
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Sebanyak 56 peserta terbaik yang akan membawa nama Aceh pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI 2026 mulai menjalani pematangan kemampuan dan mental bertanding sebelum berlaga di Kota Semarang, Jawa Tengah, September mendatang.
Persiapan tersebut dilakukan Dinas Syariat Islam Aceh bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Aceh melalui Training Center (TC) Tahap III yang berlangsung selama delapan hari, mulai 6 hingga 13 Agustus 2026. Pada tahap ini, kemampuan peserta akan kembali dievaluasi dan dipertajam sesuai cabang musabaqah yang diikuti.
TC Tahap III secara resmi dibuka oleh Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Aceh, Drs. Syakir, M.Si., mewakili Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir, S.IP., MPA., di Aula Serbaguna Dinas Syariat Islam Aceh, Banda Aceh, Kamis (6/8/2026).
Dalam sambutan Sekretaris Daerah Aceh yang dibacakan Syakir, Pemerintah Aceh menekankan bahwa Training Center bukan sekadar agenda latihan rutin menjelang kompetisi. Pembinaan tersebut menjadi bagian penting dari strategi mempersiapkan kafilah yang unggul dari sisi kemampuan, memiliki mental juara, serta karakter yang kuat saat membawa nama Aceh di tingkat nasional.
“Saudara-saudara adalah duta Aceh yang membawa nama baik daerah di panggung nasional. Karena itu, manfaatkan setiap proses pembinaan ini untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan, memperkuat mental, menjaga kesehatan, dan mempersiapkan diri sebaik mungkin,” ujar Syakir.
Menurutnya, tanggung jawab yang diemban peserta tidak hanya berkaitan dengan upaya meraih prestasi. Para peserta juga membawa nama Aceh sehingga dituntut mampu menunjukkan sikap, kedisiplinan, serta nilai-nilai Qurani selama mengikuti kompetisi nasional.
“Prestasi tentu menjadi harapan kita bersama, tetapi yang tidak kalah penting adalah bagaimana peserta mampu menjaga nama baik Aceh dan menunjukkan karakter sebagai generasi Qurani. Kesiapan kemampuan harus berjalan beriringan dengan mental, disiplin, dan akhlak yang baik,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Dr. Misran Fuadi, S.Ag., M.AP., mengatakan pembinaan Kafilah Aceh tahun ini dirancang secara sistematis melalui empat tahapan. Pola tersebut diterapkan untuk memastikan seluruh peserta mendapatkan pembinaan dan evaluasi secara berkelanjutan sebelum menghadapi persaingan pada MTQ Nasional.
“Pembinaan dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya mengasah kemampuan di setiap cabang musabaqah, tetapi juga membangun kesiapan mental, spiritual, serta daya saing peserta. Harapan kami seluruh kafilah mampu tampil maksimal dan membawa pulang prestasi terbaik untuk Aceh,” kata Misran.
Menurut Misran, pelaksanaan pembinaan secara bertahap memberikan kesempatan kepada tim pelatih untuk memantau perkembangan setiap peserta. Hasil evaluasi pada setiap Training Center kemudian menjadi dasar untuk memperbaiki kekurangan sekaligus mempertajam kemampuan peserta pada cabang masing-masing.
“Waktu yang tersisa harus benar-benar dimanfaatkan. Setiap peserta memiliki potensi dan kebutuhan pembinaan yang berbeda, sehingga evaluasi dilakukan secara terukur agar kemampuan mereka semakin matang ketika memasuki arena musabaqah,” ujarnya.
Selama Training Center, peserta mendapatkan pembinaan intensif pada seluruh cabang musabaqah, meliputi Tilawah Al-Qur’an, Tartil, Qira’at, Tahfizh, Tafsir Al-Qur’an, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, Khattil Qur’an, hingga Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ).
Untuk memperkuat kualitas pembinaan, Dinas Syariat Islam Aceh bersama LPTQ Aceh menghadirkan pelatih daerah dan pelatih nasional. Di antaranya Ust. Syahril untuk cabang Tahfizh, Ust. Isep Misbah pada cabang Khattil Qur’an, Ustazah Mawaddah untuk cabang Tilawah, serta Ustazah Maria Kiftiah pada cabang Syarhil Qur’an.
Kehadiran pelatih daerah dan nasional tersebut diharapkan mampu mempertajam kemampuan peserta, baik dari aspek penguasaan materi maupun teknik penampilan. Pembinaan juga diarahkan untuk memperkuat kesiapan mental agar peserta mampu menunjukkan kemampuan terbaik ketika berada di bawah tekanan kompetisi.
LPTQ Optimistis Kafilah Aceh Tampil Kompetitif
Pada kesempatan Ketua Harian LPTQ Aceh, Dr. Hajarul Akbar, M.A., menegaskan Training Center Tahap III menjadi salah satu fase krusial dalam rangkaian persiapan Kafilah Aceh menuju MTQ Nasional XXXI.
Pada tahapan ini, perkembangan peserta dari dua Training Center sebelumnya kembali dievaluasi. Hasil evaluasi tersebut digunakan untuk menentukan aspek yang masih perlu diperbaiki sebelum memasuki tahap pemantapan terakhir pada September mendatang.
Menurut Hajarul, seluruh proses pembinaan difokuskan pada peningkatan kualitas penampilan, penguatan mental bertanding, penyempurnaan teknik, serta membangun kekompakan tim agar Kafilah Aceh mampu bersaing dengan peserta terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.
“Kami optimistis Kafilah Aceh mampu tampil kompetitif di MTQ Nasional. Evaluasi selama Training Center akan menjadi dasar bagi para pelatih untuk memaksimalkan potensi setiap peserta sesuai cabang yang diikuti,” ujarnya.
Ia mengatakan persaingan di tingkat nasional menuntut setiap peserta memiliki persiapan yang matang. Kemampuan teknis yang baik perlu dibarengi dengan kesiapan mental, konsistensi, kedisiplinan, serta kepercayaan diri saat tampil di hadapan dewan hakim.
“Peserta harus mampu menjaga konsistensi dari latihan hingga hari perlombaan. Karena pada tingkat nasional, kemampuan teknis saja belum cukup tanpa kesiapan mental dan kepercayaan diri saat tampil,” katanya.
Karena itu, ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan Training Center Tahap III secara maksimal dengan mengikuti setiap arahan dan evaluasi yang diberikan para pelatih. Kekurangan yang ditemukan selama pembinaan diharapkan dapat segera diperbaiki sebelum memasuki tahapan terakhir.
MTQ Nasional XXXI dijadwalkan berlangsung di Kota Semarang, Jawa Tengah, pada 11–20 September 2026. Pemerintah Aceh berharap seluruh rangkaian pembinaan yang telah disusun secara bertahap menjadi bekal bagi 56 peserta Kafilah Aceh untuk tampil percaya diri dan kompetitif.
Selain mengejar prestasi terbaik di tingkat nasional, keikutsertaan Kafilah Aceh diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan Al-Qur’an di Tanah Rencong. Para peserta juga diharapkan mampu menjadi generasi Qurani yang mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an serta menjadi teladan di tengah masyarakat.
Dengan masih tersisanya satu tahapan Training Center pada September mendatang, Dinas Syariat Islam Aceh bersama LPTQ Aceh akan terus melakukan evaluasi dan pemantapan terhadap seluruh peserta sebelum diberangkatkan menuju Semarang. Persiapan tersebut diharapkan dapat mengantarkan Kafilah Aceh kembali mengukir prestasi dan mengharumkan nama daerah pada MTQ Nasional XXXI 2026.






