Categories: NEWS

Tiga Pelaku Jaringan Peredaran Narkoba di Langsa Ditangkap, 12,5 Kg Sabu Disita

Analisaaceh.com, Langsa | Satuan Reserse Narkoba Polres Langsa menangkap tiga pelaku peredaran narkotika jenis sabu dalam jumlah besar dan dua diantaranya merupakan pasangan suami istri. Selain itu Polisi turut mengamankan barang bukti sabu sebanyak 12.564 gram di dua lokasi berbeda.

Kapolres Langsa AKBP Andy Rahmansyah, mengatakan bahwa pengungkapan tersebut berawal dari laporan masyarakat mengenai transaksi narkotika dalam jumlah besar di wilayah Kota Langsa.

“Berdasarkan informasi itu, anggota melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap dua pria yang diduga sebagai pelaku utama yakni T (36) dan MRA (28). Keduanya diamankan di depan pintu masuk PT Gruti Langsa, Gampong Alue Dua, Kecamatan Langsa Baro,” kata Kapolres, dalam konferensi pers di Mapolres setempat, Senin (10/3/2025).

Saat dilakukan penggeledahan, Polisi menemukan satu paket besar sabu seberat 564 gram serta sebuah tas berisi dua unit ponsel. Kemudian dari hasil interogasi, pelaku mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seorang pria berinisial A di Kabupaten Aceh Timur.

Lanjut Kapolres, Informasi itu kembali dikembangkan, hingga akhirnya petugas berhasil menemukan 12 paket besar sabu dengan total berat 12 kilogram yang disembunyikan dalam karung di sebuah hutan di Gampong Tanoh Anoe, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur.

“Kami menyisir lokasi dan menemukan sabu yang dibungkus plastik merah bertuliskan King 88, yang ditutupi semak-semak. Namun, pelaku lainnya yang diduga bagian dari jaringan ini berhasil melarikan diri,” ujar Kapolres.

Berdasarkan hasil penyelidikan, Polisi menduga aliran dana dari hasil penjualan narkotika itu disimpan dan digunakan oleh seorang wanita berinisial TBT (45), yang merupakan istri dari T. Pelaku mengakui telah menggunakan sebagian uang untuk kebutuhan sehari-hari, membeli emas, serta mentransfer sejumlah dana ke pihak lain yang masih dalam penyelidikan.

Adapun modus operandi dan jaringan peredaran narkoba tersebut diduga beroperasi lintas daerah, dengan sabu yang berasal dari Malaysia dan masuk ke Aceh melalui jalur laut.

“T dan MRA berperan sebagai pengedar di Aceh Timur dan Langsa, sementara TBT diduga turut serta bersama-sama melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika.

Ketiganya dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” sebut Kapolres

“T dan MRA terancam hukuman maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup. Sementara TBT dijerat dengan pasal terkait permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika, dengan ancaman hukuman hingga 20 tahun penjara,” pungkasnya.

Chairul

Komentar

Recent Posts

Tgk Yong Sebut Safaruddin Ayah bagi Anak Yatim di Abdya

Analisaaceh.com, Blangpidie | Eks Penerangan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) wilayah Blangpidie, TR Kamaluddin alias Tgk…

3 hari ago

Roni Guswandi Resmi Mendaftar Sebagai Calon Ketua Umum FPTI Aceh

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Roni Guswandi bersama tim resmi mendaftar diri sebagai Calon Ketua Umum…

3 hari ago

Panwaslih Abdya Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim

Analisaaceh.com, Blangpidie | Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) melaksanakan kegiatan ngabuburit…

5 hari ago

Penunjukan Imum Chiek Diprotes, Bupati Aceh Besar Dilaporkan ke Ombudsman

Analisaaceh.com, Aceh Besar | Perwakilan masyarakat Indrapuri dan pengurus Masjid Abu Indrapuri melaporkan proses penunjukan…

5 hari ago

Menag Larang ASN Kemenag Gunakan Kendaraan Dinas untuk Mudik Lebaran

Analisaaceh.com, Jakarta | Nasaruddin Umar, Menteri Agama, menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan…

5 hari ago

Ribuan Pendaftar Mudik Gratis Aceh, 122 Kendaraan dan 18 Rute Tersedia

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Pemerintah Aceh melalui Dinas Perhubungan Aceh kembali menggelar program mudik gratis…

5 hari ago