Categories: NEWS

Kepala KSOP Malahayati: Taruna Sedang Belajar di Kamar Mesin Saat Insiden Aceh Hebat 2

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Malahayati Capt. Amfami, menjelaskan bahwa insiden yang terjadi di Kapal Aceh Hebat 2 berlangsung saat para taruna Politeknik Pelayaran Malahayati mengikuti kegiatan pembelajaran di kamar mesin kapal yang sedang bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat (12/6/2026).

Menurut Capt. Amfami, kapal telah tiba dari Sabang dan seluruh penumpang serta kendaraan sudah turun sebelum kegiatan pembelajaran dimulai.

“Kapal Aceh Hebat 2 sudah sandar dan penumpang sudah turun semua. Kepala Kamar Mesin (KKM) yang juga merupakan instruktur dari Politeknik Pelayaran Malahayati mengajak para taruna untuk mengenal mesin-mesin yang ada di kapal. Saat itulah insiden terjadi,” katanya, saat dijumpai analisaaceh.com di RSUDZA.

Ia menjelaskan, KKM merupakan pejabat kapal yang bertanggung jawab terhadap seluruh sistem permesinan. Saat kejadian, terdapat 16 taruna yang mengikuti kegiatan, dengan 14 orang berada di ruang mesin dan dua lainnya berada di bagian atas kapal.

Capt. Amfami menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses pembelajaran lapangan bagi taruna dan dilaksanakan sesuai prosedur pendidikan.

“Itu dalam tahap belajar. Ada pembelajaran di kelas dan ada pembelajaran lapangan. Kebetulan Kepala Kamar Mesin juga merupakan instruktur dan beliau turut menjadi korban bersama adik-adik taruna yang berada di ruangan,” ujarnya.

Terkait penyebab insiden, Capt. Amfami menyebutkan bahwa yang terjadi bukanlah ledakan besar seperti yang dibayangkan banyak orang, melainkan berasal dari satu unit pompa yang saat itu sedang diperkenalkan kepada para taruna.

“Sebenarnya bukan ledakan besar. Hanya satu unit pompa yang sedang diajarkan kepada taruna. Kemungkinan alat itu sedang dalam proses perawatan dan dicoba agar bekerja maksimal, lalu terjadi insiden,” katanya.

Meski demikian, ia belum dapat memastikan penyebab pasti kejadian dan menyerahkan proses penyelidikan kepada pihak kepolisian.

“Untuk dugaan awal kami belum tahu. Nanti kita tunggu hasil penyelidikan sesuai proses yang dilakukan kepolisian,” ujarnya.

Ia juga memastikan kondisi kapal telah memenuhi ketentuan operasional. Menurutnya, Kapal Aceh Hebat 2 telah menjalani audit dan pemeriksaan rutin, termasuk docking tahunan yang terakhir dilakukan pada November tahun lalu.

“Kapal penumpang wajib naik dok setiap tahun. Untuk Aceh Hebat 2, docking terakhir dilakukan pada November tahun lalu dan jadwal docking berikutnya belum tiba,” kata Capt. Amfami.

Naszadayuna

Komentar

Recent Posts

USK Sampaikan Duka Mendalam Wafatnya Mantan Rektor UIN Ar-Raniry Prof. Warul Walidin

Universitas Syiah Kuala (USK) menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya mantan Rektor Universitas Islam Negeri…

22 jam ago

Jelang 21 Tahun Damai Aceh, Pemulihan Korban Konflik dan Bencana Diminta Dipercepat

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Menjelang peringatan 21 tahun perdamaian Aceh, sekelompok masyarakat menyampaikan tuntutan kepada…

22 jam ago

Jelang HUT RI, Penjualan Bendera di Banda Aceh Masih Lesu

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, penjualan bendera…

22 jam ago

Pendapatan Abdya 2026 Naik, Belanja Tembus Rp1,06 Triliun

Analisaaceh.com, Blangpidie | Pendapatan Daerah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) pada Tahun Anggaran 2026 mengalami…

22 jam ago

KUA-PPAS 2027 Diserahkan, Wabup Abdya Sampaikan Prioritas Pembangunan

Analisaaceh.com, Blangpidie | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat Daya (Abdya) menyerahkan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran…

22 jam ago

Mantan Rektor UIN Ar-Raniry Prof. Warul Walidin Meninggal Dunia

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Kabar duka datang dari keluarga besar Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry…

22 jam ago