NEWS Pasar 1001 Malam Hadir di Banda Aceh, Dorong UMKM Bangkit

Pasar 1001 Malam Hadir di Banda Aceh, Dorong UMKM Bangkit

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison, Lapangan Eks Hotel Aceh, Banda Aceh, foto: ist

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) menggelar program Pasar 1001 Malam di Lapangan Eks Hotel Aceh, Banda Aceh, pada 11–13 Maret 2026.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang transaksi ekonomi, tetapi juga mengedepankan nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial bagi masyarakat.

Program tersebut sebelumnya sukses digelar melalui Festival Jejak Jajanan Nusantara (JJN) di Jakarta, dan kini Aceh dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan dengan mengusung semangat kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit pasca-bencana.

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison, mengatakan Pasar 1001 Malam tidak sekadar menghadirkan aktivitas ekonomi, tetapi juga menjadi ruang aksi kemanusiaan.

“Pasar 1001 Malam bukan sekadar pusat transaksi ekonomi, melainkan wadah aksi kemanusiaan,” kata Leontinus dalam keterangan tertulis, Selasa (10/3/2026).

Ia menjelaskan, program ini juga menjadi katalis untuk memperkuat UMKM dan ekonomi kreatif dengan memanfaatkan aset pemerintah dan BUMN yang sebelumnya kurang produktif menjadi ruang kreatif atau creative compound yang dapat digunakan dengan biaya terjangkau.

Di Aceh, kegiatan ini dikemas dengan nuansa Ramadan melalui bazar dan expo kuliner serta kerajinan, hingga panggung talenta Da’i cilik untuk mengembangkan potensi anak-anak.

Selain itu, panitia juga menghadirkan Klinik Kesehatan Gratis yang menyediakan pemeriksaan medis dasar bagi masyarakat. Kegiatan ini turut dilengkapi dengan program Klinik UMKM Bangkit yang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Aceh dan Pemerintah Kota Banda Aceh untuk memberikan pendampingan legalitas usaha bagi pelaku UMKM.

“Kami ingin menciptakan pengalaman yang tidak hanya memikat secara visual melalui konsep Coffee Truck dan talkshow interaktif, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan dan kesehatan masyarakat,” ujar Leontinus.

Komentar
Artikulli paraprakPekarangan Dandim Abdya Jadi Lahan Ketahanan Pangan Terpadu
Artikulli tjetërJelang Lebaran, Kemenkes Waspadai Lonjakan Kasus Campak