NEWS DSI Aceh Gandeng PEMA Perkuat Kolaborasi Menuju MTQN Nasional 2028

DSI Aceh Gandeng PEMA Perkuat Kolaborasi Menuju MTQN Nasional 2028

Sekretaris Dinas Syariat Islam Aceh Bp. Marzuki, S.Ag., MH beserta Kepala UPTD PPQ Bp. Irwan, S.HI., M.Si melakukan Silaturrahmi dengan PT. Pembangunan Aceh (PEMA) | Rabu, 22 Juli 2026.

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Dua tahun menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) XXXII Tahun 2028, Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh mulai mengonsolidasikan dukungan dari berbagai elemen daerah. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan Aceh sebagai tuan rumah tidak hanya dari aspek teknis penyelenggaraan, tetapi juga melalui penguatan kolaborasi lintas sektor.

Sebagai tahap awal, DSI Aceh membangun komunikasi dengan PT Pembangunan Aceh (PEMA) dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di Banda Aceh, Rabu (22/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi sekaligus menghimpun dukungan berbagai pihak dalam menyukseskan agenda keagamaan terbesar di Indonesia itu.

Kepala UPTD Pengembangan dan Pemahaman Al-Qur’an Dinas Syariat Islam Aceh, Ustadz Irwan, mengatakan keberhasilan penyelenggaraan MTQ Nasional tidak dapat bertumpu pada pemerintah semata. Menurutnya, seluruh komponen daerah perlu dilibatkan sejak awal agar persiapan dapat dilakukan secara terencana dan berkesinambungan.

“Silaturahmi ini merupakan bagian dari ikhtiar kami membangun komunikasi dengan berbagai pihak. Kami memohon doa dan dukungan agar seluruh persiapan penyelenggaraan MTQN XXXII Tahun 2028 di Aceh dapat berjalan dengan baik,” kata Irwan.

Ia menjelaskan, komunikasi yang dibangun sejak dini bertujuan membuka ruang partisipasi bagi seluruh pemangku kepentingan, sehingga masing-masing dapat mengambil peran sesuai kapasitasnya. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk membangun rasa memiliki terhadap pelaksanaan MTQ Nasional yang akan menjadi kebanggaan masyarakat Aceh.

Menurut Irwan, DSI Aceh sengaja mengawali konsolidasi jauh sebelum pelaksanaan agar berbagai kebutuhan penyelenggaraan dapat dipetakan lebih awal. Dengan demikian, koordinasi antarlembaga dapat berjalan lebih efektif dan setiap tahapan persiapan memiliki waktu yang cukup untuk disempurnakan.

Dalam kesempatan itu, DSI Aceh juga berharap PT PEMA sebagai Badan Usaha Milik Aceh (BUMA) dapat menjadi salah satu mitra strategis yang berkontribusi mendukung persiapan MTQN 2028. Dukungan dunia usaha dinilai akan memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan sektor nonpemerintah dalam mewujudkan penyelenggaraan yang sukses.

Irwan menegaskan, MTQ Nasional bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, melainkan momentum memperkuat syiar Islam sekaligus memperkenalkan Aceh kepada masyarakat Indonesia.

“MTQ Nasional bukan sekadar perlombaan membaca Al-Qur’an. Ini adalah ajang syiar Islam, kebanggaan masyarakat Aceh, sekaligus kesempatan menunjukkan kepada Indonesia bahwa Aceh mampu menjadi tuan rumah yang profesional, ramah, dan sukses dalam penyelenggaraan event berskala nasional,” ujarnya.

Selain menjadi panggung prestasi bagi para kafilah, penyelenggaraan MTQN XXXII Tahun 2028 juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang luas. Kehadiran ribuan peserta, pendamping, ofisial, dan tamu diperkirakan akan menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, UMKM, kuliner, hingga pariwisata religi di Aceh.

DSI Aceh optimistis, sinergi yang mulai dibangun sejak sekarang akan menjadi fondasi penting dalam menyukseskan MTQN XXXII Tahun 2028. Lebih dari sekadar menjadi penyelenggara, Aceh diharapkan mampu menghadirkan pelaksanaan MTQ Nasional yang tertib, berkesan, serta memperkuat citranya sebagai Serambi Mekkah yang menjunjung tinggi nilai-nilai Al-Qur’an dan syariat Islam. ***

Artikulli paraprakJejak Rasa Nangka dari Secangkir Liberika Tangse
Artikulli tjetërPersada Abdya Tumbangkan Lhokseumawe 2-1, Segel Tiket Semifinal Piala Soeratin 2026