Categories: NEWS

Berikut Desa dan Dusun di Aceh Hilang Akibat Banjir dan Longsor

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Aceh menyebabkan beberapa desa dan dusun dinyatakan hilang akibat terseret banjir dan longsor.

Dampak bencana ini tidak hanya menghilangkan permukiman warga, tetapi juga membuat roda pemerintahan desa lumpuh karena seluruh penduduk mengungsi.

Berdasarkan data yang disampaikan oleh Juru Bicara Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin dihimpun dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG/DPMK) kabupaten, desa dan dusun yang terdampak tersebar di tujuh kabupaten, yakni Aceh Tamiang, Aceh Utara, Nagan Raya, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Pidie Jaya.

Di Kabupaten Aceh Tamiang, Kecamatan Sekerak, sejumlah desa seperti Lubuk Sidup, Sekumur, Tanjung Gelumpang, Sulum, dan Baling Karang dilaporkan sudah tidak ada lagi setelah lenyap terseret arus banjir dan longsor.

Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Aceh Utara, tepatnya di Kecamatan Sawang dan Langkahan, di mana satu dusun di Desa Gunci serta wilayah Riseh Teungoh, Riseh Baroh, Dudun Rayeuk, dan Pungke dinyatakan hilang.

Sementara itu, di Kabupaten Nagan Raya, Kecamatan Kuta Teungoh dan Babah Suak, Desa Beutong Ateuh Banggalang terdampak cukup parah.

Selain desa yang hilang, sebagian wilayah juga mengalami kerusakan rumah warga. Hal yang sama terjadi di Kabupaten Aceh Tengah, Kecamatan Ketol dan Bintang, dengan beberapa rumah rusak di Desa Bintang Pupara dan Kalasegi.

Di wilayah Gayo Lues, bencana melanda sejumlah kecamatan seperti Rikit Gaib, Pantan Cuaca, Blangkejeren, dan Tripe Jaya.

Beberapa desa seperti Kuning Kumia, Tetingi, Seneren, Remukut, Agusen, Pasir, Uyem Beriring, dan Pungke dilaporkan sudah tidak dapat dihuni karena terseret banjir dan longsor.

Kabupaten Aceh Tenggara juga mencatat satu dusun di Kecamatan Ketambe yang hilang, dengan dampak meluas ke sejumlah desa di Kecamatan Lawe Aunan, Leuser, Jambur Lako, Jati Sara, Lawe Penanggalan, Bener Pepah, hingga Penungkunan. Sementara di Kabupaten Pidie Jaya, satu dusun di Desa Blang Awe, Kecamatan Meureudu, dilaporkan lenyap akibat bencana serupa.

Akibat kejadian ini, seluruh penduduk dari desa dan dusun terdampak terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman, baik ke lokasi pengungsian maupun ke rumah kerabat.

Kondisi tersebut membuat pemerintahan desa tidak dapat menjalankan aktivitas pelayanan karena aparatur desa juga berada di pengungsian.

Pemerintah daerah melalui instansi terkait terus melakukan pendataan lanjutan serta berupaya menyiapkan langkah penanganan dan pemulihan bagi warga terdampak, termasuk rencana relokasi bagi desa dan dusun yang sudah tidak memungkinkan untuk dihuni kembali.

Naszadayuna

Komentar

Recent Posts

Polisi Tangkap Sopir Truk Tangki Pengangkut 5 Ton Bio Solar Subsidi

Analisaaceh.com, Suka Makmue | Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Nagan Raya menangkap seorang pria berinisial…

3 hari ago

Harga Gabah di Abdya Sempat Anjlok, Bulog Ingatkan Pengepul soal HPP

Analisaaceh.com, Blangpidie | Perum Bulog Kantor Cabang Blangpidie meminta petani di Aceh Barat Daya (Abdya)…

3 hari ago

Gubernur Aceh Imbau Warga Waspadai Kabut Asap, Minta Posko Karhutla Diaktifkan

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Gubernur Aceh Muzakir Manaf mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kabut asap…

7 hari ago

Bawa 76 Liter Solar Subsidi dan Pompa Penyedot, Pria Nagan Raya Ditangkap

Analisaaceh.com, Meulaboh | Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Aceh Barat menetapkan seorang pria berinisial S…

7 hari ago

Kualitas Udara Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di kawasan Barueh, Kecamatan Kota Jantho,…

7 hari ago

Kabut Asap Melanda Sumatra, Penerbangan di Bandara SIM Tetap Normal

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, memastikan operasional penerbangan tetap…

7 hari ago