Categories: NEWS

Ditpolairud Polda Aceh Bongkar Penyalahgunaan Pupuk Bersubsidi

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Aceh membongkar praktik penyalahgunaan pupuk bersubsidi dan mengamankan satu pelaku bersama barang bukti sekitar 2 ton pupuk, Kamis, 6 November 2025.

Kasubdit Gakkum AKBP Risnan Aldino mewakili Dirpolairud Polda Aceh Kombes Pol Wahyu Prihatmaka menjelaskan, kasus ini terungkap berkat laporan warga yang mencurigai muatan sebuah mobil menuju Pulo Aceh.

Menindaklanjuti laporan itu, tim yang dipimpin Kompol Budi Nasuha Waruwu bergerak ke Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue. Di lokasi, petugas melihat satu unit mobil cold diesel masuk ke kapal KMP Papuyu tujuan Lamteung, Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar.

Petugas kemudian memeriksa sopir berinisial AN. Ia mengaku membawa satu ton pupuk dan bahan bangunan. Namun hasil penyelidikan menunjukkan pupuk tersebut merupakan pupuk bersubsidi milik pemerintah yang seharusnya disalurkan ke wilayah lain.

“Pernyataan pelaku membuat tim curiga. Kami kemudian melakukan pengintaian hingga ke Desa Rabo, Kecamatan Pulo Aceh. Saat muatan dibongkar di dekat toko yang disewa pelaku, ditemukan indikasi bahwa tempat itu digunakan untuk menjual pupuk bersubsidi,” ujar Risnan, Sabtu, 8 November 2025.

Di lokasi, petugas bersama perangkat desa mengamankan 26 karung pupuk Urea dan 13 karung pupuk NPK Phonska dengan total berat sekitar 2 ton. Pupuk tersebut diketahui berasal dari Samahani, Aceh Besar. Pelaku juga mengakui telah menjual sebagian pupuk.

“Saat ini pelaku AN beserta barang bukti berupa mobil cold diesel BL 8973 JK, 26 karung pupuk Urea, dan 13 karung pupuk Phonska telah kami amankan di Mako Ditpolairud Polda Aceh untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tambah Risnan.

Pelaku diduga melanggar ketentuan Undang-Undang Darurat Nomor 7 Tahun 1955 tentang Tindak Pidana Ekonomi, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, serta Pasal 372 dan 480 KUHPidana.

Risnan menegaskan, Polda Aceh akan terus menindak tegas praktik penyalahgunaan pupuk bersubsidi. “Tindakan ini bukan hanya merugikan negara, tetapi juga menghambat kesejahteraan petani yang berhak menerima bantuan,” tegasnya.

Naszadayuna

Komentar

Recent Posts

Tekanan Ekonomi hingga Bullying, FUAD UIN SUNA Bahas Ketahanan Mental Generasi Muda

Analisaaceh.com, Lhokseumawe | Tekanan ekonomi, dinamika politik, perundungan, hingga tantangan era digital menjadi sejumlah persoalan…

1 jam ago

Inflasi Aceh 5,05 Persen, Tertinggi di Sumatera pada Oktober 2026

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Provinsi Aceh mencatat inflasi tahunan tertinggi di wilayah Sumatera pada Oktober…

13 jam ago

Kebakaran Hanguskan 22 Rumah, Balai Adat, dan Mushola di Gayo Lues

Analisaaceh.com, Gayo Lues | Kebakaran melanda permukiman warga di Dusun Belah Lane, Gampong Telege Jernih,…

13 jam ago

Perbaiki Listrik di Atap Garasi, Pria di Aceh Besar Tersengat

Analisaaceh.com, Aceh Besar | Seorang pria bernama Putra (40), asal Jawa Timur, tersengat listrik saat…

13 jam ago

BMKG Peringatkan Curah Hujan Tinggi di Sejumlah Wilayah Aceh

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I mengeluarkan peringatan…

13 jam ago

BMKG Tetapkan Tiga Kabupaten di Aceh Berstatus Awas Hujan Tinggi

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini curah hujan…

14 jam ago