NEWS Pemkab Abdya Siapkan Sentra Mualaf, Bupati Usul Insentif Pendamping Rp1,5 Juta

Pemkab Abdya Siapkan Sentra Mualaf, Bupati Usul Insentif Pendamping Rp1,5 Juta

Bupati Abdya, Safaruddin saat menerima silaturahmi Baitul Abdya membahas pengelolaan infak dan zakat yang berlangsung di Pendopo Bupati setempat, Jumat (31/7/2026). Foto:Ahlul Zikri/Analisaaceh.com

Analisaaceh.com, Blangpidie | Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin, meminta Baitul Mal Abdya memperkuat program pendampingan bagi para mualaf sekaligus menyiapkan pembangunan sentra mualaf di kabupaten berjuluk Bumoe Breuh Sigupai. Program tersebut ditujukan untuk memberikan pembinaan keagamaan dan dukungan sosial secara berkelanjutan.

Pernyataan itu disampaikan Safaruddin saat pertemuan membahas pengelolaan infak dan zakat bersama jajaran Baitul Mal Abdya di Pendopo Bupati Abdya, Jumat (31/7/2026).

Menurut Safaruddin, pembinaan bagi mualaf tidak boleh berhenti pada tahap ikrar syahadat. Pendampingan perlu disusun secara terstruktur agar para mualaf memperoleh pembinaan keagamaan sekaligus dukungan terhadap kebutuhan dasar, terutama pada masa awal setelah memeluk Islam.

Ia menilai keberlanjutan program menjadi faktor penting agar para mualaf tidak hanya memperoleh pembinaan spiritual, tetapi juga memiliki kemandirian ekonomi. Untuk mendukung program tersebut, Bupati mengusulkan alokasi anggaran pendampingan sekitar Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per bulan bagi setiap penerima manfaat.

“Pendampingan untuk mualaf perlu direncanakan secara matang oleh Baitul Mal dengan usulan alokasi anggaran maksimal sekitar Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per bulan. Dalam pendampingan ini kita berharap ada program yang benar-benar menyentuh kebutuhan para mualaf sehingga mereka mendapatkan pembinaan yang berkesinambungan,” ujar Safaruddin.

Selain program pendampingan, Pemkab Abdya juga menargetkan pembangunan sentra mualaf sebagai pusat layanan terpadu. Pemerintah daerah telah menyiapkan lahan yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan.

Safaruddin menjelaskan pembangunan fisik masih menunggu penyusunan Detail Engineering Design (DED) agar kebutuhan anggaran dapat dihitung secara rinci sebelum proyek dimulai.

“Untuk pembangunan sentra mualaf, kita melihat dulu kesiapan anggarannya karena besaran biaya pastinya belum diketahui. Oleh sebab itu, kita susun DED terlebih dahulu agar kalkulasi kebutuhan anggaran yang diperlukan lebih jelas,” kata Safaruddin.

Ketua Baitul Mal Abdya, Tgk Syamsul Qamar, menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti arahan Bupati, baik dalam penyusunan program pendampingan mualaf maupun rencana pembangunan sentra mualaf.

“Instruksi Pak Bupati akan segera kami tindaklanjuti, baik dari segi penyusunan skema pembinaan pendamping mualaf maupun pengusulan alokasi anggaran pembangunan sentra mualaf,” katanya.

Ia menambahkan Baitul Mal Abdya akan mengkaji aspek regulasi dan teknis pelaksanaan agar program pendampingan serta pembangunan sentra mualaf berjalan efektif, tepat sasaran, dan akuntabel.

“Kami akan mengkaji kebutuhan program secara menyeluruh agar pelaksanaannya berjalan efektif, tepat sasaran, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selain itu, kami juga akan menyiapkan usulan anggaran sebagai bagian dari tindak lanjut instruksi Pak Bupati,” pungkasnya.

Artikulli paraprakCegah Kegaduhan, Pemerintah Aceh Minta Pertamina Perbaiki Pelayanan SPBU
Artikulli tjetërPartai Demokrat Aceh Gelar Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Libatkan 600 Peserta Peduli Lingkungan