Bupati Abdya, Dr Safaruddin saat menyampaikan arahan dalam apel disiplin yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Abdya, Senin (9/2/2026). Foto:Ahlul Zikri/Analisaaceh.com
Analisaaceh.com, Blangpidie | Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Dr Safaruddin mengumpulkan ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non-ASN dalam apel gabungan yang berlangsung di halaman Kantor Bupati setempat, Senin (9/2/2026).
Apel gabungan tersebut dilakukan guna memperkuat kedisiplinan serta mengevaluasi kinerja birokrasi di lingkungan pemerintah kabupaten (Pemkab) Abdya.
Apel disiplin tersebut menjadi panggung bagi Bupati Safaruddin untuk memberikan arahan tegas sekaligus peringatan kepada seluruh jajaran, mulai dari kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sekretaris, kepala bidang, hingga staf.
Dalam arahannya, Bupati Safaruddin menyampaikan bahwa 17 Februari 2026 menjadi momentum satu tahun pemerintahan Safaruddin–Zaman sebagai Bupati dan Wakil Bupati Abdya. Momentum ini, menjadi titik awal penguatan tata kelola birokrasi dan pelayanan publik yang lebih disiplin dan berorientasi pada masyarakat
“Menjelang satu tahun pemerintahan ini, saya berharap peningkatan disiplin, kepatuhan, dan ketaatan ASN maupun Non-ASN semakin ditingkatkan, terutama dalam pelayanan dasar kepada masyarakat,” ujar Safaruddin
Ia mengakui masih terdapat dinamika birokrasi yang sedang berlangsung dan sedang diikuti oleh seluruh ASN dan non-ASN, termasuk belum definitifnya tujuh kepala OPD serta sejumlah pejabat eselon III dan IV. Kondisi tersebut, dipengaruhi proses administrasi dan harus melalui pertimbangan matang serta koordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
“Kita diminta bersabar, namun saya meminta seluruh pimpinan OPD, camat serta sekretariat kekhususan di lingkungan Pemkab Abdya untuk memaksimalkan sumber daya manusia yang kita miliki saat ini,” tambahnya.
Safaruddin juga menyoroti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Abdya yang masih berada pada peringkat bawah di Provinsi Aceh. Ia menegaskan bahwa sektor pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Meski Abdya berada di peringkat ketiga dari 23 kabupaten/kota di Aceh, Safaruddin mengaku prihatin karena secara kualitas sumber daya manusia masih perlu dipacu agar mampu bersaing di tingkat nasional.
“IPM kita masih memprihatinkan. Sebab, IPM Abdya masih berada di peringkat bawah dibandingkan kabupaten lain di Aceh. Ini menjadi semangat bernama untuk berkolaborasi dan meningkatkan daya saing Abdya,” ujarnya.
Menurutnya, rendahnya IPM tidak hanya dipengaruhi kualitas tenaga pendidik dan layanan kesehatan, tetapi juga tingginya angka putus sekolah serta keterbatasan ekonomi masyarakat.
“Anak-anak yang tidak memiliki standar pendidikan sampai SLTA atau SMA sederajat, ini juga menjadi salah satu indikator. Sebab, pembangunan manusia juga diikuti dengan tingkat ekonomi, tingkat kemampuan dan pertumbuhan ekonomi keluarga,” jelasnnya.
Safaruddin mengaku bahwa Pemkab Abdya belum mampu menghadirkan lapangan pekerjaan yang baru, belum bisa menghadirkan APBD berputar untuk ekonomi warga. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya perputaran ekonomi lokal melalui pemanfaatan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
Safaruddin meminta seluruh kepala OPD agar belanja pemerintah dapat berdampak langsung bagi masyarakat Abdya. Ia melarang penggunaan rekanan atau pihak ketiga dari luar daerah, kecuali untuk kebutuhan yang memang tidak tersedia di Abdya.
“Semua transaksi harus melibatkan pengusaha lokal. Belanja pemerintah harus berputar di Abdya. Komitmen dasarnya, semua belanja dan pemberdayaan pekerjaan harus mengutamakan masyarakat lokal agar ekonomi warga kita bangkit selaras dengan pertumbuhan ekonomi yang kita rencanakan,” terang Safaruddin.
Menjelang bulan suci Ramadhan, Safaruddin juga menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah daerah, sekolah, hingga pemerintah desa untuk menjaga kebersihan lingkungan perkantoran, sekolah, tempat ibadah, serta kawasan wisata, khususnya pantai. Ia meminta seluruh jajaran memastikan tidak ada sampah yang terlihat di area publik.
“Saya berharap pantai-pantai d Abdya bisa menjadi destinasi wisata lokal maupun juga internasional. Tidak ada lagi sampah, jadikan nilai dari kearifan lokal kita yang menjaga kebersihan, sehingga mampu menjadi cerminan dari masyarakat lokal yang kita miliki,” katanya.
Ia juga menyebutkan, dirinya sudah menginstruksikan plt Sekda untuk memerintahkan seluruh SKPK agar tidak ada lagi sampah yang terlihat di lingkungan perkantoran dan di pekarangan sekolah dibawah Dinas Pendidikan Kabupaten Abdya.
“Sebelum masuk kelas, hendaknya anak-anak kita minta untuk membersihkan lingkungan kelasnya masing-masing,” jelasnya.
Safaruddin juga meminta Dinas Pendidikan untuk meneruskan instruksi ini kepada Kepala Sekolah dan diawasi oleh Badan Pengawas Pendidikan untuk melakukan kebersihan lingkungan sekolah tersebut.
“Sebelum menyambut bulan suci Ramadhan, kita ingin menunjukkan Kabupaten Abdya bersih. Bahkan di awal pemerintahan, saya melakukan pembersihan sehingga kabupaten Abdya tertata dan bersih,” katanya.
Bahkan, lanjutnya, nanti akan dibagi SKPK untuk membersihkan lingkungan perkotaan di Abdya. Selain itu, jajaran Kepala Desa juga melakukan pembersihan fasilitas ibadah dan lingkungan rumah masing-masing sebelum menyambut ramadhan.
Di bidang ketahanan pangan dan pendidikan karakter, Safaruddin menginisiasi program penanaman pohon oleh siswa sekolah yang akan dinilai melalui sistem reward and punishment pada Pekan Kreativitas Pendidikan Kabupaten Abdya.
“Jadi kalau ada yang berhasil, saya akan memberikan reward dan punishment melalui Pekan Kreativitas Pendidikan,” ujarnya.
Tak hanya itu, Safaruddin turut menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menyukseskan sejumlah program nasional, seperti Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Kampung Nelayan Merah Putih, Instruksi Presiden Jalan dan Jembatan (IJD), hingga pengembangan Sekolah Rakyat dan peningkatan layanan kesehatan.
Safaruddin juga meminta kepada Dinas Koperasi, Dinas Pemberdayaan Gampong dan para unsur camat, untuk dalam minggu ini sudah menyelesaikan apa yang sudah diputuskan dalam rapat koordinasi sebelumnya.
“Di Abdya, kita sudah memiliki satu pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. Tahun ini, saya menargetkan dua Kampung Nelayan Merah Putih di Abdya,” tegas Safaruddin.
Ia menjelaskan bahwa untuk pembangunan dua Kampung Nelayan Merah Putih di Abdya, disambut baik oleh Menteri KKP.
“Untuk pembangunan Kampung Nelayan, tinggal menginput data lokasi pembangunan. Mudah-mudahan bisa menjadi sebuah sandaran kita menciptakan Kampung Nelayan yang bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi bagi para nelayan,” sebut Safaruddin.
Lebih lanjut, kata Safaruddin, jika tahun lalu Abdya hanya mendapatkan Rp13 miliar, tahun ini ia menargetkan kucuran dana pusat mencapai Rp71 miliar.
“Tahun ini, saya menargetkan kucuran IJD sampai dengan angka Rp71 miliar mengalir di kabupaten Abdya. Saya sudah koordinasi dengan kementerian, tinggal Dinas PUPR melengkapi seluruh dokumen teknisnya,” ucapnya.
Kemudian, tambah Safaruddin, Pemkab Abdya mendapatkan dua pembangunan Sekolah Rakyat. Satu sekolah rakyat yaitu sekolah terintegrasi, dengan syarat memiliki ruas tanah seluas 6 hektar.
Namun, lanjutnya, jika dilihat dari aset yang miliki, Pemkab Abdya belum memiliki aset tersebut. Maka, Sekolah Rakyat yang sudah menjadi agenda dari Kementerian Sosial dan secara teknis itu akan difasilitasi oleh Kementerian PUPR.
“Saat ini kita sedang mengejar pembagunan Sekolah Rakyat terintegrasi yang luasnya mencapai 6 hektare. Kita coba tahun ini menyelesaikan tanahnya, tahun depan menyelesaikan pembangunannya, sehingga nanti Sekolah Rakyat berdampingan dengan dinas pendidikan yang ada di Abdya,” imbuhnya.
Safaruddin juga memberikan apresiasi kepada ASN dan aparatur yang menjaga integritas spiritual. Ia menjanjikan hadiah meugang hingga promosi jabatan bagi ASN yang konsisten menjalankan puasa sunah Senin-Kamis sebagai bentuk pembentukan karakter.
“Bagi ASN dan Non-ASN yang berpuasa Senin-Kamis, saya kasih reward dan kasih bantuan meugang. Kalau sudah cukup pangkatnya saya promosikan,” pungkas Safaruddin.
Analisaaceh.com, Blangpidie | Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Barat Daya (Abdya), Kardono melantik tiga Kepala…
Anallisaaceh.com, Blangpidie | Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Dr Safaruddin melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke…
Analisaaceh.com, Bireuen | Polemik bantuan hunian sementara (huntara) yang belakangan ramai dipersoalkan di Bireun akhirnya…
Analisaaceh.com, Tapaktuan | Panitia Khusus (Pansus) Perkebunan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Selatan terus…
Analisaaceh.com, Blangpidie | Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) mendesak Pemerintah Aceh segera mencopot Kepala Cabang…
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Terpidana kasus jarimah pemerkosaan terhadap anak yang divonis 12,5 tahun penjara…
Komentar