Categories: NEWS

Dugaan Kekerasan Daycare Lamgugop, Pemilik Akui dan Pecat Tiga Pegawai

Analisaaaceh.com, Banda Aceh | Dugaan kekerasan terhadap anak terjadi di sebuah daycare yang berlokasi di kawasan Lamgugop, Banda Aceh kini mencuat ke publik.

Pemilik daycare, Husaini Jamil, mengakui adanya insiden tersebut dan menyatakan telah mengambil langkah tegas terhadap pegawai yang terlibat.

“Saya telah dimintai keterangan oleh pihak Polresta Banda Aceh terkait kasus tersebut, laporan awal diterimanya dari manajer pada hari Jumat,”jelasnya, Selasa (28/4/2026).

Menindaklanjuti laporan itu, ia langsung memerintahkan tim untuk melakukan investigasi internal. Dari hasil penelusuran, ditemukan adanya tindakan yang mengarah pada kekerasan terhadap anak.

“Atas temuan itu, kami langsung mengambil keputusan tegas,” ujarnya.

Sebanyak tiga pegawai diberhentikan, terdiri dari satu orang yang diduga sebagai pelaku utama dan dua lainnya yang dinilai tidak melakukan pencegahan saat kejadian berlangsung.

“Keputusan tersebut diambil kurang dari satu jam setelah laporan diterima,”paparnya.

Informasi terkait kejadian itu juga telah disampaikan kepada seluruh wali siswa melalui grup komunikasi.

Rekaman CCTV yang memperlihatkan insiden tersebut diketahui pertama kali oleh wali siswa lain, mengingat seluruh orang tua memiliki akses terhadap rekaman tersebut.

“Berdasarkan rekaman yang beredar, terlihat sejumlah adegan yang memperlihatkan dugaan perlakuan tidak layak terhadap anak,”paparnya.

Pada video pertama, tampak seorang pegawai mengenakan pakaian hitam dengan jilbab abu-abu tengah menangani seorang anak yang menangis. Tangisan anak disebut bermula saat wajahnya dibersihkan, lalu berlanjut ketika makanan yang dikonsumsi anak tersebut tumpah.

Dalam proses tersebut, pegawai terlihat memegang kepala anak dan mengusap wajahnya dengan tekanan yang dinilai berlebihan, sehingga tangisan anak semakin keras.

Sementara pada video kedua, terlihat pegawai lain mengenakan pakaian putih dengan jilbab pink sedang menyuapi seorang anak yang terus menangis. Dalam rekaman, pegawai tampak melakukan tindakan fisik seperti menjewer, menarik, mendorong, hingga memukul anak saat anak menolak makan.

Pada bagian lain, anak terlihat ditarik hingga terseret, kemudian didudukkan dan kembali menerima perlakuan fisik. Intensitas tangisan anak pun meningkat sebelum akhirnya terdengar melemah.

Peristiwa tersebut terjadi di dalam ruangan yang juga diisi oleh anak-anak lain. Dalam rekaman, beberapa anak tampak menyaksikan kejadian tersebut. Selain itu, terlihat pula pegawai lain di lokasi yang tidak melakukan intervensi.

Naszadayuna

Komentar

Recent Posts

USK Sampaikan Duka Mendalam Wafatnya Mantan Rektor UIN Ar-Raniry Prof. Warul Walidin

Universitas Syiah Kuala (USK) menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya mantan Rektor Universitas Islam Negeri…

1 hari ago

Jelang 21 Tahun Damai Aceh, Pemulihan Korban Konflik dan Bencana Diminta Dipercepat

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Menjelang peringatan 21 tahun perdamaian Aceh, sekelompok masyarakat menyampaikan tuntutan kepada…

1 hari ago

Jelang HUT RI, Penjualan Bendera di Banda Aceh Masih Lesu

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, penjualan bendera…

1 hari ago

Pendapatan Abdya 2026 Naik, Belanja Tembus Rp1,06 Triliun

Analisaaceh.com, Blangpidie | Pendapatan Daerah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) pada Tahun Anggaran 2026 mengalami…

1 hari ago

KUA-PPAS 2027 Diserahkan, Wabup Abdya Sampaikan Prioritas Pembangunan

Analisaaceh.com, Blangpidie | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat Daya (Abdya) menyerahkan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran…

1 hari ago

Mantan Rektor UIN Ar-Raniry Prof. Warul Walidin Meninggal Dunia

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Kabar duka datang dari keluarga besar Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry…

1 hari ago