Categories: NEWS

Terdakwa Ujaran Kebencian dan Penistaan Agama Viral di TikTok Disidangkan

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Pengadilan Negeri Banda Aceh menggelar sidang perdana perkara dugaan ujaran kebencian yang melibatkan akun TikTok @Tersadarkan5758 Kamis (30/4/2026).

Persidangan dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Fauzi, dengan hakim anggota Zainal Hasan dan Said Hamrizal. Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara ini adalah Mursyid dan Devi Safriana.

Terdakwa Dedi Saputra hadir di persidangan didampingi penasihat hukum dari Tim Advokasi Kerukunan Umat Beragama Nusantara, yakni Joice Hutagaol dan Dian Sinaga.

Agenda sidang perdana ini adalah pembacaan dakwaan oleh JPU. Dalam dakwaannya, jaksa menyusun dakwaan secara subsidaritas.

Pada dakwaan primer, terdakwa dijerat Pasal 301 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Sementara dakwaan subsidair mengacu pada Pasal 300 huruf a, b, dan c dari undang-undang yang sama.

Dalam persidangan, terdakwa telah mengakui perbuatannya dan juga mengajukan permohonan pengakuan bersalah PB (plea bargaining) sebagaimana diatur dalam ketentuan hukum acara.

JPU menjelaskan, perbuatan terdakwa diduga dilakukan pada tahun 2025 melalui siaran langsung di media sosial TikTok, yang berisi pernyataan bermuatan permusuhan, kebencian, serta berpotensi menghasut terjadinya diskriminasi terhadap kelompok tertentu berdasarkan agama atau kepercayaan di Indonesia.

Namun demikian, majelis hakim meminta agar pengajuan tersebut disampaikan secara tertulis untuk dipertimbangkan lebih lanjut.

Usai pembacaan dakwaan, pihak penasihat hukum menyatakan tidak mengajukan keberatan terhadap dakwaan yang disampaikan jaksa.

“Terdakwa telah mengakui perbuatannya dan menyampaikan pernyataannya di persidangan,” ujar Joice Hutagaol kepada awak media.

Dalam persidangan juga terungkap bahwa terdakwa Dedi Saputra menyampaikan pengakuan terkait identitas pribadinya, termasuk bahwa dirinya saat ini telah memeluk agama Kristen Protestan.

Perkara ini menjadi perhatian publik karena berkaitan dengan penyebaran konten di media sosial yang berpotensi menimbulkan ujaran kebencian serta mengganggu kerukunan antarumat beragama.

Naszadayuna

Komentar

Recent Posts

Ancam Siram Istri dengan Air Keras, Pria di Banda Aceh Ditangkap Polisi

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Seorang pria berinisial NUR (49), warga Desa Setui, Kecamatan Baiturrahman, Banda…

22 jam ago

Istri Sah dan Warga Gerebek Ketua DPRK Nagan Raya di Rumah Dinas

Analisaaceh.com, Suka Makmue | Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nagan Raya berinisial MRR diduga…

2 hari ago

500 Muge Eungkot di Abdya Terima Bantuan Cool Box dan Jas Hujan

Analisaaceh.com, Blangpidie | Sebanyak 500 pedagang ikan keliling atau muge eungkot di Kabupaten Aceh Barat…

2 hari ago

45 Warga Aceh Jaya Dilatih Olah Lele Jadi Produk Bernilai Jual

Analisaaceh.com, Calang | Sebanyak 45 warga Desa Alue Jang dan sekitarnya mengikuti pelatihan inovasi pengolahan…

2 hari ago

Kabel Listrik Menjuntai di Perkantoran Abdya Belum Ditangani PLN

Analisaaceh.com, Blangpidie | Kabel listrik yang diduga milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Layanan Pelanggan…

2 hari ago

Diduga Jual Solar Subsidi, Sopir Dump Truck Terancam 6 Tahun Bui

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Personel Unit III Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polresta Banda Aceh…

3 hari ago