Categories: NEWS

HIPMI Abdya Diajak Manfaatkan Dana Rp20 M Industri Ayam

Analisaaceh.com, Blangpidie | Musyawarah Cabang (Muscab) IV Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) resmi dibuka.

Kegiatan itu dibuka langsung oleh Wakil Bupati Abdya Zaman Akli, yang berlangsung di Aula Pendopo Bupati Abdya, Selasa (10/2/2026).

Dalam acara tersebut turut hadir Wakil Bupati Abdya Zaman Akli, Ketua DPRK Abdya Roni Guswandi, Ketua BPD HIPMI Aceh, Said Rizqi Saifan, para Kepala SKPK Abdya, dan pengurus HIPMI Kabupaten Abdya serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Ketua BPD HIPMI Aceh, Said Rizqi Saifan menyampaikan kebahagiaannya atas terlaksananya Muscab HIPMI Abdya di Pendopo Bupati.

“Saya sangat bahagia hari ini momentum Muscab BPC HIPMI Abdya diadakan di Aula Pendopo Bupati. Secara langsung bisa saya lihat bahwa HIPMI Abdya kedepannya akan menjadi mitra strategis pemerintah,” kata Said.

Said menegaskan bahwa kolaborasi HIPMI dengan pemerintah dapat terjalin dengan baik, sehingga menghasilkan pengusaha-pengusaha muda di Abdya yang dapat berdaya saing di tingkat provinsi dan nasional. Menurutnya, pengusaha tanpa dukungan pemerintah itu seperti pincang, begitu juga sebaliknya.

Lebih lanjut, sebutnya, dengan berbagai problem pemangkasan anggaran serta hal lainnya, tentu HIPMI harus berpikir lebih cerdas bagaimana roda ekonomi di daerah khususnya di kabupaten/kota di Aceh dapat bergerak dengan baik.

“Salah satu program yang mendukung program Bapak Presiden Prabowo Subianto adalah HIPMI hadir dalam program ketahanan pangan.
BPP HIPMI mendukung program pemerintah dalam hal ini penyiapan dapur MBG. HIPMI di seluruh Indonesia diberikan kuota 1.000 dapur,” ucapnya.

Said menyampaikan bahwa HIPMI di Abdya hendaknya juga bisa memanfaatkan program tersebut, sehingga ada nilai dan daya saing yang memang bisa diciptakan dari kolaborasi antara HIPMI dan pemerintah.

Ia menyebutkan, dana dari Antara—yang merupakan stakeholder BUMN yang telah disepakati (MoU) dengan HIPMI telah disepakati sebesar Rp20 triliun untuk industri peternakan ayam.

“Jika MBG ini telah berjalan di seluruh daerah, pasokan ini tentu tidak akan cukup. Jadi, perlu adanya industri hulu ke hilir yang memang dibangun di tiap-tiap kabupaten/kota yang ada di Provinsi Aceh,” ucapnya.

Jika di Abdya ada lahan, kata Said, perlu kiranya mbuat industri ayam petelur atau program ketahanan pangan lainnya.

“Jika ada lahan, silahkan sampaikan ke saya untuk kita ajukan proposalnya. Kalau tidak salah saya, anggarannya sekitar Rp 15 hingga Rp 20 miliar untuk setiap daerah yang akan dibangun,” ungkapnya.

“Insya Allah di Aceh kita akan usulkan di beberapa tempat, mudah-mudahan dapat diterima dan dapat langsung di eksekusi oleh kawan-kawan HIPMI yang ada di Kabupaten/Kota di Aceh,” tambahnya.

Ia meminta agar HIPMI Abdya sering-sering berkomunikasi dengan pemerintah.

“Kita punya perangkat lengkap di tingkat provinsi maupun nasional, yang bisa kita koneksikan kawan-kawan daerah untuk mendatangkan investasi-investasi ke daerah masing-masing,” ujarnya.

Said mengatakan, BPD HIPMI Aceh akan membuka ruang seluas-luasnya kepada pengurus di daerah. Sehingga program-program yang diberikan oleh pemerintah pusat khususnya untuk HIPMI, impact-nya langsung dirasakan oleh kawan-kawan HIPMI daerah.

“Kami di beberapa daerah sudah mulai menjalankan dapur-dapur MBG yang memang diusulkan oleh kawan-kawan HIPMI. Jadi, tinggal nanti kawan-kawan di Abdya di mapping sesuai dengan bidangnya untuk bisa diusulkan dan dieksekusi,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Said juga mengucapkan selamat atas terlaksananya Muscab IV HIPMI Abdya.

“Kami berharap dapat menghasilkan kepemimpinan yang dapat memajukan pengusaha-pengusaha muda yang ada di kabupaten Abdya,” pungkas Said.

Redaksi

Editor Analisaaceh.com

Komentar

Recent Posts

Warga Pidie Tewas dalam Insiden Pengibaran Bendera, Pemerintah Aceh Minta Penanganan Hukum

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Seorang warga Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, meninggal dunia…

2 hari ago

Kesiapan Menikah Jadi Perhatian, BKKBN Aceh Perkuat Program Keluarga

Analisaaceh.com, Banda Aceh | BKKBN Aceh terus mendorong penguatan pembangunan keluarga melalui sejumlah program prioritas,…

4 hari ago

Kabel Menjuntai di Perkantoran Abdya,Kadis Kominsa Abdya: Jika Tak Ditangani, Kami Ambil Sikap Tegas

Blangpidie - Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominsa) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengancam akan…

4 hari ago

Diduga Cabuli Dua Anak, Pria 59 Tahun Ditangkap di TPI Lampulo

Analisaaceh.com. Banda Aceh | Seorang pria berinisial NSR (59), warga Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh,…

4 hari ago

Tekanan Ekonomi hingga Bullying, FUAD UIN SUNA Bahas Ketahanan Mental Generasi Muda

Analisaaceh.com, Lhokseumawe | Tekanan ekonomi, dinamika politik, perundungan, hingga tantangan era digital menjadi sejumlah persoalan…

4 hari ago

Inflasi Aceh 5,05 Persen, Tertinggi di Sumatera pada Oktober 2026

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Provinsi Aceh mencatat inflasi tahunan tertinggi di wilayah Sumatera pada Oktober…

5 hari ago