Analisaaceh.com, Banda Aceh | Gubernur Aceh, yang akrab disapa Mualem, secara resmi melepas keberangkatan Kloter 1 jemaah haji asal Banda Aceh di Aula Embarkasi Asrama Haji, Selasa (5/5/2026).
Sebanyak 393 jemaah diberangkatkan dalam kloter pertama ini, terdiri dari 153 laki-laki dan 240 perempuan. Berdasarkan asal daerah, 287 jemaah berasal dari Kota Banda Aceh dan 100 jemaah dari Kabupaten Aceh Besar. Kloter ini juga didampingi oleh 6 orang petugas haji.
Dalam sambutannya, Mualem berpesan agar seluruh jemaah menjaga niat dan fokus pada ibadah selama berada di Tanah Suci.
“Iri dan dengki harus dihilangkan, mudah-mudahan semua menjadi haji yang mabrur. Jangan memikirkan orang lain, fokus pada ibadah masing-masing. Apa pun kondisi di sana harus dihadapi, karena itu bagian dari ujian dalam ibadah haji,” ujar Mualem.
Ia juga mengingatkan jemaah untuk menjaga keamanan barang bawaan selama di Tanah Suci.
“Kalau ada barang berharga, sebaiknya disimpan dengan aman atau dititipkan kepada keluarga. Jangan membawa emas berlebihan,” pesannya.
Kepada para petugas haji, Mualem menekankan pentingnya tanggung jawab dalam mendampingi jemaah.
“Petugas harus benar-benar menjaga jemaah, jangan sibuk dengan urusan sendiri. Pastikan jemaah tidak kebingungan dan bisa menjalankan ibadah dengan baik,” tegasnya.
Selain itu, Mualem juga mengajak seluruh jemaah untuk menjaga lingkungan dan meluruskan niat selama beribadah.
“Bapak dan ibu ke sana fokus ibadah, jaga lingkungan, ingat tujuan utama. Semoga Allah menerima ibadah kita semua dan bapak ibu kembali seperti bayi yang baru lahir, tanpa dosa, menjadi haji yang mabrur,” tutupnya.
Dalam laporan panitia, jemaah Kloter 1 akan menempati pemondokan di wilayah Jarwal, sektor 06 di Kota Mekkah. Jemaah termuda berusia 19 tahun dari Banda Aceh, sementara jemaah tertua berusia 88 tahun dari Aceh Besar.
Sementara itu, hingga 5 Mei 2026, jumlah calon jemaah haji Provinsi Aceh yang telah masuk daftar tunggu mencapai 145.708 orang, dengan estimasi masa tunggu sekitar 26 tahun.
Pelepasan ini menjadi awal dari rangkaian keberangkatan jemaah haji Aceh tahun 2026, dengan harapan seluruh jemaah dapat menunaikan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam keadaan selamat serta meraih predikat haji mabrur.




