Categories: NEWS

Abrasi Kian Parah, Wakil Bupati Abdya Minta Jetty Direlokasikan

Analisaaceh.com, Blangpidie | Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Muslizar MT melalui kepala BPBD Abdya, menyurati Pemerintah Aceh untuk meminta agar jetty yang ada di kawasan pantai Gampong Kedai Palak Kerambil, Kecamatan Susoh, direlokasi menjadi break water.

“Kita sudah berkoneksi dengan anggota DPRA bapak Irfanusir, kemudian kita minta kepala BPBD Abdya untuk membuat surat ke provinsi supaya jetty itu direlokasi, dari jetty menjadi pengaman pantai,” kata Muslizar saat dikonfirmasi Analisaaceh.com, Jum’at (22/5/2020).

Ia menyebutkan, sebagai Pemerintah Kabupaten, langkah pertama untuk membangun break water atau pemecah ombak ialah berusaha bagaimana mungkin untuk meyakinkan Pemerintah Aceh.

“Karena terus terang kalau dengan anggaran kabupaten, kita tidak mampu membangun break water untuk pemecah ombak tersebut,” ujarnya.

Muslizar mengatakan, Pemerintah Kabupaten selama ini sudah berusaha dalam melakukan penanganan terkait masalah abrasi yang terjadi di Gampong Kedai Palak Kerambil.

“Sejak 2019 kemarin kita sudah mengusulkan ke pihak Pemerintah Aceh dan juga kepada anggota DPRA yang mudah mudah-mudahan paling tidak di tahun 2021 untuk dicairkan, berharap untuk sekarang adanya penanganan sementara, karena untuk APBA 2020 ini tidak dianggarkan,” ucap Muslizar.

Menurut Muslizar, abrasi yang menghantam pemukiman warga diakibatkan karena adanya jetty tersebut, membuat ombak langsung melaju ke rumah-rumah warga, tidak lagi menyusuri bibir pantai.

“Di wilayah selatan istilahnya di Krung Cangkoi, di wilayah barat adanya di belakang Masjid Pustaka, mengakibatkan konsentrasi ombak laut itu menghantam pemukiman penduduk, sehingga tidak lagi menyusuri pantai,” bebernya.

Wakil Bupati Abdya tersebut juga meminta, kepada Pemerintah Aceh dan para anggota DPRA yang mewakili dapil 9 untuk mengambil bagian dalam menganggarkan renovasi sekitar 40 rumah warga yang terdampak abrasi.

“Nanti kita bisa sharing dengan pemerintah kabupaten untuk menyediakan tanah tempat pembangunan rumah tersebut. Untuk bantuan masa panik bagi warga, alhamdulillah sudah kita salurkan,” kata Muslizar.

Muslizar menghimbau, dalam kondisi yang masih belum stabil ini agar masyarakat lebih berhati-hati dalam beraktivitas, terutama bagi nelayan yang melaut.

“Jadi untuk para nelayan, sementara waktu kalau pun melaut jangan terlalu jauh, kemudian jika ada yang berniat untuk main ke laut, sebaiknya ditunda dulu. Begitu juga dengan masyarakat yang terdapat pohon-pohon besar di dekat rumah atau tidak produktif, mohon ditebang, karena sangat rawan roboh dalam kondisi cuaca seperti ini,” pungkasnya.

Editor : Nafrizal
Rubrik : NEWS
Redaksi

Editor Analisaaceh.com

Komentar

Recent Posts

MAA Abdya Usul Mahar Nikah Maksimal 5 Mayam Emas

Analisaaceh.com, Blangpidie | Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengusulkan penetapan batas…

14 jam ago

Safaruddin Tunjuk Darmawan Jadi Plt Kabag Prokopim

Analisaaceh.com, Blangpidie | Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin menunjuk Darmawan Saputra, SE sebagai Pelaksana…

22 jam ago

Harga BBM Non-Subsidi Turun Mulai 1 Februari 2026

Analisaaceh.com, Jakarta | PT Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga resmi menurunkan harga Bahan Bakar Minyak…

22 jam ago

SPBU di Abdya Aktifkan Lagi Sistem Barcode BBM

Analisaaceh.com, Blangpidie | Pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum…

22 jam ago

Tonggak Baru USK, Prof. Mirza Tabrani Terpilih Rektor

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Prof. Dr. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A resmi terpilih sebagai Rektor…

22 jam ago

Usai Tembus Rp10 Juta, Harga Emas Banda Aceh Turun

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Harga emas di Banda Aceh mengalami penurunan pada Senin (2/2/2026), setelah…

22 jam ago