Peringati HUT ke-48, Komut PT Bank Aceh Syariah Ingatkan Amanat RUPS

Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah, MT didampingi Sekda Aceh dr. Taqwallah, M.Kes dan Direktur PT.BAS Haizir Sulaiman menyerahkan bantuan logistik untuk Tenaga Kesehatan yang bertugas di Ruang Pinere RSUDZA yang diterima langsung oleh Direktur RSUDZA, dr.Isra Firmansyah Sp.A di RSUDZA, Banda Aceh, Jum'at (6/8/2021).

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Sekretaris Daerah Aceh Taqwallah, selaku Plt Komisaris Utama PT Bank Aceh Syariah, mengingatkan seluruh jajaran PT BAS untuk menindaklanjuti hasil Rapat Umum Pemegang Saham, Rapat Kerja serta kunjungan lapangan Dewan Komisaris pada 103 kantor cabang pembantu dan kantor kas. Hal yang menjadi sorotan utama adalah peningkatan Pembiayaan Produktif harus di atas 20 persen.

Penegasan tersebut disampaikan Taqwallah, dalam amanatnya selaku Inspektur Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun PT BAS ke-48, di roof top PT BAS. Acara tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Aceh Nova Iriansyah, selaku Pemegang Saham Pengendali PT BAS, Jum’at (6/8/2021)

“Kita semua perlu segera menindaklanjuti hasil RUPS, Rapat Kerja serta kunjungan lapangan Dewan Komisaris pada 103 kantor cabang pembantu dan kantor kas, yang merupakan harapan dari seluruh pemangku kepentingan, antara lain, pembiayaan produktif harus di atas 20 persen,” ujar Taqwallah.

Taqwallah menambahkan, selain target pembiayaan produktif, RUPS dan Rapat Kerja PT BAS juga mengamanatkan agar penagihan pembiayaan macet harus di atas 10 persen, jenjang karier SDI terjamin, standarisasi tampilan tempat pelayanan langsung kepada nasabah, membangun tim kerja yang solid, bukan hanya secara formalitas dan seremonial, namun diterapkan dalam operasional kerja.

Selain itu, Sekda juga berpesan agar Gerakan Bersih, Rapi, Elok dan Hijau (BEREH) agar terus dipertahankan dan ditingkatkan pada masa mendatang, serta sejumlah pembenahan lainnya.

Sejarah Singkat BAS

Dalam amanatnya, Taqwallah juga menceritakan sejarah singkat PT BAS. Sebagaimana diketahui, Bank tertua di Serambi Mekkah ini didirikan pada tanggal 19 November 1958 di Kutaraja dengan nama NV Bank Kesejahteraan Bank Atjeh. Sepuluh tahun kemudian atau tepatnya pada tanggal 7 April 1973, Gubernur Kepala Daerah Istimewa Aceh mengeluarkan Surat Keputusan Nomor : 54/1973 tentang Penetapan Pelaksanaan Pengalihan “NV Bank Kesejahteraan Atjeh” menjadi “Bank Pembangunan Daerah Istimewa Aceh”.

Peralihan status, baik dalam bentuk hukum, hak dan kewajiban secara resmi terlaksana pada tanggal 6 Agustus 1973, yang dianggap sebagai hari lahirnya Bank Pembangunan Daerah Istimewa Aceh. Selanjutnya bank ini mengalami empat kali perubahan nama dan badan hukum hingga akhirnya pada 19 September 2016 menjadi PT. Bank Aceh Syariah.

“Alhamdulillah, pada hari ini Bank Aceh Syariah telah memasuki usianya yang ke-48. Untuk itu, kita patut bersyukur karena bank yang kita cintai ini masih terus tumbuh dan berkembang, serta berkontribusi nyata bagi nasabah, masyarakat, dan daerah Aceh tercinta ini,” kata Taqwallah.

Pada HUT ke-48 ini PT BAS mengusung tema ‘Solutif dan Inovatif.’ Solutif merupakan cerminan keberadaan Bank Aceh memberi solusi bagi kebutuhan masyarakat dan dunia usaha. Sedangkan ‘Inovatif’ merupakan cerminan percepatan dan penguatan daya saing menuju kinerja yang optimal.

Capaian Positif BAS

Dalam amanatnya, Sekda mengajak seluruh jajaran PT BAS untuk terus meningkatkan kinerja dan bersyukur atas capaian positif selama ini.

“Kita patut bersyukur, selama Bank Aceh menjadi Bank Aceh Syariah, telah mengalami kemajuan yang sangat signifikan. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, capaian kinerja PT BAS hingga 30 Juni 2021, cukup menggembirakan. Hal ini terlihat dari total aset PT BAS yang bertambah dari Rp.24,2 triliun menjadi Rp.27,3 triliun atau meningkat sebesar 13,05 persen,” kata Taqwallah.

Tak hanya peningkatan total aset, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga bertambah dari Rp.20 triliun menjadi Rp.23,4 triliun (meningkat 14,06 persen) Pembiayaan Juga meningkat dari Rp.14,5 triliun menjadi Rp.15,7 triliun (meningkat 8,54 persen) Non Performing Financing (NPF) mengalami konsolidasi sebesar 1,73 persen, atau sedikit berada di atas NPF periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, sambung Taqwallah, Beban Operasional dibanding Pendapatan Operasional (BOPO) mengalami penurunan dari 82,67 persen menjadi 80,68 persen (turun sebesar 1,99 persen) Rasio Pembiayaan (FDR) menurun dari 70,66 persen menjadi 67,24 persen. Laba aktual PT BAS juga bertambah dari Rp.188,6 milyar menjadi Rp. 220,3 milyar.

“Disamping kesuksesan dari sisi angka-angka kinerja, dalam rangka meningkatkan layanan dan transaksi, sepanjang 2020-2021 PT BAS setidaknya telah meluncurkan 4 layanan transaksi, yaitu Kartu debet, Cash Recycling Machine (CRM) Quick Response Code Indonesian Standar (QRIS) dan tambahan fitur Action Mobile Banking,” sambung Taqwallah.

Apresiasi Penerima Jubilium

Dalam kesempatan tersebut Plt Komut BAS juga mengapresiasi 19 Orang penerima lencana Jubilium, yang telah mendedikasikan kerjanya selama 25 tahun, di PT BAS.

“Tentunya, kontribusi yang Saudara berikan akan menjadi motivasi bagi seluruh karyawan dan karyawati PT BAS.” Ujarnya.

Di sisi lain, Taqwallah juga mengingatkan, bahwa selama satu tahun terakhir, PT BAS juga mengalami kehilangan 29 Orang Sumber Daya Insani yang telah memberikan kontribusi dan dedikasi untuk kemajuan Bank Aceh Syariah. Tujuh orang diantaranya meninggal dunia, dan 22 Orang telah memasuki masa purna tugas.

“Kami menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan, dan juga ucapan terima kasih atas dedikasi dan loyalitas yang ditunjukkan selama ini. Kepada karyawan yang telah memasuki masa purna tugas, kami mengucapkan terima kasih atas pengabdian dan dedikasi yang telah diberikan. Semoga rasa persaudaraan dan komitmen kita untuk membesarkan Bank Aceh Syariah akan terus ada,” ujar Sekda.

Sebagai bentuk rasa syukur, dalam rangka memperingati usianya yang Ke-48 ini, Bank Aceh Syariah juga akan melaksanakan kegiatan sosial. Salah satunya dengan memberikan dukungan moril kepada tenaga kesehatan yang berada di garda terdepan dalam penanganan covid-19, yang bertugas di Ruang PINERE RSUD dr. Zainoel Abidin dan RSUD kabupaten/kota. Bantuan tersebut berupa mengantarkan makan siang dan makan malam selama 12 hari ke depan atau sesuai kemampuan anggaran.

Taqwallah mengajak seluruh organ yang ada di Bank Aceh Syariah untuk terus memupuk kekompakan dan kesolidan dalam sebuah budaya kerja yang seirama, sehingga seluruh gerak organ fokus menuju pada arah yang sama, yaitu menjadikan pengelola bank yang amanah sesuai harapan pemegang saham dan impian seluruh masyarakat Aceh.

“Dirgahayu ke-48. Semoga Bank Aceh Syariah semakin berkiprah maju dan terus berkembang menjadi lembaga keuangan yang mampu menguatkan fondasi perekonomian daerah dan mendorong berkembangnya usaha ekonomi berbasis kerakyatan,” pungkas Plt Komut PT BAS.

Peringatan HUT PT BAS berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Peserta upacara sangat terbatas. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Komisaris Independen PT BAS Mirza Thabrani, Direktur Utama PT BAS Haizir Sulaiman, Dewan Pengawas Syariah PT BAS Syahrizal Abbas dan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh Muhammad Iswanto.

Komentar
Artikulli paraprakAlami Hipertensi, ABK ST Peter Dievakuasi Basarnas Banda Aceh di Selat Benggala
Artikulli tjetërKerja Sama dengan Suryacipta Swadaya, XL Axiata Sediakan Jaringan Fiber Optik dan Solusi Bisnis di Karawang