NEWS The Gade Entrepreneur Space Hadir, UMKM Banda Aceh Naik Kelas

The Gade Entrepreneur Space Hadir, UMKM Banda Aceh Naik Kelas

peresmian The Gade Entrepreneur Space, foto: naszadayuna/analisaaceh.com

Analisaaceh.com, Banda Aceh | PT Pegadaian menghadirkan The Gade Entrepreneur Space di Banda Aceh sebagai ruang yang ditujukan untuk mendukung pemasaran, pengembangan kapasitas, serta pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Peresmian ruang tersebut merupakan bagian dari program The Gade Preneur Space dan menjadi lokasi keenam yang dikembangkan Pegadaian. Di Aceh, program tersebut hadir melalui kolaborasi dengan BRI dan PNM sebagai bagian dari Holding Ultra Mikro.

Direktur Jaringan dan Operasi PT Pegadaian, Eka Pebriansyah, mengatakan keberadaan The Gade Entrepreneur Space diharapkan tidak hanya ramai saat peresmian, tetapi dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi pelaku UMKM dari waktu ke waktu.

“Kita inginkan pelaku-pelaku UMKM kita ini bisa naik kelas,” kata Eka dalam peresmian The Gade Entrepreneur Space di Banda Aceh.

Menurutnya, lokasi tersebut sebelumnya merupakan aset BRI yang pernah digunakan sebagai rumah dinas Pemimpin Wilayah BRI. Melalui kolaborasi dalam Holding Ultra Mikro, aset tersebut kemudian dimanfaatkan menjadi ruang bagi pelaku UMKM.

Eka menjelaskan, The Gade Entrepreneur Space memiliki sejumlah fasilitas utama, di antaranya The Gade Store dan Capability Center.

The Gade Store digunakan untuk memajang berbagai produk UMKM binaan, sedangkan Capability Center disiapkan sebagai ruang pelatihan dan peningkatan kapasitas pelaku usaha.

“Di dalam ada ruangan yang nanti ini bisa dijadikan tempat untuk mengumpulkan pelaku UMKM maupun masyarakat. Ini silakan dimanfaatkan semaksimal mungkin,” ujarnya.

Eka menyebut Pegadaian melalui program pembinaan telah mendampingi sekitar 2.000 pelaku UMKM. Pendampingan tersebut mencakup sejumlah aspek, mulai dari rebranding, perizinan hingga pemasaran.

Sementara itu, SEVP Micro Business Empowerment BRI, Muhammad Chandra Utama, mengatakan keberadaan The Gade Entrepreneur Space menjadi salah satu bentuk optimalisasi aset BRI sekaligus pemberdayaan UMKM.

Ia menyebut terdapat sekitar 34 aset BRI di Banda Aceh yang masih dapat dioptimalkan. Dari jumlah tersebut, enam aset telah dimanfaatkan oleh Pegadaian.

“Ini menjadi tempat yang disebutkan tadi atau dinamakan The Gade Entrepreneur Space. Mudah-mudahan ini nanti dalam optimalisasi pemanfaatannya tentu kita optimalkan seluruh resources yang ada, baik itu fisik maupun SDM yang ada,” kata Chandra.

Menurut Chandra, BRI Group tidak hanya berfokus pada pembiayaan atau permodalan UMKM, tetapi juga pada aspek pemberdayaan melalui pendampingan.

Ia berharap kolaborasi Pegadaian dan PNM dalam ruang tersebut dapat mendorong UMKM menjadi lebih tangguh dan berkembang.

“Dengan permodalan dan kemudian diikuti dengan pemberdayaan melalui pendampingan dan perhatian, harapan kita bersama muncullah UMKM tangguh, khususnya di Banda Aceh yang kita sebut dengan UMKM naik kelas,” ujarnya.

Chandra menambahkan, produk yang ditampilkan di The Gade Store berasal dari UMKM lokal maupun UMKM binaan yang telah bergabung dalam program tersebut.

Sistem pengisian produk di lokasi itu juga akan dilakukan secara bergiliran. UMKM diberikan kesempatan menampilkan produknya dalam jangka waktu tertentu, kemudian dapat digantikan oleh UMKM lain yang masuk dalam daftar tunggu.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh, Jalaluddin, mengapresiasi kehadiran The Gade Entrepreneur Space. Menurutnya, ruang tersebut dapat menjadi tempat bagi pelaku UMKM untuk bertemu, belajar, berkembang, dan berkolaborasi.

Ia menyebut Pemerintah Kota Banda Aceh juga tengah mendorong pengembangan kapasitas pelaku UMKM melalui Banda Aceh Academy.

“Kita bangun hari ini bukan hanya sebuah tempat, tapi sebuah ruang untuk bertemu, belajar, bertumbuh dan berkolaborasi,” kata Jalaluddin.

Jalaluddin menyebut jumlah pelaku UMKM di Kota Banda Aceh mencapai sekitar 27.497 pelaku usaha, dengan tenaga kerja yang terserap mencapai hampir 66 ribu orang.

Ia menilai pengembangan UMKM membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk penyediaan ruang publik dan fasilitas untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha.

“Dengan ruang-ruang yang ada dan sebagainya, ini sangat penting bagi kita,” ujarnya.

Jalaluddin juga menyinggung sejumlah persoalan yang masih dihadapi pelaku usaha, termasuk perizinan dan penyesuaian tata ruang. Pemerintah Kota Banda Aceh, kata dia, akan melakukan evaluasi terhadap regulasi tata ruang agar dapat menyesuaikan dengan perkembangan kegiatan usaha di masyarakat.

Melalui kehadiran The Gade Entrepreneur Space, Pegadaian, BRI, PNM, dan Pemerintah Kota Banda Aceh berharap ruang tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhan dan pengembangan UMKM di Banda Aceh.

Artikulli paraprakPolisi Bongkar Praktik Aborsi di Banda Aceh, Tiga Pelaku Ditangkap
Artikulli tjetërWabup Abdya: Dakwah Harus Masuk Media Sosial dan Rangkul Gen Z