Categories: NEWS

Program DMPG Hadir di Lhok Pawoh, USK Siapkan Pelatihan Jus Nipah untuk Ibu-Ibu

Analisaaceh.com, Blangpidie | Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) bekerja sama dengan Direktorat Perlindungan Dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (DPPEG) Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melaksanakan sosialisasi program Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG) serta perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut.

Kegiatan yang merupakan aspirasi Anggota DPR RI Komisi XII, Irsan Sosiawan Gading, berlangsung di Kantor Keuchik Gampong Lhok Pawoh Kecamatan Manggeng, Selasa (25/11/2025). Sosialisasi tersebut diikuti aparatur desa dan perwakilan masyarakat.

Acara sosialisasi tersebut turut turut hadir Keuchik Lhok Pawoh, Amiruddin, Sekdes Taufiq Amral, Sekcam Manggeng, Sekretaris Wilayah Petani Nasdem Aceh, Fadhli Ali, Dekan Fakultas Pertanian USK, Prof dr Ir Ashabul Anhar M.sc, Direktorat Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (PPEG), Deputi TLSDAB Kementrian Lingkungan Hidup (KLH), Eka Jatnika Arifin, Sekretaris Dinas Perkim LH Abdya, Dewi Marlina.

Dalam sambutannya, Sekdes Gampong Lhok Pawoh, Taufiq Amral mewakili Keuchik Amiruddin menyampaikan bahwa masyarakat setempat mayoritas bekerja sebagai nelayan, sebagian petani, pedagang dan buruh harian. Bahkan, banyak perempuan juga belum memiliki pekerjaan tetap.

“Insyaallah, dengan hadirnya desa mandiri peduli gambut di gampong Lhok Pawoh, ibu-ibu yang nganggur bisa bekerja,” kata Taufiq.

Taufiq menjelaskan, Lhok Pawoh dikelilingi sungai dan laut dengan banyak area rawa yang ditumbuni batang nipah. Selama ini, buah nipah belum termanfaatkan karena keterbatasan pengetahuan untuk mengolahnya.

“Dengan adanya sosialisasi ini, kami berharap buah nipah dapat diolah menjadi jus nipah sebagai produk ekononi. Insyaallah, kami akan bisa mengolahnya, karena bersama kita bisa,” ucapnya.

Pasca tsunami 2004, sebut Taufiq, sebagian rawa berubah menjadi daratan akibat endapan pair. Meski hamparan wilayah semakin luas, beberapa tanaman seperti kelapa pandan wangi tidak tumbuh optimal. Karena itu, pemanfaatan gambut dan lahan dianggap penting untuk mendukung ekononi gampong.

Selain itum Taufiq juga mengharapkan hadirnya pabrik pengolahan garam di Lhok Pawoh. Menurutnya, pabrik tersebut dapat menyerap tenaga kerja secara maksimal, terutama bagi perempuan kepala keluarga sehingga dapat membantu membiayai pendidikan anaknya hingga ke perguruan tinggi.

“Kalau ada pabrik garam, ibu-ibu janda bisa terbantu membiayai anak mereka sampai perguruan tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian USK, Prof dr Ir Ashabul Anhar menjelaskan, program DPMG telah berjalan 10 tahun. untuk kabupaten Abdya, sosialisasi serupa pernah dilakikan di gampong Ie Mirah Kecamatan Babahrot dan Padang Bak Jok Kecamatan Tangan-tangan pada 2017.

Ia menegaskan, kawasan gambut terbesar di Aceh berada di wilayah Barat-Selatan, meliputi Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Abdya, Aceh Selatan. Subulussalam hingga Aceh Singkil. Lhok Pawoh dinilai memiliki karakteristik khusus karena gambutnya berpadu dengan ekosistem mangrove.

“Kita harus jaga gambut agar tidak kering karena mudah terbakar. Yang penting, gambut tetap terjaga namun tetap bisa menghasilkan ekonomi untuk masyarakat,” sebutnya.

Menanggapi potensi nipah yang disampaikan aparatur gampong, Ashabul menyampaikan bahwa USK menyiapkan program pelatihan pembuatan jus nipah khusus bagi kelompok ibu-ibu. Ia memastikan kampus sipa membantu pemasaran produk ke banda Aceh terutama menjelang bulan Ramadhan.

“Mudah-mudahan dengan program cara membuat jus nipah, masyarakat Lhok Pawoh bisa berkembang dan dapat meningkatkan ekonominya. Kami di USK siap untuk memasarkan jika ada dari gampong untuk dijual ke Banda Aceh. Apalagi kita hampir memasuki bulan Ramadhan, produknya sudah bisa kita pasarkan,” ungkap Ashabul Anhar.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Dinas Perkim LH Abdya, Dewi Marlina mengungkapkan, gampong Lhok Pawoh baru saja diregistrasikan sebagai Program Kampung Iklim (Proklim) dan telah di kirim ke BPD LH dengan nilai yang diperoleh berada di kisaran 82 serta status Proklim Madya.

“Alhamdulillah, Kabupaten Abdya akan menerima trofi Proklim utama yang kelama kalinya pada 1 Desember 2025 dari Menteri Lingkungan Hidup,” ucapnya.

Lebih lanjut, sebut Dewi, saat ini terdapat satu desa Proklim Lestari, lima Proklim Utama dan 45 Proklim Madya di Abdya. Ia berharap Keuchik Lhok Pawoh dapat terpinspirasi untuk berjuang meraih Proklim Lestari pada 2026.

“Ke depan, kita targetkan Lhok Pawoh bisa ikut berjuang untuk Proklim 2026. Apa yang dilakukan dalam program DPMG harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga gambut dan mengembangkan tanaman yang ada, termasuk mangrove,” terang Dewi.

Dewi menyebutkan, baru-baru ini Dinas Perkim LH Abdya menerima bantuan 1.000 bibit mangrove pada peringatan World Clean-up Day. Bibit tersebut akan didistribusikan untuk mendukung program lingkungan di gampong, termasuk Lhok Pawoh.

“Nanti bibit mangrove dan pohon yang sudah kita terima ini akan kita bagikan untuk diusahakan bersama dalam mempertahankan gambut sesuai program DPMG dan Proklim,” pungkas Dewi Marlina.

Redaksi

Editor Analisaaceh.com

Komentar

Recent Posts

PT Asdal Prima Lestari Diduga Langgar Aturan Plasma Perkebunan

Analisaaceh.com, Tapaktuan | PT Asdal Prima Lestari diduga melanggar ketentuan perundang-undangan di sektor perkebunan setelah…

2 jam ago

Geledah Lapas Blangpidie, Petugas Sita HP dan Barang Ilegal

Analisaaceh.com, Blangpidie | Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Blangpidie melaksanakan razia gabungan bersama Kantor Wilayah…

6 jam ago

BPOM Hentikan Edar S-26 Promil Gold pHPro 1

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyikapi peringatan keamanan pangan global…

6 jam ago

Pemerintah Aceh Bantah Pernyataan BPKAD Lhokseumawe soal Gaji ASN

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Pemerintah Aceh membantah pernyataan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah…

6 jam ago

24 Desa di Aceh Tengah Terisolir, 10 Ribu Warga Terdampak

Analisaaceh.com, Takengon | Sebanyak 24 desa di Kabupaten Aceh Tengah hingga kini masih terisolir akibat…

6 jam ago

YARA Desak Inspektorat Abdya Limpahkan Temuan LHP Dana Desa Rp100 Juta ke APH

Analisaaceh.com, Blangpidie | Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) meminta…

6 jam ago