
Analisaaceh.com, Blangpidie | Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menyerahkan bantuan pupuk organik cair kepada 33 kelompok tani dalam kabupaten setempat.
Penyerahan pupuk bantuan TMI Abdya hasil kerjasama dengan DPW TMI Aceh serta berkolaborasi PT Bio Energy Rimba itu diserahkan secara simbolis oleh Bupati Abdya Safaruddin di Pendopo Bupati setempat, Kamis (20/8/2026).
Ketua DPW TMI Aceh, Cut Muhammad mengatakan, kehadiran TMI guna menjamin taraf kehidupan petani agar selalu merdeka, baik di sektor penetapan harga maupun kebutuhan pupuk. Sebab hal itu sesuai dengan amanah yang diamanatkan AD/ART organisasi TMI.
“Maka secara politik kita akan terus bekerja dengan menjamin penetapan harga produksi seperti padi, jagung serta hasil komoditas lainnya sehingga terhindar dari harga serapan terendah,” kata Cut Muhammad.
Lebih lanjut, sebut Cut, TMI juga berkewajiban untuk selalu memantau petani agar mudah mendapatkan pupuk serta melakukan pemantaun harga penjualan pupuk di tingkat petani. Sebab, Presiden Prabowo telah menurunkan harga pupuk mencapai 20 persen dari harga lama.
“Tentunya ini semua dilakukan agar taraf kehidupan petani di seluruh Indonesia bisa semakin berkembang dan merdeka. Bahkan sekarang TNI juga berkewajiban untuk membina para petani agar hasil panen mereka meningkat, ekonomi masyarakat terangkat,” ucapnya.
Pada kesempatan itu, Cut Muhammad juga mengaku kalau PT Bio Energy Rimba ditubuh TMI sudah menjadi ayah angkat, dengan tujuan membina para petani di Aceh, baik itu di sektor menjamin kebutuhan pupuk maupun program-program lainya yang ada di TMI.
“Jadi, nanti kita dari DPW TMI memberi peluang sebesar-besarnya kepada para DPD agar membangun komunikasi dengan PT Bio untuk berkoordinasi terkait keperluan petani di daerah kita,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua DPD TMI Abdya, Zulfan Awenk mengatakan, kepengurusan TMI Abdya mulai menjalankan program nyata setelah 131 hari dilantik pada 11 April 2026. Salah satunya menyalurkan 100 jerigen pupuk organik cair kepada 33 kelompok tani melalui kerja sama dengan PT Bio Energi Rimba.
“Ini awal gerakan TMI Abdya untuk membuktikan bahwa kehadiran kami bukan hanya formalitas, tetapi harus memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petani,” kata Zulfan.
Ia menjelaskan, TMI bertujuan memfasilitasi dan memperjuangkan aspirasi petani, termasuk mengusulkan kebutuhan pertanian ke pemerintah pusat. Zulfan meminta kelompok tani yang mengajukan bantuan hand tractor, cultivator, hand sprayer, dan combine harvester bersabar karena seluruh dokumen harus memenuhi persyaratan sebelum usulan diproses.
“Kami berharap usulan petani Abdya segera mendapat persetujuan dan direalisasikan,” ungkap Zulfan Awenk.



