
Analisaaceh.com, Blangpidie | Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Aceh Wilayah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Irma Suryani menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan mutu pendidikan di daerah tersebut.
Hal itu disampaikan dalam kegiatan coffee morning bersama wartawan Abdya, jajaran Cabdin, serta para kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB se-Abdya yang berlangsung di Aula Kacabdin setempat, Selasa (7/4/2026).
Irma menyebutkan, Cabang Dinas Pendidikan berada langsung di bawah Pemerintah Provinsi Aceh yang dipimpin Gubernur Muzakir Manaf. Seluruh aset pendidikan, mulai dari sekolah, guru hingga kepala sekolah berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Provinsi Aceh dan merupakan kewenangan Dinas Pendidikan Provinsi.
“Kehadiran kami di sini adalah untuk menjaga sinergitas dan berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten (Pemkab) Abdya, khususnya dinas pendidikan setempat,” ujarnya.
Lebih lanjut, sebut Irma, kolaborasi menjadi kunci dalam membangun pendidikan yang berkualitas. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak bisa dicapai tanpa dukungan berbagai pihak, termasuk insan pers, advokat, dan penegak hukum.
Irma yang sebelumnya menjabat sebagai Koordinator Wilayah IX MKKS SMK Aceh dan pernah meraih penghargaan kepala sekolah berprestasi tahun 2022, menekankan pentingnya fokus dan komitmen kepala sekolah dalam memajukan lembaga masing-masing.
Irma juga meminta para kepala sekolah untuk lebih kreatif dan inovatif dalam memajukan sekolah, termasuk mencari sumber pendanaan sah di luar Dana BOS untuk pembangunan fasilitas pendidikan. Menurutnya, kepala sekolah harus berani mengambil risiko dan mampu membangun komunikasi yang baik dengan lintas sektor, mulai dari insan pers hingga aparat penegak hukum.
“Kepala sekolah harus mampu berkolaborasi lintas sektor dan tidak hanya fokus pada pengelolaan dana BOS. Mereka juga harus kreatif mencari sumber pendanaan lain untuk pembangunan sekolah,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan soal kedisiplinan. Menurutnya, kepala sekolah harus menjadi teladan, termasuk dalam hal kehadiran tepat waktu.
“Seharusnya pukul 07.30 WIB sudah berada di sekolah. Ke depan tidak boleh ada lagi kepala sekolah datang pukul 09.00 atau 10.00 WIB,” ujarnya.
Selain itu, Irma menegaskan akan melakukan evaluasi terhadap kepala sekolah yang tidak mengikuti arahan, demi menjaga kualitas pendidikan di Abdya.
Ia berharap tiga aspek utama—mutu sekolah, mutu guru, dan mutu siswa—menjadi fokus utama dalam peningkatan kualitas pendidikan di wilayah tersebut.
Dalam kesempatan itu, Irma juga mengapresiasi peran media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi dan mengawal program pendidikan.
“Media memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan publik melalui keterbukaan informasi. Kami berharap hubungan ini terus terjalin dengan baik,” katanya.
Sementara itu, perwakilan wartawan, Muhammad Taufik, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Cabdin Pendidikan Abdya yang membuka ruang komunikasi dengan insan pers.
Menurutnya, wartawan memiliki fungsi sebagai pengawas kebijakan, bukan pihak yang perlu dipandang negatif.
“Jika komunikasi terjalin dengan baik, maka wartawan akan membantu mengangkat berbagai capaian positif di dunia pendidikan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa tujuan semua pihak sama, yakni mendorong kemajuan Kabupaten Abdya ke arah yang lebih baik.
Muhammad Taufik berharap kegiatan silaturahmi seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan agar hubungan antara media dan dunia pendidikan semakin kuat.
“Dengan adanya sinergi tersebut, saya berharap peningkatan kualitas pendidikan di Abdya dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ungkap Taufik.
Ia menegaskan bahwa peran wartawan adalah sebagai mitra strategis dalam mengawasi kebijakan sekaligus mendukung publikasi program yang berdampak positif bagi masyarakat.
“Wartawan itu bukan penyidik dan bukan pemeras. Jika komunikasi terbangun dengan baik, maka karya jurnalistik akan membantu mengangkat nama baik instansi serta sekolah. Tujuan kita satu, yakni menjadikan Abdya lebih baik ke depannya,” pungkas Taufik.



