
Analisaaceh.com, Blangpidie | Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin menyerahkan santunan jaminan kematian (JKM) dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan kepada 11 ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan di kabupaten Abdya. Total anggaran yang disalurkan mencapai Rp1.045.500.000.
Penyerahan santunan yang diserahkan langsung oleh Bupati Safaruddin secara simbolis itu berlangsung di Oproom Kantor Bupati Abdya, Kamis (11/6/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Plt Sekda Abdya Amrizal, Kepala BPJS ketenagakerjaan Cabang Meulaboh, Fachri Idris diwakili Kabid Kepesertaan, Adi Setiawan, serta Kepala Dinas Sosial Abdya Iin Supardi.
Para penerima manfaat merupakan ahli waris dari peserta BPJS Ketenagakerjaan yang semasa hidupnya mengabdikan diri sebagai Tuha 4, Keujruen Blang, Guru Ngaji, Pemandi Jenazah, Tuha 8, anggota Tuha 4, Kader Posyandu, Guru Paud, dan Petugas Ukur Tapal Batas.
Para penerima santunan tersebut terdiri atas ahli waris almarhum Nouvizal yang selama hidupnya merupakan tuha 4 Gampong Pasar Blangpidie Kecamatan Blangpidie, kemudian ahli waris dari almarhum Muhammad Satar yang merupakan Keujruen Blang serta ahli waris almarhumah Mariana yang merupakan guru ngaji dari Gampong Panton Raya, Kecamatan Blangpidie.
Selanjutnya, ahli waris almarhumah Nurjanah selaku pemandi jenazah dari Gampong Alue Manggota Kecamatan Blangpidie, kemudian ahli waris almarhum Herman Nur yang merupakan Keujruen Blang Gampong Seunaloh Kecamatan Blangpidie, dan ahli waris almarhum Asrijal yang salam hidupnya menjabat sebagai tuha 8 Gampong Blang Dalam Kecamatan Susoh
Seterusnya, ahli waris almarhumah Winarti selaku kader posyandu di Gampong Rubek Meupayong Kecamatan Susoh, selanjutnya almarhum Abdullah. IS berprofesi sebagai pemandi jenazah dari Gampong Ujung Padang Kecamatan Susoh, serta ahli waris almarhumah Rahmi yang merupakan guru paud di Gampong Lhok Pawoh Kecamatan Manggeng.
Kemudian, bantuan santunan jaminan kematian juga disalurkan kepada ahli waris almarhum Usman Umar yang merupakan petugas ukur batas di Gampong Paya Kecamatan Manggeng dan ahli waris almarhum Samsuardi selaku anggota tuha 4 Gampong Bineh Krueng Kecamatan Tangan-tangan.
Dalam arahannya, Bupati Safaruddin mengapresiasi komitmen BPJS ketenagakerjaan Cabang Meulaboh yang terus bersinergi dengan pemerintah kabupaten (Pemkab) Abdya dalam memberikan perlindungan sosial ketenagakerjaan kepada masyarakat.
Lebih lanjut, kata Safaruddin, progam ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menyahuti aspirasi serta menjamin keselamatan masyarakat.
“Ini merupakan bukti komitmen pemerintah daerah bersama BPJS ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat. Santunan yang diberikan memang tidak mampu mengobati rasa duka mendalam kehilangan orang terkasih, tetapi setidaknya menjadi bukti bahwa negara hadir saat masyarakat menghadapi musibah,” kata Safaruddin.
Safaruddin menekan kepada penerima manfaat agar menggunakan santunan tersebut untuk keberlangsungan ekonomi keluarga dan keberlanjutan masa depan, serta mendukung kebutuhan pendidikan anak-anak yang ditinggalkan.
Menurutnya, dana santunan dapat dimanfaatkan sebagai tabungan pendidikan bagi anak-anak yang masih menempuh pendidikan mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.
“Jika ada anak yang masih menempuh pendidikan, baik di tingkat SD, SMP, SMA, pesantren maupun perguruan tinggi, gunakan bantuan ini untuk kebutuhan pendidikan mereka. Dengan pengelolaan yang baik, santunan ini dapat membantu menjamin masa depan anak-anak. Sebab, pendidikan merupakan investasi masa depan yang harus dipersiapkan sejak sekarang,” ujarnya.
Safaruddin juga mendorong keluarga penerima manfaat untuk mengelola dana santunan secara produktif, termasuk sebagai modal usaha maupun tabungan pendidikan anak.
Ia juga mengajak para ahli waris untuk tetap tegar, memperbanyak syukur dan bersabar atas musibah yang dialami, serta meningkatkan ibadah di tengah ujian kehilangan ini.
Menurutnya, setiap ujian yang diberikan Allah SWT memiliki hikmah dan tidak akan melebihi kemampuan hamba-Nya
“Mari memperbanyak sujud dan berdoa kepada Allah SWT. Takdir takdir kelapangan hidup sangat ditentukan oleh kesungguhan doa kita,” sebutnya.
Selain itu, ia memastikan bahwa program santunan ini merupakan agenda rutin Pemkab Abdya. Ia juga menegaskan komitmen untuk melanjutkan program perlindungan sosial ketenagakerjaan dan berupaya menambah kuota penerima manfaat pada tahun-tahun mendatang, karena manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Program santunan ini telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen untuk menjaga keberlanjutannya dan menambah jumlah penerima manfaat ke depan,” ungkap Safaruddin.
Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Meulaboh Fachri Idris melalui Kabid Kepesertaan Adi Setiawan menjelaskan bahwa alokasi anggaran santunan yang disaluran tersebut bersumber dari dana Pemkab Abdya.
Pada tahun 2026, sebutnya, total manfaat yang disalurkan mencapai sekitar Rp1.045.500.000. Dana tersebut mencakup Program Jaminan Kematian sebesar Rp42 juta per peserta serta manfaat beasiswa bagi anak peserta yang memenuhi syarat.
“Penerima manfaat jaminan kematian memperoleh santunan sebesar Rp42 juta. Selain itu, setelah peserta terdaftar minimal tiga tahun, ahli waris juga berhak mendapatkan beasiswa untuk dua orang anak hingga menyelesaikan pendidikan perguruan tinggi,” terang Adi.
Ia mengapresiasi komitmen Bupati Abdya dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat. BPJS Ketenagakerjaan berharap cakupan kepesertaan terus meningkat, termasuk bagi pekerja rentan di sektor perkebunan yang sedang dipersiapkan untuk mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Abdya yang terus mendukung perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat. Semoga ke depan cakupan perlindungan ini semakin luas dan manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak warga,” pungkasnya.



