
Analisaaceh.com, Blangpidie | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat Daya (Abdya) bersama masyarakat menyambut meriah kepulangan skuad Persada Abdya setelah berhasil memboyong trofi juara Piala Soeratin U-17 Aceh 2026. Sang kampiun disambut di perbatasan Abdya-Nagan Raya, Kecamatan Babahrot, Senin (27/7/2026), kemudian diarak melalui konvoi menuju Pendopo Bupati Abdya.
Keberhasilan tersebut menjadi catatan sejarah baru bagi sepak bola Abdya. Persada tidak hanya berhasil menjadi kampiun di tingkat provinsi, tetapi juga memastikan diri sebagai wakil Aceh pada Piala Soeratin U-17 tingkat nasional.
Bupati Abdya, Safaruddin, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas pencapaian para pemain. Menurutnya, keberhasilan tersebut membuktikan bahwa kerja keras, semangat, dan doa mampu membawa Persada mencapai prestasi terbaik.
Safaruddin menyebut pencapaian itu sebagai salah satu keberkahan yang sedang dirasakan Kabupaten Abdya.
“Mudah-mudahan Kabupaten Abdya sedang diberikan keberkahan oleh Allah SWT. Saya sudah sampaikan kepada anak-anak kita yang berjuang kemarin, tidak ada yang tidak mungkin jika diiringi kerja keras dan semua yang kita capai hari ini atas keridhaan Allah SWT,” kata Safaruddin.
Menurutnya, gelar juara tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan pemerintah daerah, tetapi merupakan prestasi seluruh masyarakat Abdya yang telah memberikan dukungan sejak Persada memulai perjuangan di Piala Soeratin U-17 Aceh 2026.
“Kita sudah buktikan bahwa Abdya hari ini berbeda dengan kabupaten lain. Hari ini kita buktikan Abdya mampu tampil beda dan berprestasi. Kebanggaan ini bukan milik saya pribadi, melainkan milik kalian, keluarga, dan seluruh masyarakat Abdya. Selamat atas prestasi ini. Mari kita sambut perjuangan Abdya di tingkat nasional,” ujarnya.
Safaruddin turut memberikan apresiasi kepada seluruh pemain, pelatih, ofisial, manajemen, serta pihak yang telah mendukung perjalanan Persada hingga meraih gelar juara.
Menurutnya, para pemain tidak hanya menunjukkan kualitas permainan di atas lapangan, tetapi juga kedisiplinan dan akhlak yang baik selama mengikuti kompetisi di Bireuen.
“Banyak masyarakat di Bireuen yang menyampaikan kepada saya bahwa anak-anak Abdya sangat luar biasa. Mereka berakhlak baik dan tidak meninggalkan shalat lima waktu. Ini menjadi ciri khas kita, kuat secara spiritual dan kokoh secara mentalitas. Keseimbangan dunia dan akhirat inilah yang harus terus kita jaga,” tegas Safaruddin.
Ia mengatakan Pemkab Abdya akan terus menyiapkan langkah untuk mendukung perkembangan sepak bola di daerah tersebut, terlebih Persada akan menghadapi tantangan yang lebih besar sebagai wakil Aceh di tingkat nasional.
“Insyaallah akan ada kejutan-kejutan lainnya. Mudah-mudahan kepemimpinan Arah Baru Abdya Maju terus menghadirkan kebanggaan bagi daerah kita. Hari ini kalian disambut hangat layaknya Timnas Spanyol saat menjuarai dunia. Ini bukti betapa bangganya masyarakat Abdya atas perjuangan dan prestasi kalian hari ini,” ungkap Safaruddin.
Sementara itu, perwakilan Manajemen Persada Abdya, Jufri Yusuf, menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Abdya, jajaran Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), staf ahli, para donatur, serta seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan moral maupun material selama Persada berlaga di Bireuen.
“Alhamdulillah, berkat doa dan dukungan seluruh elemen masyarakat Abdya, Persada Abdya berhasil menjadi juara Piala Soeratin U-17 Aceh 2026 dan siap mewakili Aceh ke tingkat nasional,” kata Jufri.
Ia mengatakan perjalanan Persada menuju gelar juara tidak berlangsung mudah. Tim sempat menyelesaikan fase grup sebagai runner-up, namun kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para pemain untuk terus berjuang hingga akhirnya mencapai partai final dan keluar sebagai juara.
Menurut Jufri, sejak awal kompetisi manajemen telah menanamkan keyakinan kepada para pemain untuk berani memasang target tinggi dan bermimpi membawa pulang trofi ke Abdya.
“Sejak awal kami tanamkan kepada pemain untuk berani bermimpi meraih juara, karena bermimpi itu tidak dilarang. Setelah memastikan lolos ke final, kami semakin yakin mimpi itu bisa diwujudkan. Alhamdulillah, hari ini mimpi itu menjadi kenyataan, Persada Abdya berhasil menjadi juara Piala Soeratin 2026,” ujarnya.
Meski demikian, Jufri mengingatkan pemain dan ofisial agar tidak terlalu larut dalam euforia kemenangan. Setelah menuntaskan kompetisi tingkat provinsi, Persada harus segera mempersiapkan diri menghadapi persaingan yang lebih ketat di tingkat nasional.
“Kami berharap adik-adik tidak cepat berpuas diri. Teruslah berlatih secara rutin, disiplin, serta konsisten agar siap menghadapi persaingan dan membawa harum nama Aceh, khususnya Abdya di panggung nasional nanti,” pungkasnya.



