Senator Fachrul Razi Kutuk Keras Kebiadaban Komunis Tiongkok terhadap Muslim Uighur

Senator DPD RI Fachrul Razi, MIP

ANALISAACEH.COM, JAKARTA | Mencermati tindakan persekusi dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), yang dilakukan otoritas Tiongkok terhadap umat Islam etnis Uighur di Provinsi Xianjing. Senator DPD RI Fachrul Razi, MIP, mengutuk keras persekusi dan kebiadaban yang dilakukan rezim komunis Tiongkok tersebut.

Fachrul Razi meminta Pemerintah Indonesia dan dunia internasional agar mendesak Dewan HAM dan Dewan Keamanan PBB mengambil langkah-langkah prevensi dan proteksi terhadap kejahatan kemanusiaan yang dilakukan otoritas Tiongkok itu.

Seperti diketahui, dugaan pelanggaran HAM yang dialami masyarakat muslim etnis Uighur di Tiongkok menjadi sorotan dunia. Pemerintah Indonesia didesak untuk bersuara membela muslim Uighur di Xinjiang yang sedang mengalami pelanggaran HAM.

Dari pemberitaan media internasional, perlakuan diskriminatif dan tindakan represif pemerintah Tiongkok terhadap muslim Uighur sebenarnya sudah berlangsung cukup lama.

“Tapi sayangnya belum ada negara-negara muslim, termasuk Indonesia, yang berani mengecam tindakan pemerintah Tiongkok,” kata Senator DPD RI Fachrul Razi, Jum’at (20/12/2019).

Menurut Senator, meski diberikan status otonomi, penduduk muslim di Xinjiang justru mengalami perlakuan represif. Lebih dari 10 juta muslim di Xinjiang mengalami perlakukan diskriminatif, baik diskriminasi agama, sosial, maupun ekonomi.

“Bahkan berdasarkan hasil investigasi UN Committee on the Elimination of Racial Discrimination dan Amnesty International and Human Rights Watch yang dikeluarkan pada Agustus lalu, sekitar dua juta warga Uighur ditahan otoritas Tiongkok di penampungan politik di Xinjiang,” jelas Senator DPD RI yang vokal ini.

Banyak para tahanan yang dipenjara untuk waktu yang tak ditentukan dan tanpa dakwaan. Ironisnya, penahanan tersebut tidak sedikit yang berujung pada penyiksaan, kelaparan, dan kematian.

“Melihat kenyataan seperti ini seharusnya Pemerintah Indonesia bersuara. Tidak diam seperti sekarang. Sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia punya tanggung jawab moral lebih atas nasib jutaan muslim Uighur. Sebab jika tidak, ini bisa menjadi bencana kemanusiaan yang lebih besar,” pungkas Senator.

Komentar
Artikulli paraprakRelawan MRI-ACT Pijay Gelar Pelayanan Kesehatan Gratis di Gampong Jijiem
Artikulli tjetërPerangi Narkoba, Gampong Sidorejo Langsa Bentuk Relawan Anti Narkoba