MyFundAction Salurkan 20 Ton Bantuan Korban Banjir Aceh

Penyerahan secara simbolis   bantuan kemanusiaan untuk korban banjir di Aceh di kantor Rapi Banda Aceh, foto: naszadayuna/analisaaceh.com

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Lembaga kemanusiaan internasional MyFundAction kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk korban banjir di Aceh.

Pada penyaluran tahap ketiga ini, bantuan difokuskan pada tiga sektor utama, yakni pendidikan, kesehatan, dan pangan, dengan total bantuan mencapai sekitar 20 ton barang kebutuhan.

Bantuan yang telah dipersiapkan tersebut rencananya akan disalurkan ke sejumlah daerah terdampak, antara lain Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, hingga Aceh Tamiang.

CEO MyFundAction Global, Dr. Ghafur Rahim, mengatakan bahwa penyaluran bantuan kali ini merupakan bagian dari fase pembangunan pascabencana, setelah sebelumnya dilakukan respons darurat dan pemulihan awal.

“Alhamdulillah, pada sesi penyerahan bantuan kali ini, kami menyasar tiga sektor utama. Pertama sektor pendidikan, dengan menyalurkan perlengkapan sekolah seperti tas, alat tulis, buku, Al-Qur’an, serta bahan bacaan lainnya,” ujar Dr. Ghafur, Kamis (29/1/2025).

Selain pendidikan, MyFundAction juga menyalurkan bantuan di sektor kesehatan berupa obat-obatan, dukungan tenaga medis, serta kebutuhan bayi seperti susu dan popok.

Sementara di sektor pangan, bantuan diberikan melalui penyaluran sembako, bahan kebutuhan pokok, serta pengoperasian dapur umum bagi para korban banjir.

“Untuk pangan, kami membuka dapur umum dan menyediakan kebutuhan dasar harian. Sebelumnya, dapur umum ini telah berjalan selama kurang lebih 30 hari untuk membantu para korban,” tambahnya.

Dr. Ghafur menjelaskan, bantuan yang disalurkan hari ini diangkut menggunakan empat truk dengan kapasitas sekitar lima ton per truk. Penyaluran dilakukan di beberapa wilayah, dimulai dari Banda Aceh, kemudian dilanjutkan ke Bireuen, Aceh Tamiang, Bener Meriah, dan Aceh Utara.

Ke depan, MyFundAction juga menyiapkan program bantuan yang bersifat berkelanjutan. Rencana tersebut akan dibahas bersama Wakil Gubernur Aceh, Pemerintah Aceh, serta pihak terkait lainnya.

“Fokus bantuan berkelanjutan kami terbagi dalam dua bidang utama, yaitu pendidikan melalui pembangunan madrasah, masjid, dan fasilitas sejenis, serta pengembangan ekonomi dengan membantu pelaku usaha kecil, khususnya menjelang Ramadan,” jelasnya.

Selain itu, MyFundAction juga telah merencanakan bantuan lanjutan untuk momentum keagamaan seperti Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha, serta bantuan pendidikan di Aceh.

Bantuan kemanusiaan ini dihimpun melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk mitra korporasi dan para kolaborator. Sebagian bantuan juga berasal dari hasil usaha yang dikelola anak-anak muda di bawah naungan MyFundAction, yang keuntungannya dikontribusikan untuk program kemanusiaan.

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Aceh, Almuniza Kamal, menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh membuka ruang seluas-luasnya bagi siapa pun yang ingin membantu Aceh, termasuk dari luar negeri.

“Pemerintah Aceh, sesuai arahan Bapak Presiden dan Bapak Gubernur, sangat terbuka terhadap bantuan dari mana pun, tentu dengan skema yang saling menghormati antarnegara,” ujar Almuniza.

Ia menilai kolaborasi antara NGO internasional dari Malaysia dengan NGO lokal, termasuk RAPI, sebagai bentuk kerja sama yang baik dan sejalan dengan arahan pimpinan.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh sahabat dan saudara yang terus membantu Aceh. Uluran tangan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan oleh masyarakat Aceh,” katanya.

Komentar
Artikulli paraprakSafaruddin Lantik 15 Pejabat Eselon II Pemkab Abdya
Artikulli tjetërSatu Oknum WH Jalani Uqubat Cambuk Bersama Lima Terpidana Lainnya