Kembangkan Potensi Minyak Nilam dan Pala, Pemkab Aceh Selatan Jalin Kerjasama Dengan ARC Unsyiah

Plt Bupati Aceh Selatan, Tgk Amran dalam pertemuan dengan Atsiri Research Center (ARC) Unsyiah terkait kerjasama pengembangan minyak Nilam, Minggu (16/02/2020) (foto/Naf)

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan jalin kerjasama dalam pengembangan minyak Nilam dan Pala dengan Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah). Kerjasama tersebut berlangsung dalam pertemuan antara Plt Bupati Aceh Selatan, Tgk Amran dengan Atsiri Unsyiah pada Minggu (16/02/2020) di kantor Atsiri Unsyiah Banda Aceh.

Dalam pertemuan itu, Tgk. Amran turut didampingi oleh Kepala BPKD Aceh Selatan, Syamsul Bahri SH. Sementara dari Unsyiah hadir Wakil Rektor I, Prof. Dr. Ir. Marwan, Ketua ARC Dr. Syaifullah Muhammad, MT, Surayya Kamaruzzaman, Ely Supriadi dan Dr. Muhammad Ilham Maulana ST MT.

Katua Atsiri Research Center Unsyiah, Dr. Syaifullah Muhammad, MT mengatakan, Aceh Selatan memiliki potensi minyak Nilam yang sangat bagus begitu juga dengan Pala. Dalam hal ini meski dimanfaatkan dan dikembangkan dengan baik dengan sistem yang modern.

“Apalagi Aceh Selatan memiliki varietas tersendiri yang tak dimiliki oleh Kabupaten lainnya,” ujarnya.

Dirinya mengatakan, pihaknya telah sukses melakukan pengembangan minyak Nilam dengan Kabupaten/Kota di Aceh seperti Aceh Utara, Aceh Jaya dan beberapa Kabupaten lainnya. Selain itu Atsri Unsyiah juga telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak baik dalam negeri maupun internasional.

“Kita telah mengkaji dan membuktikan sebelumnya, begitu pun dengan harga yang tak perlu dikhawatirkan lagi, sebab kita telah bekerja dengan banyak pihak,” ungkap.

Oleh karena itu, pihaknya berharap Aceh Selatan dapat mengembangkan minyak Nilam kembali dengan metode yang baru, sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Kita siap membantu dan melatih masyarakat dalam mengembangkan penanaman Nilam, kita juga siap untuk melatih anak muda untuk kreatif dan produktif dalam memanfaatkan minyak nilam itu sendiri,” tuturnya.

Sementara itu, Plt Bupati Aceh Selatan, Tgk Amran mengatakan, Aceh Selatan memang sejak dulu memiliki potensi minyak Nilam yang baik. Namun pasca konflik dan tsunami Aceh, harga nilam tidak lagi normal sehingga menyulitkan masyarakat. Begitu juga Pala yang saat ini masih banyak memiliki masalah, baik hama tanaman maupun pasarnya.

Plt Bupati Aceh Selatan, Tgk Amran meninjau sistem pengembangan dan pengolahan minyak Nilam milik Atsiri Research Center (ARC), Minggu (16/02/2020) (foto/Naf)

“Karena Atsiri telah menjalin berbagai kerjasama dengan berbagai pihak, pasar punya, menjamin harga serta siap melatih masyarakat di Aceh Selatan, maka kita siap untuk mengembangkan minyak Nilam bersama Atsiri Unsyiah, apalagi banyak lahan kosong yang dalam dikembangkan” ungkap Tgk Amran.

Selain itu Tgk Amran juga meminta kepada Unsyiah agar dapat menjalin kerjasama dalam sektor kesehatan, terutama dalam tenaga Farmasi di Rumah Sakit Yuliddin Away Tapatuan yang masih kekurangan.

“Kepada Unsyiah kami berharap dapat menjadikan Rumah Sakit Yuliddin Away Tapatuan menjadi salah satu Rumah Sakit magang dan praktek kampus Unsyiah, sehingga masalah tenaga di Rumah Sakit dapat diatasi” harap Plt Bupati.

Menangani hal itu, Wakil Rektor I Unsyiah, Prof. Dr. Ir. Marwan mengatakan, pihaknya siap menjalin kerjasama dengan Unsyiah baik dalam sektor pertanian maupun kesehatan. Selain itu ia berharap Unsyiah dan Aceh Selatan untuk dapat bersinergi di sektor-sektor lainnya.

“Kita siap bekerjasama terkait pengembangan minyak Nilam, Pala serta masalah tenaga kesehatan. Bahkan kita ingin terus bersinergi juga di sektor-sektor lainnya,” pungkasnya.

Di akhir kegiatan, Plt Bupati Aceh Selatan juga melihat dan meninjau sistem pengembangan dan pengolahan minyak Nilam yang dimiliki oleh Atsri Unsyiah.

Editor : Desriadi Hidayat

Komentar
Artikulli paraprakHilang Sejak Rabu, Seorang Nenek di Aceh Jaya Ditemukan Selamat
Artikulli tjetërBesok, Bupati dan Wabup Aceh Tengah Dimandikan Secara Adat