Analisaaceh.com, Banda Aceh | Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) menyatakan persoalan LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender) menjadi perhatian serius Pemerintah Aceh. Ia meminta seluruh jajaran pemerintah bersama pemangku kepentingan memperkuat langkah pencegahan.
Pernyataan tersebut disampaikan Mualem melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, di Banda Aceh, Jumat (24/7/2026).
“Itu persoalan serius di Aceh. Selain bertentangan dengan Syariat Islam, LGBT juga menyebar penyakit mematikan HIV/AIDS,” kata Mualem sebagaimana disampaikan Nurlis.
Menurut Mualem, persoalan tersebut telah menjadi perhatian pemerintah karena dinilai meresahkan masyarakat. Oleh sebab itu, ia menginstruksikan seluruh jajarannya untuk bekerja sama melakukan langkah-langkah pencegahan.
Isu tersebut juga menjadi salah satu agenda pembahasan dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh yang dipimpin Mualem di Kantor Gubernur Aceh, Kamis (23/7).
Dalam rapat itu, Mualem meminta Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir Syamaun memaparkan kondisi terkait isu LGBT di Aceh.
Dalam paparannya, Nasir menyebut penyebaran konten LGBT di ruang digital maupun aktivitas komunitas tertentu menjadi perhatian Pemerintah Aceh.
“Aktivitas mereka terindikasi di kafe atau warkop, barbershop, dan tempat fitness/gym,” ujar Nasir.
Pemerintah Aceh, lanjut Nasir, berencana merevisi Peraturan Gubernur tentang Gugus Tugas Pencegahan Pornografi, memperkuat ketahanan keluarga melalui pola asuh dan disiplin positif, serta membentuk tim terpadu untuk memantau aktivitas di ruang publik dan media sosial.
Dalam rapat yang sama, Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan menyatakan jajarannya akan segera menindaklanjuti pemantauan aktivitas di media sosial.
Sementara itu, Kepala BIN Aceh Andrie P. Mulia menyebut isu LGBT sebagai ancaman nonmiliter yang menurutnya perlu mendapat perhatian bersama.




