Analisaaceh.com, Banda Aceh | Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I mengeluarkan peringatan dini curah hujan tinggi untuk sejumlah wilayah di Provinsi Aceh selama periode 1–10 November 2026.
Dalam peringatan tersebut, tiga kabupaten ditetapkan berstatus Awas, yakni Nagan Raya, Aceh Barat Daya, dan Aceh Selatan. Peringatan ini dikeluarkan seiring seluruh zona musim di Aceh yang telah memasuki musim hujan.
Berdasarkan buletin informasi peringatan dini cuaca dan iklim dasarian I November 2026, status Awas di Nagan Raya meliputi Kecamatan Beutong, Darul Makmur, Tadu Raya, dan Tripa Makmur.
Di Aceh Barat Daya, wilayah yang masuk kategori tersebut adalah Babah Rot, Blangpidie, Jeumpa, Kuala Batee, Lembah Sabil, Setia, Susoh, dan Tangan-Tangan.
Sementara di Aceh Selatan mencakup Kecamatan Meukek, Labuhan Haji Barat, dan Labuhan Haji Timur.
BBMKG Wilayah I menyebutkan seluruh zona musim (ZOM) di Aceh telah memasuki musim hujan hingga dasarian III Oktober 2026.
“Hingga dasarian III Oktober 2026, semua zona musim (ZOM) di Provinsi Aceh sudah memasuki musim hujan,” demikian keterangan dalam buletin yang diterbitkan pada 31 Oktober 2026.
Selain menetapkan status Awas, BBMKG Wilayah I juga mengeluarkan peringatan kategori Siaga untuk Gayo Lues, Aceh Tenggara, Aceh Jaya, Aceh Barat, Aceh Singkil, dan Kota Subulussalam.
Adapun wilayah berstatus Waspada meliputi Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Timur, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Simeulue.
Dalam prakiraan cuaca tiga harian, potensi hujan sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di sejumlah kabupaten/kota selama periode tersebut.
Pada 1–3 November, hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues, Pidie, Pidie Jaya, Subulussalam, Simeulue, dan Nagan Raya.
Selanjutnya, pada 4–6 November, potensi hujan sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di Aceh Barat, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Singkil, Aceh Tengah, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, Bireuen, Pidie, Pidie Jaya, Subulussalam, Simeulue, dan Nagan Raya.
Pada periode yang sama, hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Tenggara, dan Gayo Lues.
Sementara pada 7–10 November, potensi hujan sedang hingga lebat masih diprakirakan terjadi di Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Subulussalam, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah.
Dari sisi iklim global, anomali suhu muka laut di wilayah Nino 3.4 pada dasarian II Oktober 2026 tercatat sebesar +3,19. Sementara pada periode Agustus–September–Oktober 2026 mencapai +3,05. Kondisi tersebut menunjukkan fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat.
BBMKG Wilayah I memprediksi kondisi El Nino tersebut masih akan berlangsung hingga awal 2027.
“BMKG memprediksi kondisi El Nino 2026 ini akan terus bertahan hingga awal tahun 2027,” demikian bunyi keterangan dalam laporan tersebut.
Selain itu, indeks Indian Ocean Dipole (IOD) pada dasarian II Oktober 2026 tercatat sebesar +0,765 yang menunjukkan fase positif. Kondisi ini diprakirakan bertahan hingga akhir 2026.
“BMKG memprediksi indeks IOD berpeluang tetap berada pada fase positif hingga akhir tahun 2026,” tulis BBMKG Wilayah I dalam buletinnya.
BBMKG Wilayah I menyampaikan informasi peringatan dini tersebut dapat menjadi bahan kewaspadaan dan pertimbangan dalam melakukan langkah mitigasi terhadap potensi dampak yang mungkin terjadi.
“Informasi ini bisa dijadikan kewaspadaan dan pertimbangan untuk melakukan langkah mitigasi dampak ikutan dari kondisi tersebut,” demikian rekomendasi dalam laporan tersebut.




