Categories: NEWS

Koalisi Ngo-HAM Minta dalam Agenda Partai Politik Isu Lingkungan Diprioritaskan

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Koalisi Ngo-HAM meminta partai politik untuk memastikan bahwa isu lingkungan diprioritaskan dalam agenda politik saat ini.

Hal ini dikatakan oleh Direktur Koalisi Ngo-HAM, Khairil Arista mengingat kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) dan deforestasi di Aceh sangat memprihatinkan.

Kasus karhutla di Indonesia yang terjadi sepanjang tahun 2022 sebanyak 252 kasus dan Aceh merupakan provinsi yang paling banyak terjadi karhutla selama periode ini, yaitu 53 kasus 1.

Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), menunjukkan bahwa total kejadian Karhutla di Indonesia mencapai 206 kejadian dan didominasi oleh Provinsi Aceh yaitu sebanyak 53 kali hingga Juni 2023. Kemudian disusul Kalimantan Tengah 35 kali kejadian.

Meski menunjukkan penurunan pada skala nasional, kasus karhutala di Aceh masih menunjukkan jumlah kasus yang sama.

“Dampak yang disebabkan oleh karhutala sangatlah serius dan kompleks karena selain merusak lahan dan hutan, serta berpengaruh langsung terhadap kesehatan dan aktivitas manusia yang terkena dampak,” ujarnya Senin (27/5/2024).

Selain karhutla, kasus deforestasi di Aceh juga sangat memprihatinkan. Berdasarkan data Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA), ada sekitar 9.383 hektare hutan Aceh yang mengalami deforestasi selama tahun 2022 yang terjadi karena perambahan hutan illegal logging, pertambangan hingga adanya konservasi hutan menjadi kebun.

Sedangkan Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Aceh, Ahmad Shalihin mengatakan bahwa pertambangan ilegal juga memiliki kontribusi besar terhadap kerusakan dan pencemaran lingkungan hidup di Aceh.

Kasus pertambangan tanpa izin juga terjadi di Aceh yang luasnya mencapai 1.343 hektare tersebar pada tiga kecamatan di Aceh Barat yaitu sebanyak 49 hektare berada di Kecamatan Woyla Timur, sekitar 607 hektare di Kecamatan Pante Ceuereme dan 687 hektare berada di Kecamatan Sungai mas.

Kemudian di pedalaman Aceh, seperti Aceh Jaya, Pidie, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Tengah, dan Aceh Selatan, juga terjadi maraknya Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) melibatkan penduduk lokal dan modal besar.

“Oleh karena itu Gerani muda butuh penggerakan karena yang akan merasakan untuk masa depan, Harapan pimpinan ke depan dapat menyelesaikan permasalah DAS, pertambangan ilegal, Kartula dan masalah lingkungan lainnya,”

Keterlibat semua pihak dalam pelestarian lingkungan terutama dukungan dan komitmen partai politik yang memiliki peran yang sangat signifikan dalam mempengaruhi kebijakan dan pengambilan keputusan di tingkat pemerintahan.

Dukungan dan komitmen tambahan dari partai politik dapat memberikan kekuatan melalui anggota legislatifnya untuk memperkuat upaya-upaya advokasi ini melalui legislasi, penganggaran, dan pengawasan yang berkaitan dengan perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup.

Naszadayuna

Komentar

Recent Posts

Gubernur Mualem Pastikan Hilirisasi Migas Blok Andaman, Aceh Siapkan SDM dan Industri

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) memastikan pengembangan hilirisasi minyak dan gas…

2 jam ago

RSUD Teungku Peukan Abdya Temukan 5 Alat Medis Rusak

Analisaaceh.com, Blangpidie | Rumah Sakit Umum Daerah Teungku Peukan (RSUD-TP) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya)…

2 jam ago

SEI Beberkan Modus Perekrutan Pekerja Migran Berkedok Sekolah

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Direktur Sumatera Environmental Initiative (SEI) mengungkap dugaan modus perekrutan pekerja migran…

2 jam ago

Ketua STKIP Muhammadiyah Abdya Nilai Doto Saweu Sikula Sangat Strategis

Analisaaceh.com, Blangpidie | Ketua STKIP Muhammadiyah Aceh Barat Daya (Abdya), Afdhal Jihad menilai program Doto…

3 jam ago

Dua Remaja Putri dilaporkan Hilang Terseret Ombak di Pantai Ujong Manggeng

Anlisaaceh.com, Blangpidie | Dua remaja putri dilaporkan hilang setelah terseret arus ombak saat mandi di…

2 hari ago

Masih DPO, Eks Keuchik Kambuek Payapi Kunyet Divonis 5 Tahun Penjara Kasus Korupsi

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh menjatuhkan vonis…

2 hari ago