Categories: NEWS

Kejati Aceh Periksa Dugaan Pelanggaran Perkebunan yang Berdampak Lingkungan

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh menekankan fokus penanganan kasus yang berdampak langsung terhadap masyarakat dan lingkungan, termasuk di sektor perkebunan.

Hal ini dikatakan dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia, di halaman kantor Kejati Aceh, Selasa (9/12/2025). Upacara dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh, Yudi Triadi, S.H., M.H., dan diikuti seluruh insan Adhyaksa.

Yudi Triadi menyebut bahwa Kejati Aceh telah mulai menyelidiki dugaan pelanggaran di sektor perkebunan yang memiliki dampak luas terhadap lingkungan dan perekonomian masyarakat.

“Dugaan pelanggaran ini termasuk izin yang berpotensi menyebabkan kerusakan lingkungan hingga banjir bandang di Aceh,”paparnya.

Selain itu, Kejaksaan menegaskan penegakan hukum pada sektor vital lainnya, seperti pertambangan. Indonesia tercatat memiliki cadangan nikel terbesar kedua di dunia, sehingga penanganan tindak pidana korupsi di sektor ini penting bagi kedaulatan ekonomi nasional.

Dalam amanat yang dibacakan, Yudi Triadi menyampaikan pesan Jaksa Agung Republik Indonesia bahwa Hari Antikorupsi Sedunia harus menjadi momentum penguatan komitmen memberantas korupsi, yang mengancam kemanusiaan, pembangunan, dan masa depan bangsa.

“Peringatan ini bukan hanya seremoni, tetapi refleksi agar seluruh elemen bangsa konsisten membangun Indonesia yang bersih dan bebas korupsi,” ujar Yudi.

Berdasarkan data Indonesian Corruption Watch (ICW) 2024, potensi kerugian negara akibat tindak pidana korupsi mencapai sekitar Rp279,9 triliun.

Sepanjang 2025, hingga November, Kejati Aceh telah melakukan 10 penyidikan dari 12 penyelidikan, dan 8 perkara telah dilimpahkan ke pengadilan. Dari total perkara yang ditangani, Kejati Aceh berhasil menyelamatkan kerugian keuangan negara sekitar Rp24 miliar.

Naszadayuna

Komentar

Recent Posts

Warga Pidie Tewas dalam Insiden Pengibaran Bendera, Pemerintah Aceh Minta Penanganan Hukum

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Seorang warga Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, meninggal dunia…

2 hari ago

Kesiapan Menikah Jadi Perhatian, BKKBN Aceh Perkuat Program Keluarga

Analisaaceh.com, Banda Aceh | BKKBN Aceh terus mendorong penguatan pembangunan keluarga melalui sejumlah program prioritas,…

4 hari ago

Kabel Menjuntai di Perkantoran Abdya,Kadis Kominsa Abdya: Jika Tak Ditangani, Kami Ambil Sikap Tegas

Blangpidie - Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominsa) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengancam akan…

4 hari ago

Diduga Cabuli Dua Anak, Pria 59 Tahun Ditangkap di TPI Lampulo

Analisaaceh.com. Banda Aceh | Seorang pria berinisial NSR (59), warga Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh,…

4 hari ago

Tekanan Ekonomi hingga Bullying, FUAD UIN SUNA Bahas Ketahanan Mental Generasi Muda

Analisaaceh.com, Lhokseumawe | Tekanan ekonomi, dinamika politik, perundungan, hingga tantangan era digital menjadi sejumlah persoalan…

4 hari ago

Inflasi Aceh 5,05 Persen, Tertinggi di Sumatera pada Oktober 2026

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Provinsi Aceh mencatat inflasi tahunan tertinggi di wilayah Sumatera pada Oktober…

5 hari ago