NEWS Pendaki Binjai Meninggal di Gunung Leuser, Evakuasi 5 Hari

Pendaki Binjai Meninggal di Gunung Leuser, Evakuasi 5 Hari

Ilustrasi

Analisaaceh.com, Gayo Lues | Seorang pendaki asal Binjai, Sumatera Utara, Kris Biantoro (49), dilaporkan meninggal dunia saat melakukan pendakian di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), wilayah kerja SPTN Wilayah III Blangkejeren, Kamis (9/4/2026).

Korban diketahui merupakan bagian dari rombongan pendaki bernama Sugar Ray Leonard dengan nomor SIMAKSI SI.20/BBTNGL/TEK.2/03/2026. Ia diduga meninggal akibat hipotermia saat dalam perjalanan turun dari jalur pendakian.

Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III Blangkejeren, Gayo Lues, Ali Sadikin saat dimintai konfirmasi analisaaceh.com, Jumat (10/4/2026), membenarkan kejadian tersebut.

Ia menjelaskan, kondisi darurat pertama kali dilaporkan oleh ketua tim pendakian kepada pihak SPTN Wilayah III Blangkejeren sekitar pukul 10.00 WIB. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa korban mengalami hipotermia di lokasi Camp Lapangan Bola sekitar pukul 07.30 WIB.

“Tim pendaki telah melakukan pertolongan pertama dengan metode resusitasi jantung paru (RJP), namun korban tidak menunjukkan respons,” ujarnya.

Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 16.00 WIB, ketua tim kembali mengabarkan bahwa korban telah dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak TNGL langsung melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait, di antaranya Polres Gayo Lues, BPBD Gayo Lues, serta SAR Provinsi Aceh.

Selain itu, koordinasi lanjutan juga dilakukan bersama Koramil Blangkejeren dan pemerintah desa setempat, termasuk masyarakat di sekitar Resor Kedah.

Tim evakuasi gabungan yang terdiri dari Brimob, Balai Besar TNGL, dan masyarakat dijadwalkan bergerak menuju lokasi pada Jumat (10/4/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.

“Lokasi kejadian cukup jauh, dengan estimasi waktu tempuh menuju pintu rimba sekitar 4 hingga 5 hari perjalanan,” kata Ali Sadikin.

Artikulli paraprakASN Aceh Mulai WFH, Kinerja Tetap Jadi Prioritas
Artikulli tjetërSafaruddin: Anak Yatim dan Dhuafa Jadi Prioritas Pembangunan Abdya