bagi pemuda-pemudi di Abdya untuk mengasah kreativitas. Ia ingin sanggar seni ini menjadi instrumen utama dalam mempromosikan identitas daerah melalui jalur seni pertunjukan yang berkualitas.

“Kami berharap sanggar seni Merduhati dapat menjadi ruang kreatif bagi generasi muda Abdya, khususnya dalam mengembangkan bakat seni sekaligus memperkuat identitas budaya daerah melalui pertunjukan yang lebih berkualitas,” ungkapnya.

Para personel Merduhati itu diantaranya, vocal, Miftahul ikhwan (wawan). Gitarisnya Endri Safrial, bass Zaira Yunara, keyboard Eddy Manggeng, Drumer Razzaqul Muftiari. Pemegang rapai, Yunadi dan Ridhya Asmadi juga T Afrizal dan Wildan.

Artikulli paraprak15 Ribu Lemang dan 34 Ribu Tape, Abdya Cetak Rekor MURI
Artikulli tjetërPasar Murah HUT ke-24 Abdya, Pemkab Sediakan Beras hingga Minyak Goreng Bersubsidi