Jembatan Penghubung 2 Desa di Kecamatan Samadua Putus, 5 Warga Jatuh ke Sungai

Analisaaceh.com, Tapaktuan | Jembatan gantung yang menghubungkan dua Desa, yakni Desa Subarang dan Desa Madat, Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan putus serta memakan korban.

Putusnya jembatan gantung yang dibangun pada tahun 1991 dengan panjang 100 meter dan lebar sekitar 1,5 meter itu mengakibatkan lima warga jatuh ke dasar sungai dan mengalami luka-luka.

Kelima korban tersebut merupakan warga Desa Subarang Kecamatan Samadua, yakni Herma (45), Fakrul (5), Sarida Yani (40), Helsatipa (5) dan Laila Wati (50).

Keuchik Desa Subarang, Dedy Hermanda (10/10) mengatakan, dari llima korban itu, dua di antaranya adalah anak PAUD dan tiga orang dewasa.

“Korban saat ini sudah dievakuasi ke RSUD Yulidin Awai Tapaktuan, untuk mendapatkan perawatan,” jelasnya.

Lebih lanjut Dedy mengatakan, korban jatuh ke dasar sungai saat melintasi jembatan tersebut. Mereka melintasi jembatan untuk mengantarkan anaknya ke PAUD, satu menggunakan motor dan dua korban lainnya berjalan kaki.

Sementara Camat Samadua, Suhaimi Salihin mengatakan, jembatan tersebut merupakan transportasi masyarakat yang menghubungkan Desa Subarang dan Madat. Namun jembatan itu sudah lama tidak mendapat perawatan.

“Kita harap pemerintah Provinsi Aceh dan Aceh Selatan agar dapat membangun jembatan yang permanen, sehingga tidak memakan korban lagi dan akses transportasi masyarakat dapat berjalan lancar,” ujarnya.

Editor : Nafrizal

Komentar
Artikulli paraprakTernyata Pelaku Penusuk Wiranto Warga Medan
Artikulli tjetërTersangka Dugaan Korupsi SD Paya Ilang Takengon Diboyong ke Rutan Banda Aceh