Belasan Warga Hirup Amonia PT PIM Hingga Harus Dilarikan ke RS

Warga Desa Tambon Baroh Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara menggunakan masker menghindari paparan zat amonia PT PIM.

Analisaaceh.com, Lhoksukon | Belasan warga Desa Tambon Baroh Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara terpaksa dilarikan ke rumah sakit usai menghirup amonia PT PIM. Warga kecewa karena PT PIM tidak peduli atas kejadian tersebut.

Aisyah (58) warga Dusun I kepada awak media mengatakan bau amonia mulai tercium Jumat malam sekira pukul 19:40 WIB. Selang sesaat, bau amonia makin kentara terasa hingga dirinya sulit bernafas.

“Waktu saya shalat isya bau amonianya makin parah hingga membuat kami sulit untuk bernafas,” ungkapnya.

Aisyah mengaku dirinya dan warga yang terpapar mengalami mual, pening, mata perih hingga muntah. Sebagian warga yang terpapar dan memiliki kendaraan sendiri langsung pergi ke rumah sakit terdekat di komplek PT PIM. Bagi Aisyah dan beberapa warga yang tak memiliki kendaraan berkumpul di tempat yang sudah disediakan.

Sejatinya, pihak perusahaan akan melakukan evaluasi dari titik kumpul, namun miris, tidak ada pihak dari PT PIM yang terlihat untuk melakukan evakuasi.

“Kami tunggu di Balai Abad (titik kumpul), tapi orang PIM tidak ada satu pun, sampai sekarang tidak ada mulai dari satpam hingga karyawan. Rumah Sakit PIM yang ada menanggapi dan dikasih susu beruang,” ucapnya.

Menurut Aisyah mewakili warga yang menjadi korban, pihak PT PIM seakan lupa akan janji yang telah diucapkan berupa penanggulangan dan evakuasi terhadap masyarakat sekitar bila terhirup amonia.

“Dulu mereka (PT PIM) berjanji apabila ada kejadian terhirup amonia kami disuruh tunggu ditempat evakuasi dan dijemput, tapi sekarang tidak ada, hanya janji yang tinggal janji,“ ungkapnya geram.

Korban lainnya, Jamauddin mengaku kecewa atas perlakuan perusahaan. Dia menilai PT PIM tidak memperlakukan mereka seperti manusia. PT PIM dituding lalai dalam penanggulangan warga yang terpapar amonia.

“Kurang ajar sekali, dipikir kami bukan manusia, tidak peduli mereka terhadap apa yang kami alami, percuma ditulis besar-besar PIM Peduli,” ucap Jamaluddin.

Jamauddin juga meminta awak media untuk memberitakan kasus ini karena sudah dianggap keterlaluan. “Mereka jangan lempar batu sembunyi tangan, sengaja dilepas amonia dan tidak terkontrol. Tunggu mati orang lalu dikasi susu satu persatu, bukan itu obatnya,” ucapnya.

Analisaaceh.com sudah berupaya menghubungi Vice President Humas, Zulhadi, namun tidak mendapat respon.

Dikutip dari situs hallosehat.com, terpapar ammonia dapat menganggu kesehatan yakni pada saluran nafas (terhirup), pada kontak kulit dan mata (sentuhan), pada sistem pencernaan (tertelan) hingga keracunan.

Melansir dari jurnal Metabolic Brain Disease, profesor Erlend Nagelhus dan tim peneliti dari Institute for Basic Medical Sciences melaporkan bahwa kadar ammonia berlebihan dalam tubuh, khususnya di otak, dapat mengganggu kerja metabolisme tubuh. Hal ini khususnya berdampak buruk terhadap fungsi sel-sel dan saraf otak.

Menelan ammonia dalam jumlah banyak menyebabkan keracunan sistemik dengan gejala khas berupa kejang-kejang, dan bahkan bisa hingga koma.

Editor : Desriadi Hidayat
Rubrik : NEWS
Komentar
Artikulli paraprakYamaha Mio dan PCX Laga Kambing di Bener Meriah, Dua Orang Luka-luka
Artikulli tjetërBocah yang Tenggelam di Sungai Lhoksukon Ditemukan Meninggal Dunia