
Analisaaceh.com, Blangpidie | Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Barat Daya (Abdya), Amrizal menyatakan bahwa pembangunan masjid bukan sekadar mendirikan bangunan fisik, melainkan upaya membangun pusat peradaban umat dan pembinaan generasi Islam.
Hal itu disampaikan saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Baitul Makmur yang baru di Gampong Panton Makmur, Kecamatan Manggeng pada Selasa (2/5/2026).
Dalam sambutannya, Amrizal menyampaikan apresiasi dan rasa syukur kepada seluruh masyarakat gampong Panton Makmur yang telah menunjukkan semangat kebersamaan dan kepedulian warga dalam mewujudkan pembangunan Masjid Baitul Makmur ini.
Ia menjelaskan, peletakan batu pertama yang dilaksanakan hari ini tidak hanya sekadar menandai dimulainya sebuah bangunan fisik gedung. Akan tetapi, ini menjadi awal dari ikhtiar besar untuk membangun pusat peradaban umat, pendidikan Islam, pembinaan akhlak, serta memperkuat persatuan masyarakat.
“Masjid memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam kehidupan umat Islam. Sejak masa Rasulullah SAW, Shallallahu Alaihi Wasallam, masjid bukan hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah mahdhah semata, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran, musyawarah, pemberdayaan ekonomi, serta penguatan ukhuwah Islamiyah,” ucap Amrizal.
Ia menambahkan, kesepakatan untuk membangun masjid ini merupakan wujud nyata dalam mempersiapkan masa depan generasi penerus. Hal tersebut sekaligus menjadi investasi akhirat yang pahalanya akan terus mengalir selama bangunan digunakan untuk beribadah dan menebarkan kebaikan.
“Ketika kita membangun masjid, sesungguhnya kita sedang membangun masa depan generasi kita. Kita menanam investasi akhirat yang pahalanya terus mengalir selama masjid digunakan untuk beribadah dan menebarkan kebaikan,” ujarnya.
Amrizal menyebutkan, pembangunan Masjid Baitul Makmur ini sejalan dengan cita-cita pembangunan Kabupaten Abdya yang religius dan berlandaskan nilai-nilai syariat Islam. Karena itu, fungsi masjid sebagai pusat pembinaan umat perlu terus diperkuat.
Ia berharap masjid yang dibangun nantinya tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga ramai dengan berbagai aktivitas keagamaan.
“Saya berharap masjid yang akan dibangun ini nantinya tidak hanya megah dari sisi bangunan, tetapi juga makmur dengan berbagai aktivitas keagamaan. Kita ingin melihat masjid ini dipenuhi oleh jamaah, menjadi tempat anak-anak belajar mengaji, berlangsung majelis ilmu, serta melahirkan generasi Qurani yang berakhlakul karimah,” tuturnya.
Amrizal juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat. Menurutnya, pembangunan masjid merupakan tanggung jawab bersama dan tidak boleh hanya dibebankan kepada panitia atau kelompok tertentu.
Ia optimistis pembangunan Masjid Baitul Makmur dapat berjalan lancar apabila semangat kebersamaan terus dipelihara. Selain mendukung penyelesaian pembangunan, kebersamaan tersebut juga menjadi modal sosial penting untuk mewujudkan gampong yang lebih maju, harmonis, dan sejahtera.
Kepada panitia pembangunan, Amrizal berpesan agar seluruh proses pembangunan dikelola secara baik, transparan, akuntabel, dan penuh tanggung jawab. Ia mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat dan para donatur merupakan amanah yang harus dijaga.
“Setiap rupiah yang diamanahkan oleh masyarakat dan para donatur harus digunakan sebaik-baiknya demi terwujudnya masjid yang berkualitas dan bermanfaat bagi umat. Namun yang paling utama adalah meletakkan niat yang ikhlas karena Allah SWT. Jika niat kita benar, insya Allah setiap langkah kita akan bernilai ibadah dan mendapat keberkahan,” ungkapnya.



