Categories: Info CoronaNEWS

Hewan Ini Tulari Covid ke Manusia, WHO Buru-Buru Gerak Cepat!

Analisaaceh.com | Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) akan meninjau keamanan hayati di seluruh dunia setelah otoritas kesehatan Denmark menemukan bentuk mutasi virus corona (Covid-19) di peternakan hewan mamalia cerpelai (mustela).

Deteksi virus yang bermutasi di antara hewan cerpelai menimbulkan pertanyaan tentang keefektifan vaksin Covid-19 di masa depan. Selain itu, hewan cerpelai adalah inang yang sangat baik untuk virus dengan nama resmi SARS-CoV-2 ini.

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen mengatakan bahwa pemerintah berencana untuk memusnahkan semua 15 juta cerpelai di peternakan Denmark untuk mencoba mengurangi risiko hewan menularkan

Frederiksen menggambarkan situasinya sebagai “sangat, sangat serius,” memperingatkan bahwa virus yang bermutasi dapat memiliki “konsekuensi yang menghancurkan” di seluruh dunia,” katanya dilansir CNBC Indonesia pada Minggu (8/11).

Kepala unit penyakit dan zoonosis WHO, Dr. Maria van Kerkhove mengatakan “Selalu ada kekhawatiran ketika Anda memiliki sirkulasi dan penularan dari manusia untuk hewan dan kemudian hewan ke manusia.”

“Kami telah melihat ini selama beberapa bulan sekarang dan yang kami pahami adalah cerpelai telah terinfeksi dengan kontak dari manusia dan beredar di cerpelai dan kemudian dapat ditularkan kembali ke manusia,” kata Maria dari markas besar WHO di Jenewa, Swiss.

Maria mengatakan mutasi yang teridentifikasi pada hewan dan manusia perlu dievaluasi secepatnya, sebab jika muncul salah satu perubahan, berarti virus berperilaku berbeda. Lebih lanjut, ia mengatakan perlu ada studi yang dapat mengevaluasi apakah ada perubahan dalam penularan, dan apakah ada implikasi diagnostik untuk vaksin dan terapeutik.

“Dalam situasi ini, ada saran bahwa beberapa mutasi ini mungkin memiliki beberapa implikasi, tetapi kami perlu melakukan studi yang tepat untuk mengevaluasi ini dan itu yang sedang berlangsung saat ini,” katanya.

Badan kesehatan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengatakan pihaknya bekerja dengan kantor regional di Eropa, Pasifik Barat, dan Amerika karena terdapat banyak peternakan cerpelai yang ada di negara seluruh dunia.

“(Kami) melihat biosekuriti di peternakan cerpelai, mengamati pengawasan yang terjadi di peternakan cerpelai ini dan untuk mendukung negara-negara dalam mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mencegah virus terus beredar di cerpelai, dan untuk mencegah terjadinya peristiwa limpahan,” papar Maria.

Hingga saat ini, lebih dari 50 juta orang telah tertular virus corona di seluruh dunia, dengan 1,25 juta kematian, menurut data yang dikumpulkan oleh Worldometers.

Sumber: CNBC Indonesia

Editor : Nafrizal
Rubrik : Info Corona
Redaksi

Editor Analisaaceh.com

Komentar

Recent Posts

Beasiswa Hafiz Abdya 2027 Dibuka, Target Cetak 100 Penghafal Quran

Analisaaceh.com, Blangpidie | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat Daya (Abdya) melalui Dinas Syariat Islam (DSI)…

10 jam ago

Kerap Bolos Sekolah, Pelajar di Abdya Terjaring Razia Satpol PP

Analisaaceh.com, Blangpidie | Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Aceh…

10 jam ago

LPS Tahan Bunga Penjaminan, Berlaku hingga Awal 2027

Analisaaceh.com, Jakarta | Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memutuskan tidak mengubah Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) untuk…

10 jam ago

Mata Kail Tersangkut di Jari, Nelayan Minta Bantuan Damkar

Analisaaceh.com, Aceh | Seorang nelayan asal Gampong Lamkrut, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, meminta bantuan…

10 jam ago

Impor Aceh Naik 176 Persen, Perdagangan Defisit 8,67 Juta Dolar AS

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Nilai impor Aceh pada Agustus 2026 mencapai 82,67 juta dolar AS.…

4 hari ago

Inflasi Aceh 5,03 Persen, Beras hingga Daging Ayam Jadi Pendorong

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Provinsi Aceh mengalami inflasi tahunan sebesar 5,03 persen pada September 2026.…

4 hari ago