
Analisaaceh.com, Blangpidie | Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Aceh Barat Daya (Abdya) rutin melakukan razia terhadap pelajar yang berkeliaran di luar lingkungan sekolah saat jam pelajaran berlangsung.
Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat Satpol PP dan WH Abdya, Taufiq Ali mengatakan, razia tersebut dilakukan secara rutin untuk memastikan para pelajar mengikuti proses belajar sesuai ketentuan sekolah.
“Razia anak sekolah kita lakukan rutin seminggu sekali. Saat razia, sering kita temukan anak sakolah berkeliaran di luar lingkungan sekolah saat jam belajar,” kata Taufiq Ali saat ditemui Analisaaceh.com di ruang kerjanya, Senin (5/10/2026).
Menurutnya, sebelum melakukan razia, pihaknya terlebih dahulu meyiapkan personel Satpol PP dan WH. Petugas kemudian menyisir sejumlah lokasi yang berpotensi menjadi tempat pelajar berkeliaran.
Lebih lanjut, sebut Taufiq, razia tidak hanya dilakukan di sekitar sekolah, tetapi juga menyasar kantin, warung, warung internet (warnet), hingga kawasan pantai dan tempat wisata yang ada di Abdya.
“Kita kerap menemukan pelajar berapa di luar area sekolah tanpa izin. Bahkan, kita juga menemukan siswa yang tertangkap basah sedang bermain game hingga merokok saat jam pelajaran,” ucapnya.
Terhadap para siswa yang terjaring, kata Taufik, petugas memberikan pembinaan. Untuk pelanggan tertentu, pembinaan dilakukan langsung di lokasi. Namun, apabila diperlukan penanganan lebih lanjut, pelajar dibawa ke Kantor Satpol PP dan WH Abdya.
“Saat penertiban, kami bahkan pernah menemukan barang-barang yang tidak diinginkan, seperti alat hisap. Namun, penanganannya tetap berada di tingkat pembinaan internal Satpol PP dan WH Abdya. Kami mempertimbangkan masa depan para pelajar tersebut agar tidak terbebani resiko yang lebih berat,” sebutnya.
Guna mencegah kejadian berulang, lanjut Taufiq, pelajar yang terjaring razia dan dibawa ke kantor wajib menandatangani surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya.
Taufiq berharap pembinaan yang diberikan dapat membuat para pelajar lebih meningkatkan kedisiplinan dan fokus menuntut ilmu demi masa depan serta tidak kembali berkeliaran di luar sekolah selama jam belajar.
“Kami berharap kepada seluruh anak sekolah supaya jangan berkeliaran di luar sekolah dan patuh terhadap kedisplinan yang sudah diatur di sekolah. Tetaplah menuntut ilmu untuk masa depan,” ujarnya.
Menurutnya, para orang tua tentu berharap anak-anak yang berangkat dari rumah benar-benar mengikuti pendidikan di sekolah, bukan menghabiskan waktu untuk bermain atau melakukan aktivitas di luar lingkungan sekolah.
“Orang tua mereka juga berharap anak-anaknya pergi dari rumah itu benar-benar untuk menuntut ilmu di sekolah, bukan untuk bermain-main. Kami menghimbau para siswa agar mematuhi aturan sekolah demi menggapai cita-cita, supaya kedepannya anak-anak menjadi orang yang sukses,” pungkasnya.



