Categories: NEWS

Pengendara Resah, Jalan Barsela Jadi Tempat Ternak Berkeliaran

Analisaaceh.com, Blangpidie | Pengguna jalan yang melintasi jalur Lintas Barat Selatan (Barsela) Aceh mengeluhkan maraknya hewan ternak yang berkeliaran bebas di badan jalan. Kondisi tersebut dinilai sangat membahayakan keselamatan lalu lintas, terutama bagi pengendara yang melintas pada malam hari.

Berdasarkan pantauan, keberadaan hewan ternak sapi dan kerbau tidak hanya mengganggu kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga sering kali mengejutkan pengemudi karena muncul tiba-tiba di tengah jalan.

Salah seorang pengguna jalan asal Aceh Utara, Naufal, mengaku sering merasa khawatir saat melintasi jalur tersebut menuju wilayah barat selatan Aceh. Menurutnya, pengendara harus lebih berhati-hati karena sapi dan kerbau sering berdiam diri di titik-titik yang sulut terlihat, bahkan kerap muncul secara tiba-tiba di tengah jalan.

“Risikonya sangat besar, apalagi pada malam hari di lokasi yang minim penerangan. Ternak bisa tiba-tiba menyeberang atau bahkan duduk di tengah aspal,” kata Naufal, Kamis (12/3/2026).

Menurutnya, keberadaan ternak yang dibiarkan bebas tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

Naufal menambahkan, selain ancaman tabrakan langsung, kotoran ternak yang berserakan di badan jalan menjadi persoalan serius. Pasalnya, kotoran tersebut membuat permukaan aspal menjadi sangat licin saat diguyur hujan, sehingga berpotensi memicu kecelakaan tunggal bagi pengendara yang melintas dengan kecepatan tinggi.

“Kami berharap ada tindakan tegas dari pemerintah daerah. Jangan sampai harus ada korban jiwa baru dilakukan penertiban,” tegas Naufal.

Fenomena ternak yang dilepasliarkan di jalan lintas provinsi sebenarnya telah diatur dalam qanun atau peraturan daerah di sejumlah kabupaten/kota di Aceh. Namun, pada praktiknya, penegakan aturan tersebut dinilai masih lemah. Minimnya sanksi membuat pemilik ternak tetap membiarkan hewan peliharaan mereka mencari makan hingga ke bahu bahkan badan jalan.

Karena itu, masyarakat pun berharap aparat terkait, khususnya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), untuk meningkatkan intensitas patroli serta melakukan penertiban secara rutin. Penegakan sanksi yang tegas dianggap menjadi satu-satunya solusi agar pemilik ternak lebih bertanggung jawab, demi menjamin keamanan dan ketertiban di jalur vital Barsela yang menjadi penghubung antarwilayah di Aceh.

Ahlul Zikri

Komentar

Recent Posts

Warga Pidie Tewas dalam Insiden Pengibaran Bendera, Pemerintah Aceh Minta Penanganan Hukum

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Seorang warga Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, meninggal dunia…

2 hari ago

Kesiapan Menikah Jadi Perhatian, BKKBN Aceh Perkuat Program Keluarga

Analisaaceh.com, Banda Aceh | BKKBN Aceh terus mendorong penguatan pembangunan keluarga melalui sejumlah program prioritas,…

4 hari ago

Kabel Menjuntai di Perkantoran Abdya,Kadis Kominsa Abdya: Jika Tak Ditangani, Kami Ambil Sikap Tegas

Blangpidie - Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominsa) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengancam akan…

4 hari ago

Diduga Cabuli Dua Anak, Pria 59 Tahun Ditangkap di TPI Lampulo

Analisaaceh.com. Banda Aceh | Seorang pria berinisial NSR (59), warga Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh,…

4 hari ago

Tekanan Ekonomi hingga Bullying, FUAD UIN SUNA Bahas Ketahanan Mental Generasi Muda

Analisaaceh.com, Lhokseumawe | Tekanan ekonomi, dinamika politik, perundungan, hingga tantangan era digital menjadi sejumlah persoalan…

4 hari ago

Inflasi Aceh 5,05 Persen, Tertinggi di Sumatera pada Oktober 2026

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Provinsi Aceh mencatat inflasi tahunan tertinggi di wilayah Sumatera pada Oktober…

5 hari ago