Analisaaceh.com, Banda Aceh | Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Rijaluddin, mengusulkan agar dilakukan pertemuan terpisah dengan Gubernur Aceh tanpa kehadiran pimpinan dewan.
Usulan tersebut disampaikan Rijaluddin dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan menjabat sebagai Ketua Komisi V dalam rapat paripurna yang digelar, Senin (6/4/2026).
Rapat paripurna itu dipimpin oleh Ketua DPRA, Zul Fadli, dan turut dihadiri langsung oleh Gubernur Aceh. Dalam forum tersebut, Rijal menyampaikan permohonan agar seluruh anggota DPRA dapat diberikan ruang untuk bertemu langsung dengan gubernur dalam forum khusus di luar sidang resmi.
“Permohonan ini kami sampaikan khusus kepada Bapak Gubernur. Kami meminta agar seluruh anggota DPRA dapat berjumpa secara langsung dalam pertemuan terpisah, tanpa kehadiran pimpinan. Apakah rekan-rekan semua setuju?” ujar Rijal dalam rapat tersebut.
Pernyataan itu kemudian mendapat persetujuan dari sejumlah anggota DPRA yang hadir dalam forum.
“Ini kami sampaikan dari lubuk hati yang paling dalam. Bapak Gubernur, mohon kebijaksanaannya,” lanjutnya.




