DPPKP Kota Banda Aceh Periksa Kesehatan Hewan Kurban Pada Penyedia 

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Jelang hari raya Idul Adha 1441 H, Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kota Banda Aceh turun langsung ke lokasi tempat penjualan hewan (sapi/kambing) untuk melakukan pengecekan kesehatan hewan kurban, Jumat (24/7/20).

Kali ini pihaknya menyasar penyedia hewan kurban milik Bang Din di Gampong Batoh, Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh.

Kepala DPPKP Kota Banda Aceh Ir. Zulkifli Syahbuddin, MM mengatakan, kegiatan tersebut  untuk memastikan kelayakan hewan kurban yang diperjualbelikan memenuhi persyaratan teknis dalam rangka menjamin daging kurban yang akan dibagi kepada masyarakat sesuai kriteria daging Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH).

“Kita harap masyarakat bisa aman dalam mengonsumsi daging kurban yang ASUH di hari raya ini, karena sapi dan kambing sudah kita cek,” katanya.

Sebelumnya, DPPKP juga sudah melepaskan 43 orang penyuluh dan 23 dokter hewan ke sejumlah titik di wilayah Kota Banda Aceh.

“Tugas mereka memantau semua tempat penjualan dan mendata jumlah hewan kurban. Petugas sudah dibagi sesuai wilayah masing-masing,” lanjutnya.

Kemudian  terkait kegiatan kurban, mulai dari penjualan dan pelaksanaan penyembelihan hewan kurban harus mengikuti protokol kesehatan sesuai Surat Edaran Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Nomor 0008/SE/PK.320/F/06/2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Kurban dalam Situasi Wabah Bencana Non Alam COVID-19.

“Jadi kami ikut mengimbau kepada warga yang memotong hewan kurban dapat menerapkan prokes sesuai Surat Edaran Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI,” ajaknya.

Adapun pengecekan kesehatan hewan kurban dilakukan dengan pemeriksaan fisik, pengamatan dan perabaan seperti mata, kulit, alat kelamin, yang terpenting tidak cacat serta umurnya cukup, karena ini salah satu syarat sah nya kurban,” kata Zulfadhly sebagai Kepala Bidang Pertanian dan Peternakan DPPKP Kota Banda Aceh.

Di sampaikan juga bahwa, untuk penentuan umur sapi dan kambing itu yang paling efektif dengan melihat giginya.

“Jadi dari pergantian dua gigi seri susu menjadi dua gigi seri permanen atau tetap, kalau untuk sapi umurnya sudah mencapai dua tahun, kalau untuk kambing satu tahun lebih, jadi kalau sudah berganti duanya lagi berarti sudah antara dua setengah sampai  tiga tahun,” tutupnya.(Ah/Hz)

Editor : Nafrizal
Rubrik : BANDA ACEH
Redaksi

Editor Analisaaceh.com

Komentar

Recent Posts

Beasiswa Hafiz Abdya 2027 Dibuka, Target Cetak 100 Penghafal Quran

Analisaaceh.com, Blangpidie | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat Daya (Abdya) melalui Dinas Syariat Islam (DSI)…

8 jam ago

Kerap Bolos Sekolah, Pelajar di Abdya Terjaring Razia Satpol PP

Analisaaceh.com, Blangpidie | Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Aceh…

8 jam ago

LPS Tahan Bunga Penjaminan, Berlaku hingga Awal 2027

Analisaaceh.com, Jakarta | Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memutuskan tidak mengubah Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) untuk…

8 jam ago

Mata Kail Tersangkut di Jari, Nelayan Minta Bantuan Damkar

Analisaaceh.com, Aceh | Seorang nelayan asal Gampong Lamkrut, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, meminta bantuan…

8 jam ago

Impor Aceh Naik 176 Persen, Perdagangan Defisit 8,67 Juta Dolar AS

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Nilai impor Aceh pada Agustus 2026 mencapai 82,67 juta dolar AS.…

4 hari ago

Inflasi Aceh 5,03 Persen, Beras hingga Daging Ayam Jadi Pendorong

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Provinsi Aceh mengalami inflasi tahunan sebesar 5,03 persen pada September 2026.…

4 hari ago