Sejak 2022, Angka Kemiskinan Aceh Konsisten Turun

Kepala BPS Provinsi Aceh, Agus Andria, foto: ist

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat persentase penduduk miskin di Aceh menunjukkan kecenderungan fluktuatif dalam periode 2020–2025, namun secara konsisten mengalami penurunan sejak September 2022.

Kepala BPS Provinsi Aceh, Agus Andria, menyampaikan bahwa pada September 2025 persentase penduduk miskin di Aceh tercatat sebesar 12,22 persen, atau turun 0,11 persen poin dibandingkan Maret 2025.

“Jumlah tersebut setara dengan sekitar 703 ribu penduduk miskin, berkurang sekitar 1.364 orang dibandingkan kondisi Maret 2025,” ujar Agus, Jum’at (1/6/2026).

Meski persentase penduduk miskin menurun, BPS mencatat Garis Kemiskinan (GK) pada September 2025 justru mengalami kenaikan. GK Aceh tercatat sebesar Rp715.103 per kapita per bulan, atau naik 5,75 persen dibandingkan Maret 2025.

Agus menjelaskan bahwa komponen makanan masih mendominasi pembentukan garis kemiskinan. Pada September 2025, share komoditas makanan mencapai 76,56 persen, sedangkan komoditas non-makanan sebesar 23,44 persen.

“Dibandingkan Maret 2025, peran komoditas makanan dalam GK mengalami peningkatan, sementara share non-makanan menurun,”paparnya.

Berdasarkan wilayah, garis kemiskinan di daerah perkotaan pada September 2025 tercatat sebesar Rp756.201, meningkat 5,54 persen dibandingkan Maret 2025. Sementara itu, di daerah perdesaan, garis kemiskinan tercatat sebesar Rp693.085, atau naik 5,74 persen pada periode yang sama.

Menurut Agus, perkembangan ini menunjukkan bahwa meskipun jumlah penduduk miskin menurun, tekanan harga kebutuhan dasar, terutama makanan, masih menjadi faktor penting yang memengaruhi kondisi kesejahteraan masyarakat Aceh.

Komentar
Artikulli paraprakDukung Bupati, KNPI Minta Evaluasi Plt Kacabdisdik
Artikulli tjetërTim Tabur Kejati Aceh Tangkap DPO Pemerkosaan Anak