Categories: NEWS

Ratusan Warga Beutong Ateuh Tegas Tolak Tambang

Analisaaceh.com, Suka Makmue | Ratusan masyarakat Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, menyuarakan penolakan terhadap tiga izin perusahaan tambang serta rencana di wilayah mereka. Aksi damai tersebut berlangsung di kawasan Jembatan Krueng Beutong, Selasa (12/5/2025).

Massa yang terdiri dari tokoh masyarakat, pemuda, organisasi masyarakat, hingga warga dari berbagai Gampong tersebut menegaskan bahwa wilayah Beutong Ateuh bukanlah ruang untuk eksploitasi industri ekstraktif. Bagi warga, kawasan tersebut adalah ruang hidup yang menjadi tumpuan ekonomi melalui sektor pertanian dan kekayaan hutan.

Koordinator aksi, Tgk Malikul Azis menyatakan bahwa masyarakat akan terus mempertahankan dan menjaga kelestarian tanah kelahiran mereka dari ancaman aktivitas perusahaan tambang.

“Kami segenap masyarakat Beutong Ateuh Banggalang akan mempertahankan wilayah ini sampai titik penghabisan,” ujarnya saat menyampaikan orasi dihadapan massa aksi.

Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Pemerintah Aceh, hingga pemerintah pusat agar tidak menerbitkan izin pertambangan dalam bentuk apapun di kawasan tersebut. Warga mengklaim hingga saat ini tidak pernah memberikan persetujuan atau kesepakatan terkait kehadiran perusahaan tambang di daerah mereka.

Penolakan ini didasari atas kekhawatiran mendalam terhadap kerusakan lingkungan permanen, seperti hilangnya sumber mata air, dan rusaknya bentang hutan. Selain itu, warga trauma dengan risiko bencana ekologis berupa banjir dan tanah longsor, mengingatkan akhir tahun lalu wilayah tersebut sempet diterjang banjir yang merusak pemukiman dan perkebunan.

Kawasan Beutong Ateuh dinilai sebagai bentang ekologis penting yang terhubung dengan hutan Aceh. Kehadiran industri tambang dianggap berpotensi memicu konflik ruang hidup serta mengancam keberlangsungan lingkungan bagi generasi mendatang.

Dalam aksi itu, masyarakat juga mengingatkan pemerintah agar tidak terpedaya oleh oknum atau pihak tertentu yang mengatasnamakan masyarakat Beutong Ateuh demi mendukung aktivitas tambang.

“Kami masyarakat Beutong Ateuh masih konsisten menolak segala jenis pertambangan di wilayah kami,” tegas salah seorang tokoh masyarakat dalam aksi tersebut.

Dalam aksi tersebut, warga menolak izin yang dikabarkan diberikan kepada tiga perusahaan, yakni PT Cempaka Wangi, PT Bumi Sembada, PT BME. Selain itu, masyarakat juga menolak seluruh bentuk pertambangan lainnya, sebab menurut mereka persoalannya bukan hanya sekedar soal memberikan izin tambang, akan tetapi lebih besar dari itu.

Aksi yang mendapat dukungan dari berbagai organisasi sipil dan pegiat lingkungan ini diisi dengan zikir dan doa bersama. Ritual tersebut dilakukan sebagai simbol harapan agar wilayah Beutong Ateuh tetap terjaga dari eksploitasi yang merusak alam.

Sebagaimana diketahui, gelombang penolakan tambang di wilayah ini telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir dan menjadi isu krusial dalam upaya penyelamatan lingkungan di Aceh.

Ahlul Zikri

Komentar

Recent Posts

Impor Aceh Naik 176 Persen, Perdagangan Defisit 8,67 Juta Dolar AS

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Nilai impor Aceh pada Agustus 2026 mencapai 82,67 juta dolar AS.…

3 hari ago

Inflasi Aceh 5,03 Persen, Beras hingga Daging Ayam Jadi Pendorong

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Provinsi Aceh mengalami inflasi tahunan sebesar 5,03 persen pada September 2026.…

3 hari ago

Truk Sawit Overload Tanpa Pengaman Resahkan Pengendara di Abdya

Analisaaceh.com, Blangpidie | Pengendara sepeda motor mengeluhkan maraknya truk pengangkut Tandan Buah Segar (TBS) kelapa…

3 hari ago

Ratusan Warga Babahrot Abdya Minta PT CA Angkat Kaki dari Lahan TORA

Analisaaceh.com, Blangpidie | Ratusan masyarakat yang tergabung dalam kelompok Tani Seuneubok Lubok Raja Karya Abadi…

5 hari ago

Dukung Jakarta Understanding, Dekan FUAD UINSUNA Soroti Tantangan Dakwah Digital

Analisaaceh.com, Lhokseumawe | Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe,…

6 hari ago

Tiga Pengasuh Daycare di Banda Aceh Divonis Hingga 3 Tahun Penjara

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Tiga pengasuh sebuah daycare di Banda Aceh dijatuhi hukuman penjara oleh…

6 hari ago