Categories: ACEH UTARANEWS

PT PIM Akan Polisikan Ketua Forum Geuchik Dewantara yang Sebut Proses Lelang Besi Scrap Serakah

Analisaaceh.com, Lhoksukon | Perusahaan Terbatas Pupuk Iskandar Muda (PT. PIM) berencana melaporkan ke polisi Ketua Forum Geuchik Dewantara atas pernyataan di media. Ketua forum geuchik Dewantara sebelumnya menerbitkan pernyataan serakah atas proses lelang besi scrap eks PT AAF.

Sekretaris Perusahaan PIM Yuanda Wattimena melalui siaran pers yang dikirim ke redaksi, Jumat (12/6/20) mengklarifikasi seumlah pernyataan.

Yuanda dalam rulisnya mengawali klarifikasi PIM adalah perusahaan milik negara yang harus tunduk pada peraturan perundangan yang berlaku serta memenuhi kaidah Good Corporate Governance (GCG) dalam menjalankan proses bisnisnya.

PIM membeli aset eks PT AAF dari tim Likuidator PT AAF pada akhir tahun 2018 seharga 724 Milyar dan bukan hibah dari negara. Aset eks PT AAF tersebut terdiri dari sebagian perumahan dan lahan industri serta tanah dan pabrik bekas PT AAF dengan tujuan Pengembangan Perusahaan ke depan. Untuk mempercepat proses pengembangan, PIM melakukan pembersihan lahan industri melalui proses penjualan scrap pabrik bekas PT AAF.

“Proses penjualan scrap pabrik eks PT AAF dilakukan secara transparan dan sesuai prosedur serta dipublikasi di website PT PIM. Dalam proses tersebut PT Kirana Saiyo Perkasa ditetapkan sebagai pemenang lelang” kata Yuanda.

Dia menegaskan, PT PIM tidak pernah berjanji kepada siapapun terkait hibah aset besi scrap Eks. PT AAF. Ia juga menyebut terkait tanggung jawab sosial kepada masyarakat lingkungan, selama ini PIM konsisten menunjukkan kepeduliannya melalui program CSR perusahaan yang disampaikan dalam website PIM dan Laporan Tahunan sebagaimana keputusan Komisi Informasi Aceh (KIA) Nomor 030/VIII/KIA/PTS-M/2019 Tanggal 5 Mei 2020.

“Penjualan scrap eks PT AAF ini dilakukan sebagai upaya untuk menarik investor masuk ke Aceh khususnya Aceh Utara atas lahan industri eks PT AAF. Sehingga secara langsung maupun tidak langsung perputaran ekonomi akan meningkat dan serapan tenaga kerja akan tumbuh dan berkembang khususnya di daerah lingkungan Perusahaan” katanya.

Terkait pernyataan Ketua Forum Geuchik Dewantara yang menyatakan adanya permainan serakah oknum PT PIM untuk mencari keuntungan pribadi semata, pihaknya akan mempolisikan pernyataan tersebut.

“PT PIM akan menempuh jalur hukum kepada pihak-pihak yang memprovokasi, menyebarkan fitnah dan atau mencemarkan nama baik Direksi maupun perusahaan. Akan kami laporkan kepada pihak yang berwajib, untuk diproses lebih lanjut sesuai dengan aturan hukum yang berlaku” demikian Yuanda Wattimena.

Sebelumnya, Kamis (11/6/20) Forum Geuchik Dewantara Kabupaten Aceh Utara bersama elemen sipil menggelar rapat penting terkait proses lelang besi tua eks PT AAF. Rapat tersebut melahirkan beberapa rekomendasi dan pernyataan sikap bersama yang dikirim oleh Ketua Forum Geuchik Dewantara Yusuf Beuransyah ke media massa.

Editor : Nafrizal
Rubrik : ACEH UTARA
Desriadi Hidayat

Komentar

Recent Posts

MAA Abdya Usul Mahar Nikah Maksimal 5 Mayam Emas

Analisaaceh.com, Blangpidie | Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengusulkan penetapan batas…

4 jam ago

Safaruddin Tunjuk Darmawan Jadi Plt Kabag Prokopim

Analisaaceh.com, Blangpidie | Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin menunjuk Darmawan Saputra, SE sebagai Pelaksana…

12 jam ago

Harga BBM Non-Subsidi Turun Mulai 1 Februari 2026

Analisaaceh.com, Jakarta | PT Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga resmi menurunkan harga Bahan Bakar Minyak…

12 jam ago

SPBU di Abdya Aktifkan Lagi Sistem Barcode BBM

Analisaaceh.com, Blangpidie | Pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum…

12 jam ago

Tonggak Baru USK, Prof. Mirza Tabrani Terpilih Rektor

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Prof. Dr. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A resmi terpilih sebagai Rektor…

12 jam ago

Usai Tembus Rp10 Juta, Harga Emas Banda Aceh Turun

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Harga emas di Banda Aceh mengalami penurunan pada Senin (2/2/2026), setelah…

12 jam ago