Categories: NEWS

Kejati Aceh Selidiki Dugaan Korupsi Rp420 Miliar Dana Beasiswa Pemerintah Aceh

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh tengah menyelidiki dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan dana beasiswa Pemerintah Aceh pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh sejak tahun anggaran 2021 hingga 2024.

Total anggaran yang dikelola dalam periode tersebut mencapai sekitar Rp420,5 miliar.

Kasi Penkum Kejati Aceh, Ali Rasab Lubis, S.H., dalam keterangannya menyebutkan, anggaran tersebut bersumber dari dokumen DPA BPSDM Aceh dengan rincian Tahun 2021 sebesar Rp153.853.813.196,00, Tahun 2022 sebesar Rp141.000.924.910,00. Tahun 2023 sebesar Rp64.551.714.495,00 Tahun 2024 sebesar Rp61.122.318.609,00

Berdasarkan hasil penelusuran awal, diduga telah terjadi penyimpangan dalam penyaluran dana beasiswa yang tidak sesuai dengan ketentuan berlaku.

Dugaan penyimpangan tersebut berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara dalam jumlah miliaran rupiah.

“Tim penyidik sedang melakukan serangkaian tindakan untuk mencari serta mengumpulkan bukti terhadap penyaluran beasiswa oleh BPSDM Aceh,” ujar Ali Rasab Lubis.

Penyidikan meliputi pemeriksaan terhadap pihak BPSDM Aceh, perguruan tinggi penerima kerja sama, mahasiswa penerima beasiswa, serta pihak ketiga yang terlibat dalam pelaksanaan program tersebut.

Sejumlah saksi juga tengah diperiksa untuk mengidentifikasi calon tersangka dan memperkuat pembuktian perkara.

Sebagai informasi, BPSDM Aceh merupakan lembaga pemerintah daerah yang bertugas mengembangkan sumber daya manusia (SDM), baik bagi aparatur sipil negara (ASN) maupun masyarakat umum.

Lembaga ini menyalurkan berbagai program beasiswa Pemerintah Aceh berdasarkan Peraturan Gubernur Aceh Nomor 28 Tahun 2019 tentang Beasiswa Pemerintah Aceh.

Kejati Aceh menegaskan, kasus dugaan korupsi di sektor beasiswa tidak hanya menimbulkan kerugian negara, tetapi juga membawa dampak serius terhadap masa depan pendidikan di Aceh.

“Korupsi dalam sektor beasiswa berarti merampas hak generasi muda untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Dana yang seharusnya menjadi jembatan bagi anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu justru diselewengkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Kejati Aceh mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung upaya pemberantasan korupsi dan mengawal proses hukum yang sedang berjalan.

“Kami berharap dukungan penuh masyarakat Aceh dalam upaya menegakkan keadilan dan memberantas korupsi di Bumi Serambi Mekah yang kita cintai ini,” tutup Ali Rasab Lubis.

Naszadayuna

Komentar

Recent Posts

Gegara Cekcok Usai Kecelakaan, Pria di Banda Aceh Tusuk Pemotor

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Seorang pria berinisial ZZ (40) diduga menusuk pengendara sepeda motor, M…

21 jam ago

BBPOM Aceh Temukan Minimnya Pemahaman Aturan Obat di Swalayan

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh menemukan…

21 jam ago

1.995 UMKM Terdampak Bencana di Aceh Selatan Lolos Verifikasi, 594 Data Diusulkan Ulang

Analisaaceh.com, Tapaktuan | Sebanyak 1.995 pelaku Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Aceh…

1 hari ago

Nelayan Abdya Temukan Mayat di Perairan Simeulue, Diduga ABK KM Sukma Baru yang Hilang

Analisaaceh.com, Blangpidie | Nelayan Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menemukan sesosok mayat di perairan Simeulue…

2 hari ago

Kapolri Tinjau Laboratorium Sabu di Pidie, 1,2 Ton Barang Bukti Disita

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto meninjau laboratorium narkotika ilegal yang…

2 hari ago

Diduga Sediakan Tempat Prostitusi di Aceh Barat, Tiga Perempuan dan Seorang Pria Ditangkap Polisi

Analisaaceh.com, Meulaboh | Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Aceh Barat empat orang yang diduga terlibat…

2 hari ago